Benarkah Ada Misteri, Di Banjir Bandang Lamanele Adonara?

Benarkah Ada Misteri, Di Banjir Bandang Lamanele Adonara?

Mediasurya.com, ADONARA – Misteri alam memang sulit diprediksi dan apa yang direncanakan manusia alam pula yang menentukan. Dukacita Adonara, Flores Timur, 4 April 2021, meninggalkan cerita sedih mendalam namun demikian ada kisah lain yang menjadi perbincangan masyarakat setempat.

Baca juga ; Masyarakat Keluhkan Langsung Ke Presiden RI, Soal Infrastruktur Jalan Yang Buruk Dan Mahalnya BBM Di Lembata

Kepala desa Helan Langowuyo, Lama Helan, Dominikus Daton Doni(47) kepada media ini mengungkapkan kekecewaan.

“Saya berbicara sebagai Pemerintah Desa dan Anak Tanah Helan Lango Wuyo Lamahelan, bahwa saya sungguh Kecewa dan sangat marah ketika beberapa orang datang menyampaikan permohonan Maaf, atas kesalahan mereka yang telah mengambil “Raja Air” demi kepentingan mereka di Luar Adonara.

Lanjut Doni, hal yang membuatnya semakin marah adalah ada yang kemudian menjual belikan air suci tersebut. Jadi ketika mereka datang pada saat suasana hati saya dalam keadaan baik maka saya layani mereka dengan baik tapi jika suasana hati saya dalam keadaan kurang enak maka sayapun terus memaki maki mereka “,terang Daton Doni.

Baca juga ; Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP

Daton Doni menyampaikan sekitar 10 desa yang sudah melakukan konfirmasih dalam upaya Rutual Pemulihan dan Permohonan Maaf mereka dan telah men jadwalkan dalam bulan April ini akan lakukan ritual adat, yang melibatkan 13 klen atau suku di Desa Helan Lango Wuyo Lama Helan.

Proses Ritual Adat yang akan di laksanakan oleh Penjaga Gunung Boleng yaitu Paulus Laga Amañ . Proses Ritual Permohonan Maaf atas pengambilan Raja Air ini yang lazim di sebut ‘Wai Jarañ ‘

Cerita banjir bandang merupakan priatiwa berulang yang juga pernah terjadi pada tahun 2003 yang lalu kisah salah satu tetua kampung yang enggan namanya di mediakan.

Banjir Bandang yang memakan Korban sebanyak 55 warga yang mana 99 persen warga masyarakat berasal dari satu klen atau suku.

Ini Lumpur mencari Mangsanya, Pernyataan yang sontak menjadi perhatian bagi para pengunjung dari kecamatan Witihama, Kelubagolit dan sekitarnya Bahwa Banjir Bandang ini tidak sekedar Bencana lantaran saya bertetangga dengan mereka yang ditimpah lumpur; sementara Rumah saya tidak terciprat lumpur. Hal itu karena saya tidak terlibat dalam pengambilan “Air Jaran” yang berada di puncak Gunung Boleng.

“Sesungguhnya isyarat alam dari Puncak Gunung Boleng pada tanggal 28 maret 2021 sekitar pkl.22.55 wita terdengar bunyi Gong Gendang bak Adanya Penjemputan , yang mengherankan warga Desa Boleng untuk mengamati Bunyi gonggendang pada malam hari tersebut. Ketika mengamati sumber bunyi, diketahui ternyata datangnya dari puncak Gunung, dan memukau seluruh warga Desa Boleng saat itu ditambah sorotan lampu senter raksasa menambah fokus perhatian warga desa Boleng dengan seribu tanya . Dalam situasi yang tidak lazim ini warga Desa Boleng mulai menjalin komunikasi dengan keluarga mereka yang berada di Desa Nelelamadike, namun tidak ditanggapi.

Di lihat dari sumber datangnya banjir ini, menurut kebanyakan warga di luar Kecamatan Ile Boleng bahwa pasti genangan air pada sebuah Pelumbing kawah yang mana penahannya sudah tidak dapat menampung lagi genangan air hingga memang harus merembes dan meluber menuju relif yang rendah . Jika memang demikian berdasarkan topografi Alamnya namun kembali pertanyaannya bahwa Kenapa Banjir menyisahkan rumah yang berdampingan dan kenapa Banjir harus berhenti di Desa tetangga yang mana berada pada jalur kali mati dari Gunung secara alamiah?

Warga masih bertanya-tanya mengapa 90 persen korban yang meninggal adalah warga dari satu Klen atau Suku?

Baca juga ; Banjir Lembata, 42 Warga Yang Hilang Masih Dalam Upaya Pencarian

Cerita lain direkam media ini, bahwa saaat Desa Nelelamadike sedang dalam Musibah Banjir Bandang tapi Tetangga Desanya Lama Laka atas malah melangsungkan Pesta dengan meriah, terungkap kisah ihwal perbuatan melanggar tatanan Adat istiadat bahwa pengambilan Air jaran di puncak Gunung Boleng untuk mengobati pasien yang berada di Malaysia, dan lebih fatal lagi diperdagangkan ke para pasien .

Beredarnya cerita pengambilan air jaran inilah diyakini Warga Kecamatan lle Boleng dasar sebab musabab Banjir Bandang.
Informasih yang dihimpun media ini juga bahwa, ada kisruh internal klien berebut hak kesukungan diantara beberapa suku di desa lamanele juga sebagi musebab pasalnya animo masyarakat terhadap kebebasan untuk tidak mengindahkan Pantang Larangan ketika mendatangi kawasan ‘Suban Bèsi Nurheñ, seperti.jikan makan nasi tidak boleh ada yang jatuh ke tanah, atau Garam tidak boleh disebut garam tapi ‘ke’awuk'(abuh dapur) . Pelanggaran seperti inilah yang sudah menjadi Titah Leluhur Lamaholot Adonara yang jika dilanggar maka Murka Alam akan Mencari Pelakunya, urai warga disela hirukpikuk peristiwa Banjir Bandang teraneh sepanjang zaman berdirinya kampung kampung yang mendiami Daerah Lereng Gunung Boleng.
Penulis ;bernara naragere.

Warga Desa Nelelamadike, Kabupaten Flotim Aspersiasi Dapur Lapangan Kodim 1624/Flotim.

Warga Desa Nelelamadike, Kabupaten Flotim Aspersiasi Dapur Lapangan Kodim 1624/Flotim.

Mediasurya.com, ADONARA – Memperpanjang status tanggap darurat di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flotim mendapat dukungan Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P Menyiapkan dapur lapangan 1×24 jam. Di posko pengungsi.

Baca juga ; Masyarakat Keluhkan Langsung Ke Presiden RI, Soal Infrastruktur Jalan Yang Buruk Dan Mahalnya BBM Di Lembata

Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P Dalam pernyataan terhadap bencana alam Banjir dan Tanah longsor berdampak resiko tinggi maka perlu diambil langkah antisipasi kembali terjadi musibah bencana alam.

Ini merupakan perhatian khusus karena dikhawatirkan akan terus berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Flotim” ungkap Dandim ‘

Baca juga ; Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP

Kini sudah menetapkan status darurat bencana alam banjir dan Tanah longsor mulai tanggal 3/4/21

Menanggapi hal tersebut Dandim 1624/Flotim kini mempersiapkan segala sesuatunya termasuk perlengkapan pendukung dan prajurit serta Dapur lapangan.

Lanjut Dandim 1624/Flotim, Bencana banjir masih menggenangi beberapa Kecamatan di Kabupaten Flotim, bahu membahu menjadi yang terdepan dilakukan para Anggota TNI, relawan dan donatur untuk membantu warga yang terdampak banjir tanpa pamrih.



Hal tersebut membuat kodim 1624/Flotim menyediakan dapur lapangan selama banjir menggenangi permukiman warga yang berada di pengungsian Kecamatan Ile Boleng dan Kabupaten Adonara Timur, KKabupaten Flotim, Jumat (9/4/2021).

Para pengungsi pun sangat mengapresiasi bantuan dari Kodim 1624,Flotim, berupa dapur lapangan yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan konsumsi ataupun bantuan lainnya yang sangat membantu mereka.

Arbainah salah seorang pengungsi warga Desa Nelelamadike sangat mengapresiasi petugas dapur lapangan oleh TNI – AD Kodim 1624/Flotim. “Nyaman banar Pak, kalau tentara yang memasak menunya diganti tiap hari, oseng tahu campur sayur, juga ada ikan patin, terkadang nasi goreng,” ucap dia.



Dia mengatakan, kini tentara yang membantu memasak untuk warga pengungsi sudah tidak lagi bertugas. “Kami harapkan meski sudah tidak lagi, namun bantuan tetap ada hingga warga betul – betul pulang ke rumah,” ujar dia.
Lanjut Dandim 1624/Flotim, menyampaikan simpatinya kepada warga korban banjir atas apresiasinya juga buat TNI khususnya Kodim 1624/Flotim karena selama membantu penanganan korban bencana alam.
“Sebenarnya masakan TNI sama saja dengan masakan warga, hanya saja dengan senang hati, ikhlas jadi itulah adanya. Apalagi saat evakuasi dan pengiriman bantuan mudah dilaksanakan,” kata dia.

Dia juga menambahkan, dengan berjalannya waktu petugas dapur lapangan dari TNI penanggulangan bencana sudah berakhir, namun bukan berarti TNI tidak membantu, tetap membantu saat ini petugas dapur lapangan dari prajurit masih berada di kodim, koramil dan suatu saat jika diperlukan prajurit sudah siap.” (Pendim Flotim).

Presiden Minta Bupati Siapkn Lahan Untuk Relokasi Warga Waimatan Ileape

Presiden Minta Bupati Siapkn Lahan Untuk Relokasi Warga Waimatan Ileape

Mediasurya.com, LEMBATA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Jumat (9/4/2021) siang menjanjikan perbaikan infrastruktur di Lembata, Nusa Tenggara Timur yang rusak akibat badai Seroja yang melanda Lembata, Minggu (4/4/2021) lalu.Kerusakan infrastruktur terutama jalan dan jembatan.

Baca juga ; Masyarakat Keluhkan Langsung Ke Presiden RI, Soal Infrastruktur Jalan Yang Buruk Dan Mahalnya BBM Di Lembata

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi pengungsian di Kantor Camat Ile Ape, di Desa Waipukang, menyempatkan diri untuk berbicara kepada wartawan.Presidenpun hanya berujar ringkas “itu juga akan diperbaiki,” ujar Jokowi saat dimintai komentarnya tentang kerusakan parah infrastruktur di Lembata.

Meski Presiden masih mau memberikan pernyataan kepada wartawan, namun dicegah Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. “Udah udah, nanti aja,” demikian Gubernur Laiskodat melarang wartawan.

Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP

Selain itu, berbicara kepada wartawan di Waipukang, Presiden Joko Widodo menegaskan, pihaknya siap mengirimkan biaya membangun rumah warga terdampak banjir bandang di Lembata dalam satu minggu, asalkan Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Lembata menyiapkan lahan

“Tadi saya sudah di lokasi. Tadi saya dan Gubernur dan Bupati menyampaikan akan direlokasi. Kemudian segera dibangun rumahnya. Kita udah siap. Tinggal nanti, Bupati dan Gubernur mendapatkan lokasi, rumahnya akan segera dikirim. Nggak ada seminggu, nanti sudah,” janji Presiden Jokowi

Masyarakat Keluhkan Langsung Ke Presiden RI, Soal Infrastruktur Jalan Yang Buruk Dan Mahalnya BBM Di Lembata

Masyarakat Keluhkan Langsung Ke Presiden RI, Soal Infrastruktur Jalan Yang Buruk Dan Mahalnya BBM Di Lembata

Mediasurya.com, LEMBATA – Orang nomor satu di Indonesia, Ir. H Joko Widodo merupakan preiden pertama yang menginjakan kakinya di bumi Lembata setelah Indonesia merdeka 76 tahun, dan kedatangan Presiden disambut meriah ribuan pasang mata masyarakat yang berdiri sepanjang jalan yang dilewati presiden dan rombongan.

Baca juga ; Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP

Lawatan presiden ke tanah Lembata untuk melihat lebih dekat banjir bandang yang merenggut korban jiwa dan ratusan rumah di kecamatan Ile ape dan Ile ape timur.

Presiden Joko Widodo datang ke Kabupaten Lembata, Jumat (9/4/2021) untuk melihat lokasi bencana banjir dan longsor di desa Amakaka dan mengunjungi para pengungsi di Puskesmas Waipukang. Perjalanan kepala negara melalui jalan rusak Ke Amakaka, dan teriakan warga tentang mahalnya BbM dan buruknya infrastruktur jalan.




Bersama rombongan menteri, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Gubernur NTT dan Bupati Lembata, Presiden Joko Widodo melalui jalanan rusak dan berlubang ke desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape.

Sehari sebelum orang nomor satu di Indonesia itu datang, sejumlah ruas jalan yang rusak dan berlubang di desa Waipukang dan Muruona ditambal dengan tanah hitam. Pekerjaan ini dikebut hingga malam hari menggunakan alat excavator.

Baca juga ; Polres Lembata, Bantu Evakuasi Korban Banjir Bandang Ile Ape

Saat berada di desa Amakaka, warga yang sudah berkerumun di sana seolah menumpahkan kekesalan mereka kepada Pemda Lembata di hadapan Presiden Joko Widodo

Mereka mengeluhkan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Lembata dan buruknya infrastruktur jalan di Kabupaten Lembata termasuk jalan ke Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.

“Bapak Jokowi, jalan dari Lewoleba ke Amakaka itu mereka baru tambal tadi malam, pas bapak mau datang,” sindir seorang warga yang berteriak dari arah kerumunan, saat presiden sedang memantau kerusakan akibat banjir dan longsor.



Di samping itu, beberapa warga juga spontan berteriak kalau BBM di Kabupaten Lembata sangat mahal, hal yang sebelumnya dikeluhkan pengungsi saat bertemu Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini sebelumnya.

“Dari masyarakatnya menyampaikan kalau BBMnya mahal, oke saya terima,” ujar Presiden Joko Widodo singkat saat memberikan keterangan pers didampingi Gubernur NTT dan Bupati Lembata.

Presiden Joko Widodo telah berbicara dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengenai penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah setempat.

Atas persetujuan masyarakat, warga di lokasi terdampak bencana ini nantinya akan direlokasi di mana proses pembangunannya akan segera dilakukan secepat-cepatnya.

Selain itu, Presiden juga telah memerintahkan agar proses pencarian di tengah medan berbatuan yang menyulitkan pengoperasian alat berat untuk tetap dilakukan.

Mensos Serahkan Santunan Bagi Korban Banjir Dan Minta Pendamping PKH Dan Masukan Data Keluarga Yang Tertimpa Bencana.

Mensos Serahkan Santunan Bagi Korban Banjir Dan Minta Pendamping PKH Dan Masukan Data Keluarga Yang Tertimpa Bencana.

Mensos Tri Risma Maharini serahkan secara simbolik santunan korban banjir bandang di Lembata kepada pihak keluarga yang berhak menerima.

Baca juga ; Mensos Tri Risma Maharini, Pastikan Akan Cetak Kembali Kartu PHK Yang Hanyut Terbawa Banjir

Dijelaskan oleh kepala bidang pemberdayaan sosial dan fakir miskin Paulus Marang bahwa santunan yang diberikan berupa uang santunan sebesar 15 juta per jiwa bagi korban yang meninggal.

Saat menyerahkan Mensos Risma juga memberikan penguatan bagi para keluarga korban yang disambut haru hingga mencucurkan air mata.

Usai menyerahkan santunan Mensos menyempatkan diri singgah di posko pengungsi puskesmas Waipukang.

Saat bertemu para fasilitator keluarga harapan (PKH) Mentri sosial meminta agar para fasilitator bisa bekerja dengan maksimal mendata kembali para korban banjir.

Baca juga ; Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP

“Jadi kalau mereka yang belum.msuk data, tapi kena musibah maka susulkan nama mereka, nanti di komunikasikan dengan kementrian dan kepala dinas”. Ujar mentri.

Lanjut Mentri Risma, agar para pendamping PKH melihat secara obyektif, jika orang yang layak di bantu maka bantu saja. Cukup kirim gambar rumah dan kondisinya.

Paling lama Mei itu disusulkan sudah msuk karena bencana. Saatnya kerja benar-benar. saat ini kalian harus bisa membantu saudara- saudara kalian. Apalagi anak yatim agar bisa dapat kis, KIP. Ini saatnya bekerja tegas Mentri Risma.

Mensos Tri Risma Maharini, Pastikan Akan Cetak Kembali Kartu PHK Yang Hanyut Terbawa Banjir

Mensos Tri Risma Maharini, Pastikan Akan Cetak Kembali Kartu PHK Yang Hanyut Terbawa Banjir

Mediasurya.com, LEMBATA – Dalam cuaca yang kurang menentu mentri Sosial RI, Tri Risma Maharini yang mengaku telah mewakafkan nyawanya demi kemanusiaan tiba di Lembata Selasa (5/4/2021) untuk melihat lebih dekat situasi warga yang tertimpa musibah bnjir bandang.

Baca juga ; Koramil 1624-03/Lewoleba Buka Dapur Lapangan Untuk Pengungsi Bencana Banjir.

Dalam dialog bersama warga Mensos memastikan, pihaknya akan menggantikan kartu PKH yang hanyut akibat banjir bandang di Lembata.

“Jangan takut dan khawatir. Korban banjir bisa terima kartu kembali dalam 2 Minggu. Untuk kartu PKH janji 2 Minggu, nanti pak Bupati silahkan Surati saya,” ujar Mensos Tri Risma Maharini merespon keluhan Kepala Desa tentang kartu PKH yang ikut hanyut di terjang banjir.

Baca juga ; Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP


“Saya tau situasi ini berat, tetapi kamipun juga berat memikirkan dan menyelesaikan bencana ini,” ujar Risma.

Pihak Kementerian Sosial, kata Mensos, akan mengikuti kebijakan, baik merelokasi pemukiman warga ataupun membangun kembali rumah warga yang hancur.



“Kalau lahan sudah siap, bisa cepat. Kalau relokasi akan sangat bagus. Tetapi tentu tidak bisa segera. Butuh proses. Kalau rumah kebijakan bupati apa, kami ikut,” ujar Mensos RI.
Sementara itu Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur yang mendampingi Mensos RI, Tri Risma Maharini menjelaskan, pihaknya akan mengerahkan seluruh alat berat yang sedang mengerjakan proyek di Lembata untuk membantu proses evakuasi, setelah tiga hari sejak kejadian.

Anjing Pelacak Basarnas Bantu Endus Jasad Korban Banjir Bandang, Yang Tertimbun Material

Anjing Pelacak Basarnas Bantu Endus Jasad Korban Banjir Bandang, Yang Tertimbun Material

Mediasurya.com,LEMBATA – Badan penaggulangan Bencana Nasional (Basarnas) menurunkan empat ekor anjing pelacak (SAR Dog) dalam upaya membantu tim evakuasi mencari jasad korban banjir bandang yang belum ditemukan.

Baca juga ; Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP

Upaya Pencarian jasad korban longsor dan banjir di desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata terus dilakukan hingga hari kelima, Jumat (9/4/2021). Dan anjing pelacak akan mengendus di tumpukan material yang terbawa banjir, jika kemudian diendus maka areal tersebut akan di tandai agar pencarian difokuskan pada titik tersebut.

Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan Isran mengatakan, Tim SAR Gabungan, lakukan pencarian sejak pagi hari, Kamis kemarin, berhasil menemukan enam jasad korban bencana di desa Waimatan.

Baca juga ; Banjir Lembata, 42 Warga Yang Hilang Masih Dalam Upaya Pencarian

Pencarian menggunakan tiga excavator untuk membongkar timbunan bebatuan dan tanah longsor yang mengubur pemukiman warga.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Personil Basarnas, Personil Polres Lembata, TNI, Anggota BPD Kabupaten Lembata, PMI dan para relawan akan melakukan pencarian sampai semua jasad ditemukan.

Basarnas sendiri mengerahkan sejumlah personil dari Basarnas Sulawesi Selatan, Basarnas Kupang, Basarnas Denpasar dan Basarnas Pusat.

Korban dari desa Amakaka yang belum ditemukan dari total 26 korban hilang. Sedangkan, masih ada 11 korban hilang dari desa Waimatan dari total 26 korban yang dinyatakan hilang sebelumnya.