ASN Kerja Bhakti Pasang Pipa, Bupati Lembata ; Bukti Pelayanan Kepada Masyarakat

Mediasurya.com,Omesuri_Mungkin ini tidak biasa, mungkin juga melabrak kebiasaan dalam birokrasi di Indonesia. Namun kebijakan kerja bakti, alias bekerja tanpa biaya, sudah berkali-kali dilakukan Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/06/20/bupati-minta-semua-warga-jaga-lembata-tetap-jadi-zona-hijau/

http://www.mediasurya.com/2020/06/15/bupati-lembata-surat-gubernur-ini-tidak-tegas/

http://www.mediasurya.com/2020/03/05/mengerikan-hiv-aids-di-lembata/

Penegasan Bupati Sunur ini, menampik sinyalemen bahwa kebijakan “kerja Bhakti” dilakukan lantaran Daerah kekurangan Uang. Bupati juga menampik sinyalemen bahwa pengerahan ASN itu untuk menganulir biaya perawatan dari proyek yang gagal dikerjakan.

Meski dinilai sejumlah kalangan sebagai kebijakan tidak populis, Bupati Sunur hanya ingin agar esesensi pamong praja yang melekat dalam diri seorang ASN, sebagai pelayan rakyat, benar-benar dijalankan.

Dari tangan pelayan masyarakat ini, rakyat sebagai objek yang wajib dilayani Negara, dapat menikmati hasil pembangunan yang tulus dan iklas.

“kerja Bhakti ini untuk menyemangati. Ini pemicu bahwa kita itu bisa melayani masyarakat, dari semua aspek. Asal kita punya kemauan, untuk melayani. Ada Kegiatan Non Anggaran, ada kegiatan yang memerlukan anggaran. Ini kan pipa sudah ada, tinggal kita pasang pasang aja, kalau ada yang bocor kita punya pipa cadangan, ya kita ganti. Ini Include di dalam biaya perawatan,” ujar Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, kepada pers di Kantor Camat Omesuri, Sabtu (27/6/2020).

Kebijakan inipun menuai kritik. Namun, Bupati Sunur ingin mengatasi problem pembangunan dengan memaksimalkan potensi suber daya yang ada.

“Sistim kerja Bakti, bukan karena ketiadaan dana, ini Motivasi bahwa semua ASN ini kan Pamong Praja, itu dia bekerja baik dalam kondisi yang sudah dianggarkan maupun yang belum dianggarakan. Ini mau menunjukan kepada mereka bahwa harus bisa melakukan pekerjaan ini,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Sunur menginstruksikan ASN di lingkup Dinas Perhubungan dan Pekerjaan Umum kabupaten Lembata itu berkantor di hutan, guna menyelesaikan pemasangan Pipa air minum itu.

Membawa ratusan pipa itu menuju mata air Wei Sawe, wilayah pedalaman Desa Balauring, Kecamatan Buyasuri.

“Hari ini saya sudah menjadwalakan bersama Dinas PU dan beberapa Dinas lain, Camat dan Kepala Desa di Kecamatan Omesuri untuk kerja bhakti pemasangan pipa air yang bersumber dari Mata air Wei Lain, dan Wei Sawe. Tadi sudah mulai sisir dari Bak kearah Omesuri Pesisir, akan juga menyisir ke Buyasuri ke atasnya,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Sunur dalam kesempatan itu menjelaskan, kerja bhakti yang dilakukan tersebut Sekaligus menjadi sarananya melihat sendiri kendala yang ditemui dalam proyek air minum Wailain.

“ini kan sudah ada, kenapa koq air tidak mengalir. Saya tidak sekedar mendapat laporan. Laporan bahwa pipa bocor, yang kita bertemu ini kan bukan pipa bocor, tapi ini ada indikasi pengursakan pipa,” ujar Bupati Sunur.

Unsur kesengajaan pengrusakan pipa, sudah ada sebab pekerjaan Galian C di Desa Aramengi sudah tanpa ijin, merusak pula jaringan pipa Weilain.

Namun Bupati Sunur berharap, berbagai upaya yang telah diperjuangkan para ASN dan pemerintah ini mesti mendapat respon positip dari masyarakat sekitar. Warga jangan apatis, dengan membiarkan pemerintah berjalan sendiri, dan hanya menyaksikan berbagai kerusakan yang terjadi pada jaringan air bersih.

Sebaliknya warga mestinya berjuang menjaga serta merawat asset daerah dengan mengganti jaringan yang rusak, agar air bersih dapat terus dinikmati rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *