Cari Solusi Partisipasi pemilih, KPU Lembata Ajak Diskusi Wartawan

Mediasurya.com,Lewoleba_Belum maksimalnya partisipasi masyarakat Lembata dalam ajang pesta demokrasi, tidak membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata, patah semangat, sejumlah metode dan cara digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam semua ajang pesta demokrasi.

Akan kendala ini, KPUD Lembata mengajak wartawan yang bertugas di kabupaten Lembata, Nusa Tenggata timur untuk berdiskusi (30/6/2020) guna mendapatkan masukan agar bisa dicarikan formula mendorong partisipasi masyarakat.

Ketua KPU Kabupaten Lembata, Elias Keluli Making pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya berkomitmen mendorong kesadaran demokrasi dan pemilu bersama kelompok masyarakat termasuk bersama Forum Jurnalis Lembata.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/06/29/muhamad-fajar-bantah-kapal-katamara-dan-phinisi-aku-lembata-milik-pemda-lembata-tanpa-dokumen/

http://www.mediasurya.com/2020/06/28/asn-kerja-bahkti-pasang-pipa-bupati-lembata-bukti-pelayanan-kepada-masyarakat/

Ketua KPU Kabupaten Lembata, Elias Keluli Making menyebutkan, Sejauh UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 belum berubah, Kabupaten Lembata menjadi salah satu kabupaten yang akan menyelenggarakan pemilu serentak pada 2024.
“Bahwa ada wacana pemisahan pemilu Nasional dan Pemilu Daerah yang memungkinkan kita masuk pemilu 2022, itu masih berupa draft UU. KPU tidak berpegang pada draft rancangan Undang-undang,” ujar Elias Keluli Making.

Dikatakan, meski masih akan berlangsung pada 2022 atau tahun 2024, namun berbagai macam upaya terus dilakukan KPU Lembata guna mendorong kesadaran demokrasi dan pemilu bersama kelompok masyarakat di Lembata.



“misalnya dialog hari ini bersama Forum Jurnalis Lembata, kami juga punya Program KPU Goes to School, KPU Goes to campus dan kegiatan sejenisnya. Bahwa Pemilu adalah wujud kedaulatan rakyat, sehingga kami serius mempersiapkan partisipasi rakyat.

Berbagai masukan awak media seperti, kerjasama dengan pemerintah daerah agar KPU bisa mengakses data penduduk dari dinas kependudukan dan catatan sipil, agar nama orang mati bisa dikeluarkan dan menghapus pendobel nama, perbanyak ruang sosialisasi agar pemerintah desa bisa melaporkan tentang kematian warga, mengurangi angka golput dan KPU Lembata juga diminta membuka jejaring hingga ke tingkat paling bawah.

Sekretaris KPU Lembata,Jeremias Elias David Luasa memberi apresiasi masukan dari awak media dan berharap bisa menjadi bahan pertimbangan komisioner.

Mantan ketua KPU Petrus Payong yang kini menduduki posisi ketua devisi program dan data menjelaskan pihaknya belum lama ini telah bertemu Bupati menjelaskan tentang kendala yang dihadapi tentang sinkronisasi data.

“Kami berharap dalam waktu dekat bisa dilakukan MOU antara KPU dan Pemda tentang akses data kependudukan. Ini agar kami bisa melakukan sinkronisasi data pemilih” terang payong.

Sementara itu Idris Beda ketua devisi, sosialisasi pendidikan pemilih dan SDM memaprkan tingkat partisipasi pemilih yang cenderung tidak stabil dari setiap pesta demokrasi.

Hal yang sama disampaikan ketua devisi teknis Barnabas Marank dan ketua devisi Hukum Hermanus Tadon bahwa sikronisasi data harus dilakukan agar bisa mencapai tingkat partisipasi yang maksimal.

Banyak peraturan teknis yang baru diterima di sisa waktu yang sempit dan terkendala geografis juga menjadi hal yang menjadi perhatian serius lain pihak penyelenggara.sm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *