Bupati Minta, Semua Warga Jaga Lembata Tetap Jadi Zona Hijau

Mediasurya.com,Kolipadan_Situasi new normal ini, saya minta agar Lembata tetap menjadi wilayah zona hijau. Ini tidak main-main jadi tetap jaga jarak dan ikuti protokol kesehatan. Semua tetap ikut koordinasi pemerintah desa karena, pemerintah kabupaten telah mendistribusikan kebijakan tentang penanganan covid ke desa.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/06/15/bupati-lembata-surat-gubernur-ini-tidak-tegas/

http://www.mediasurya.com/2020/06/10/melorot-akibat-covid-19-pemda-lembata-siapkan-skema-naikan-pad/

http://www.mediasurya.com/2020/03/05/mengerikan-hiv-aids-di-lembata/

Hal ini disampaika. Bupati Lembata, saat melakukan kunjungan kerja ke desa Kolipadan kecamatan Ile ape (20/6/2020).

Saya minta masyarakat untuk sadar dan mengikuti arahan pemerintah karena, pemerintah tidak pernah menyusahkan masyarakat. Saat ini juga sudah tidak ada lagi karabtin terpusat sehingg semua dikembalikan ke masyarakat. Jika ada yang datang lalu dites dan reaktif kita tetap kembalikan ke desa, sehingga masyarakat tahu bahwa ada Yang reaktif dan Jangan lagi teriak ke kabupaten kerena kebijakan tentang penanganan covid di kembalikab ke desa.

Bupati mengatakan, boleh buka maupun tutup wilayah, tergantung kebijakan desa asal jangan tutup jalan kabupaten, propinsi atau pusat.


Bupati menggambarkan bahwa kita baru saja membuka akses transportasi namun, kapal dari Kupang yang angkut orang dan di lakukan rapid test, sudah 10 yang reaktif dan kita kembalikan ke desa juga kelurahan karena, di kabupaten tak ada lagi karantina terpusat.

Bupati Sunur mengatakan, saat ini kita perkuat di pengawasan dan pengendalin. Dengan demikian kita akan tahu resiko kebijakan yang kita ambil untuk di evaluasi setelah kita sampaikan ke gubernur.


Tim covid itu semua ada di opd termasuk camat yang monitoring dengan, koordinator meski karantina terpusat sudah tidak ada terang sunur.

Kita tengahelakukan pengawasan ketat terhadap transportasi laut karena, KMP Ile mandiri yang hanya terputar antar pulau di NTT namun, dalam tiga kali singah di Lembata, selalu ada yang reaktif.
Bupati sampaikan, akan rapid ABK kapal, sementara yang rapid test reaktif akan kita lihat 10 hari ke depan jika kemudian ada gejala maka akan kita isolasi.


Kalau tunggu gejala kadang orang tidak jujur harusnya kalau sudah ada rasa harus ke balai kesehatan terdekat. Harusnya di Kupang sudah dilakukan rapd test awal sehingga tidak beresiko menular ke darah lain.
Rapid tes pertama itu kan dengan masa kadaluarsa jadi ketika tiba kita akan rapid lagi. Dan akan gratis yang ber KTP Lembata ucap Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *