mediasurya.com

SMA Negeri I Nubatukan, Siapkan Dua Skenario Pembelajaran di Masa New Normal.

Mediasurya.com,Lewoleba_Wabah covid 19 telah meluluhlantahkan hampir semua sektor kehidupan dan dunia pendidikan pun, tak luput dari terjangan virus mematikan ini. Namun demikian, pemerintah baik pusat maupun daerah terus berupaya agar, masyarakat Indonesia terhindar dari wabah Korona, karenanya pemerintah menekankan agar pola dan perilaku masyarakat tetap berpatok pada protokol kesehatan.


Pemerintah telah menetapkan masa transisi wabah dengan masuki fase baru kebangkitan di masa new normal.
Semua sektor berupaya bangkit, dan dunia pendidikan di wanti-wanti tentang metode pembelajaran.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/06/20/bupati-minta-semua-warga-jaga-lembata-tetap-jadi-zona-hijau/


Kondradus Laba wakil kepala sekolah urusan kurikulum SMU Negeri I Nubatukan kabupaten Lembata, ditemui media ini diruangannya (9/7/2020) mengatakan, mengaju pada surat edaran kepala dinas PKO Propinsi NTT dan panduan dan kementrian pendidikan bahwa kabupaten yang msuk zona hijau bisa melakukan pembelajaran namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.


Kondradus menjelaskan, dalam panduan pembelajaran yang dikeluarkan oleh kementrian bahwa, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi diantaranya persetujuan orang tuan wali murid dan kepala daerah.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/07/09/masyarakat-lembata-minta-evaluasi-kawasan-hutan/


Benar bahwa sekolah menengah atas berada di bawah gubernur namun karena lokus sekolah berada di kabupaten Lembata maka, pihak SMA negeri 1 Nubatukan wajib meminta persetujuan kepada Bupati Lembata terang wakil kepsek urusan kurikulum ini.


Lebih jauh dikatakan sang guru bahwa, SMA negeri I Nubatukan telah menyiapkan dua skenario pembelajaran di masa new normal ini.

Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS) ataukah dobel sift yakni tatap muka dengan pengaturan jumlah siswa,jarak duduk dan waktu pembelajaran.
Guru Kondradus mengatakan, saat menyusun RPP juga pihaknya menyiapkan dua model yakni RPP covid 19 dan RPP yang selama ini di pakai.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/03/05/mengerikan-hiv-aids-di-lembata/

http://www.mediasurya.com/2020/06/10/melorot-akibat-covid-19-pemda-lembata-siapkan-skema-naikan-pad/


“Kami ajukan dua, untuk meminta persetujuan orang tua wali murid dan Bupati. Pada prinsipnya sma negeri I Nubatukan siap dengan keputusan yang ada nantinya”


Metode daring sudah kami terapkan di tiga bulan kemari, memang setelah kami evaluasi kurang maksimal. Contoh saat ujian semeater lalu kami gunakan metode daring cuma di hari pertama ada 80 an anak yang tidak bisa mengikuti ujian
Kendalanya banyak, diantaranya ada yang tidak miliki android,kalau pun ada tidak memiliki pulsa data, ada juga yang terhalang jaringn internet, koneksi internet yang kurang baik namun hingga hari terakhir ujian tersisa 20 anak yang kemudian diujiankan dengan metode guru dari rumah ke rumah.


Saat ini yang jadi tantangan ini adalah kelas Bru nanti tetapi pihak sekolah tetap akan berupaya melakukan sosialisasi kepada orang tua wali murid untuk metode pembelajaran apakah d Ngan daring atau dobel sift.


Kepala sekolah SMA negeri I Nubatukan, Bachtiar Aziz melalui Mikael Masan bagian humas menyampikan bahwa SMA Negeri I siap melakukan pembelajaran dengan metode apapun.
Mikael mengatakan, pihak sekolah tetap berpatok pada protokol kesehatan dan siap dengan pembelajaran baik metode daring maupun dobel sift.sm

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *