Stunting Di Lembata, Capai 2.301 Anak

Mediasurya.com,Lewoleba_ Jumlah anak yang mengalami kegagalan tumbuh kembang di Kabupaten Lembata mencapai angka 2.301 anak, hal inilah oleh pemerintah daerah kabupaten Lembata, berkomitmen untuk menurunkan angka stunting.


Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.


Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur dalam acara rembuk stunting di aula Setda Lembata (29/6/2020), berkomitmen menurunkan angka stunting. Di Lembata, terdapat 2.301 anak Lembata yang terdata sebagai kurang gizi stunting dengan rincian, 666 anak di bawah umur dua tahun dan 1.635 anak di bawah lima tahun juga menderita stunting.

Bupati mengatakan, Kabupaten Lembata menjadi bidikan prioritas tingkat nasional dalam kasus stunting. Untuk itu saya meminta PKK di desa-desa harus diperkuat dengan aktivitas yang mendukung penanganan stunting.

Baca juga ;http://www.mediasurya.com/2020/02/24/anak-penderita-stunting-di-lembata-capai-2201-jiwa/

http://www.mediasurya.com/2020/03/10/pkk-lembata-cegah-stunting/

http://www.mediasurya.com/2020/06/30/cari-solusi-partisipasi-pemilih-kpu-lembata-ajak-diskusi-wartawan/

“Masalah stunting ini menjadi tangungjawab kita bersama, kendala kita hari ini adalah, penangan stunting di tengah pandemi covid. Saya berharap ada formula penanganaan stunting di tenggah pandemi ini. Dan Rembug hari ini oleh Bupati semua peserta diminta untuk bisa memberikan masukan, yang kemudian akan dikaji untuk diambil langkah kebijakan penanganan stunting”.
Bupati Lembata dihadapan peserta rembuk stunting yang diikuti 50 perwakilan dari 144 desa/kelurahan, menandatangani berita acara komitmen bersama menurunkan angka stunting tahun 2020.


Stunting telah menjadi isu nasional karenanya, mencegah dan menurunkan kasus tersebut diperlukan kerja sama lintas sektor, apalagi di Lembata kasus stunting masih tinggi baik di perdesaan maupun perkotaan.

http://www.mediasurya.com/2020/06/28/asn-kerja-bahkti-pasang-pipa-bupati-lembata-bukti-pelayanan-kepada-masyarakat/


“Stunting termasuk pada kategori anak-anak yang mendapat perhatian khsusus. Maka perlu penanganan khusus, ketika petugas kesehatan memberikan obat. Pemerintah desa harus memastikan apakah obat yang diberikan diminum atau tidak, situasi lingkungannya juga harus mendukung,” kata Sunur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *