mediasurya.com

Warga Lembata, Sulit Dapatkan BBM Jenis, Premium dan Pertalite, Ini Salah Siapa?

MEDIASURYA.COM,LEWOLEBA_Sulitnya masyarkat kabupaten Lembata, mendapatkan bahan bakar jenis premium dan Pertalite beberapa hari ini, menjadi polimik yang menyita perhatian banyak pihak, bagaimana tidak, antrian untuk mendapatkan BBM jenis ini di SPBU mencapai satu kilometer padahal bbm jenis Pertalite bukanlah BBM subsidi, yang diberikan berdasarkan kwota namun, bisa didatangkan sebanyak mungkin tergantung kemampuan finansial pengusaha.

Harga premium subsidi dan Pertalite yang dijual pengecer di tepian jalan melambung tinggi harganya bahkan, mencapai 50ribu perbotol.

Ali Kedang salah satu aktivis Lembata kepada media ini saat di hubungi melalui sambungan seluler (Rabu,22/7/2020) mengatakan, Persoalan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) menurut pendapatnya, terjadi karena ada beberapa penyebabnya.

Ali mengatakan, keadaan ini bisa kita duga bertalian dengan kemampuan finansial pengusaha APMS atau Spbu, mungkin saja mereka tidak lagi mempunyai cukup modal untuk membeli BBM secukupnya. Point berikut yang dikatakan Ali adalah, PT patra niaga yang di tunjuk Pertamina sebagai transportir pengangkut BBM tidak mempunyai alat angkut yang memadai. baik alat angkut laut maupun alat angkut darat.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/02/26/komitmen-kalapas-kelas-ii-lembata-ciptakan-wilayah-bebas-korupsi-birokrasi-bersih-dan-melayani/


Saran saya untuk alat angkut, sekarang sangat cukup kapasitasnya bisa muat 50 ton namun, kenyataannya beberapa minggu ini, muat hanya berkisar 25 ton dan satu mingu hanya muat 4 kali, muat BBM dari Larantuka ke Lembata.

Saran kedua, agar Patra niaga transportir BBM ke Lembata, harus bisa mengatur agar alat angkut yang ada digunakan secara maksimal agar bisa memuat BBM secukupnya.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/06/10/melorot-akibat-covid-19-pemda-lembata-siapkan-skema-naikan-pad/

Sementara humas PT. Hikam salah satu penyalur BBM di Lembata saat dihubungi media ini, tak ingin media mempertanyakan terkait kondisi finansial perusahaan.

Saat media ini menanyakan alasan, kelangkaan BBM d Lembata dan Adanya informasi terkait kemampuan finansial pengusaha, humas PT. Hikam Alvian Beraf meminta awak media ini, membaca berita yang telah dipunlikasi media lain.

Humas PT. Hikam meminta media ini mengganti pertanyaan dan jangan menanyakan hal yang tidak-tidak.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/07/15/kadis-pko-lembata-sekolah-harus-disiplin-terhadap-protokol-kesehatan-kalau-mau-selenggarakan-kbm/

Dalam kondisi kesulitan warga untuk mendapatkan BBM jenis premium dan pertalite, pemda Lembata pun angkat bicara.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat dihubungi media ini (22/7/2020) mengatakan, pemerintah tidak ikut campur urusan Pertamina dan penyalur karena itu urusan bisnis. Memang beberapa waktu lalu ada kekurangan bbm di depo Larantuka jenis premium dan pertalite namun, saat ini sudah normal tingal bagimana menertibkan yang antri bolak balik.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/07/19/wanita-hamil-di-lembata-positif-covid-19/

Sunur mengatakan, kalau pemerintah tertibkan mereka marah-marah, DPRD juga ikut marah, bahkan orang diluar sistem juga ikut. Katanya rakyat mau makan lah, begini begitulah, jadi skrang kita mau bagaimana?

Kalau pol PP turun kita disalahkan jadi, pemerintah tidak operasi, kita nonton saja, pengecer mau jual harga berapa itu bukan kewenangan kita, silakan polisi ambil tindakan sebagai penegak hukum ungkap sunur.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/07/09/masyarakat-lembata-minta-evaluasi-kawasan-hutan/

Sekarang tinggal bagimana pertamina menghubungi pihak kepolisian, pemerintah hanya atur penjual tanpa izin.

Bupati Sunur juga meminta agar pihak penyalur jangan ikut bermain.

“jangan juga penyalur satu-satunya ikut bermain, untuk memberikan pada pengecer” tegas sunur.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/06/30/stunting-di-lembata-capai-2-301-anak/

Bupati Lembata meminta pihak Patra niaga juga harus terbuka terkait distribusi BBM. Dimana saat ini Patra niaga mengunakan jasa angkutan, PT. Floreti dan PT. Hikam. Sementara soal SPBU itu urusan bisnis dan pemerintah tidak ikut campur.

“Untuk BBM ini, kalau kita bayar baru kebutuhan kita di distribusikan” terang sunur.

Baca juga ; http://www.mediasurya.com/2020/03/05/mengerikan-hiv-aids-di-lembata/

diakhir pembicaraan media ini, menanyakan soal permohonan memanfaatkan dermaga jober namun, menurut Bupati pengusaha hanya sampaikan permohonan izin pakai, mereka tidak membicarakan soal konsekwensi dari pemanfaata dermaga jober, terang Bupati.

“mereka ajukan permohonan minta rekomendasi tapi, tidak bicara konsekwensi. Harusnya saat pengajuan mereka sertakan, kelengkapan lainnya seperti dokumen, tenaga profesional sebagai pengelola, bukan hanya kapal” terang Bupati.

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *