31 Warga Lembata Dijemput Dari Larantuka, 7 orang Karantina Mandiri.

Mediasurya.com,Lewoleba_Komunikasi Pemda Lembata dan Pemda Flotim, akhirnya berbuah hasil dengan dijemputnya 31 warga Lembata, pelaku perjalanan yang selama ini terkatung-katung di larantuka.


Pantauan media ini di pelabuhan laut Lewoleba (22/5/2020) kapal banawa yang mengangkut 31 warga Lembata tersebut tiba kurang lebih pukul 2.30.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/05/22/bst-kelurahan-lewoleba-tengah-lembata-menuai-protes/

http://www.mediasurya.com/2020/05/22/lurah-lewoleba-barat-terkait-penerima-bst-saya-kecolongan/

http://www.mediasurya.com/2020/05/20/kapal-asdp-kembali-muat-penumpang-ke-lembata/

http://www.mediasurya.com/2020/05/20/paulus-dan-titus-terimakasih-ama-frit-langotukan-karena-tidak-lupa-kami-masyarakat/

http://www.mediasurya.com/2020/04/30/inilah-kriteria-penerima-blt-dana-desa/

Para pelaku perjalanan langsung diarahkan ke posko gugus tugas, penanganan covid 19 pelabuhan laut Lewoleba untuk di semprot desinfektan, diukur suhu tubuhnya dan didata kembali sebelum diantar ke rumah karantina.

Apolonaris Mayan kadis pariwisata Lembata yang juga merupakan kepala rumah karantina pada, menjelaskan mereka 31 warga ini, di karantina masing-masing 12 orang di Meru, 12 orang karantina di rumah karantina pada, sementara 7 orang karantina di rumah, yakni satu keluarga karena ada bayi 3 bulan dan hakim pengadilan negeri Lewoleba.
Mayan mengatakan, Sejak kemarin malam sekda Lembata dan sekda Flotim sudah saling komunikasi untuk, pulangkan 20 orang Lembata di larantuka. Namun ketika hal ini di sampaikan ke ruang publik, terjadi tadi penambahan menjadi 68 orang yang mana selama ini ada 48 orang di penginapan masing-masing di rumah. Pada prinsipnya Pemda akan pulangkan semua namun, kita pakai sistem kloter.


Sudah kita wacanakan itu jadi nanti pada Tahap kedua yang kemungkinan hari Senin ini. Karena itu Kita minta mereka untuk bersabar. Dan harus diingat bahwa Bagi semua pelaku perjalanan harus dikarantina setelah itu baru, kita kembalikan ke daerah asal atau rumah masing-masing sesuai alamat namun, dengan ketentuan kepala desa, bidan atau pemerintah tingkat bawah menandatangani berita acara untuk pengamanan mereka, ketika berada di lingkungan . Semua ini kita lakukan hanya untuk memutus mata rantai pengembangan covid 19terang apol.

Kita berharap angka ini tidak lagi bertambah. Pesan saya untuk semua saudara kita yang masih diluar Lembata untuk bisa tahan diri dulu dan jangan pulang sementara waktu ini, karena transmisi lokal semakin meningkat dan cepat penyebarannya.

Apol meminta agar pelaku perjalanan tidak melihat rumah krantina sebagai tempat penyiksaan namun, ini bgian dari upaya memutuskan penyebaran covid 19.

Ditanya mengapa terjadi penambahan jumlah warga yang dijemput yang semual hanya 20 orang? Apol mengatakan, kenaikan ini karena ada ibu dengan bayi, suami dan anak. Lalu Ini juga merupakan permintaan teman-teman pelaku perjalanan agar pasangan suami, istri,anak serta bayi didahulukan. Dari 20 orang ini ada dua yang tidak jalan, ditambah pegawai pengadilan.sm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *