PEMDA DAN DPRD LEMBATA BERKOMITMEN MENDUKUNG PENUH GERAKAN DESA BEBAS MALARIA DI KABUPATEN LEMBATA

Mediasurya.com_Bertempat di Aulah desa Napasabok Kecamatan Ile Ape Selasa,18 Pebruari 2020 ,Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka bersama koordinator Proram SR Keuskupan Agung Ende melaksanakan Deklarasi Gerakan Desa Napasabok dalam mewujudkan desa Bebas Malaria.

MengawaliAcara ini Ketua Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka yang diwakili Pater Fransiskus So’o,SVD menyampaikan terimakasih dan syukur kepada Tuhan dan kita semua yang dengan cara kita masing masing sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan rencana.Desa Napasabok menjadi desa dampingan Yayasan Papa Miskin dan berproses selama 2 tahun dari zona Merah menjadi Hijauh artinya menjadi desa bebas Malaria.Desa Napasabok ibarat tanah yang baik,bagi beni beni yang baik dari pesan-pesan Tuhan pesan pesan kehidupan beni itu tumbuh berkat kerja keras kerja sama begitu banyak tangan dan pihak-pihak terkait tetapi yang paling utama adalah capurtangan dari tang tidak kelihatan untuk menghasilkan buah kehidupan,kesehatan ,sukacita dan damai yang dinikmati banyak orang , Pertahankan terus sebagai desa Bebas Malaria dan yakinlah Tuhan senantiasa memberkati kita semua pesan Pater Fransiskus So’o SVD.

Baca  juga ;

Pemda Lembata, Dukung Pengembangan Wisata Desa

Sementara Program menager SR Wilayah Keuskupan Agung Ende ISHAK SUPATRIOT DALO mengingatkan kemabali pesan orang tua dulu bahwa,mereka yang berhasil memindahkan gunung adalah mereka mereka yang memulai dengan mengangkat batu- batu kecil. Lembata dulu terkenal dengan Malaria Tertinggi di NTT Bahkan di Indonesia jelas Isak, dan berkat kerja keras dari Dinas Kesehatan Kabupten,Puskesmas,Petugas kesehatan,Pengelolah Program maka Tahun ini Malaria Turun Drastis hal ini di akui Dirjen Kesehatan Kementriaan berdasarkan hasil Monev di tingkat kemenkes bulan januari 2020 bahkan Pa dirjen menyampaikan proviciat untuk Lembata sudah dalam area/zona Hijau yakni bebas Malaria.dan ini bukan pujian tapi tantangan untuk kita berjuang bersama kedepanya tandas pa Ishak yang menurut rencana di tiap kecamatan 1 desa menjadi contoh desa bebas Malaria,pada kesempatan yang sama Ketua DPRD Kabupaten Lembata Petrus Gero S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apreasisasi kepada pengelolah program PERDHAKI dan semua steikholder yang telah bekerja keras dan menjadikan kita mencapai Zero Malaria atau bebas malaria ini.

Sehat itu sangat mahal tetapi sakit itu jauh lebih mahal tegas Petrus Gero, dalam pelaksanaan fungsi kami di Lembaga Dewan yakni sebagai fungsi Legislasi,fungsi Anggaran dan fungsi Pengawasan dan kominsi yang membidang adalah komisi III yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan dan seluruh yang berkaitan dengan kesejatraan kesejatraan masyarakat,Komisi III juga telah mengikuti workshop yang berkaitan dengan Malaria dan beberapa rekomodasi diantaranya DPRD mendorong rancangan peraturan daerah terkait Penganggulangan Malaria,dan Puji syukur Ketua Komisi III Pa Antonius Leu Maran S.Ag, berinisiasi dan sudah menyampaikan dokumen Ramperda Penanggulangan Malaria Kepada Ketua DPRD Untuk dibahas bersama dengan pemerintah dalam masa sidang ,tegas Ketua DPRD Kabupaten Lembata. Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola dalam sambutannya mengatakan terimakasih tak terhingga atas partisipai seluruh warga desa Napasabok selama ini dengan hati dan niat baik dari seluruh masyrakat sehingga semua program yang masuk di desa ini selalu berhasil dengan baik dan sukses hal ini didukung dengan kehadiran warga desa setiap kali saya diundang datang di Napasabok baik di Gereja,di Namang maupun di Aulah Desa Napasabok ini,untuk itu warga masyarakat tetap satu hati ,TA’AN TOU untuk membangun desa demi anak cucu atau generasi kita yang akan datang himbau pa Wakil Bupati, sebelum melanjudkan sambutan, Wakil Bupati Lembata mengajak warga masyrakat Napasabok menyemangati suasana dengan yel yel Eliminasi Malaria yang disambut secara spontan ole warga : Salam eliminasi,Malaria NO,Elimnasi YES, Aku Bisa,Lembata Sehat, ( dalam Bahasa Daerah setempat : Malaria Take,Eliminasi Nong, Go Bisa, Lewotanah Sare ),kita harus yakin maka semuanya jadi , saya membayangkan lembata dari zona Merah Malaria menjadi Hijau PERDHAKI ini punya jaringan sangat terbatas yakni Dinas Kesehatan ,Yayasan Papa Miskin ,SSR untuk itu perlu kerja keras dari semua pihak dan kita harus yakin bahwa ada bantuan dari tangan yang tidak kelihatan yang selalu campur tangan bagi orang-orang yang bekerja dengan niat baik,ada 3 tang yang tidak kelihatan yang pertama adalah Allah yang maha kuasah,yang kedua Arwah Para Leluhur,dan yang ketiga adalah Alam dan isinya.

Baca juga;

Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero.S.Sos ; ” Penguatan Kapasitas DPRD Itu Penting”

IKA WANTED,10 TAHUN JADI MOTIVATOR ORANG MUDA LEMBATA

Setiap niat baik kita selalu di respon oleh tangan yang tidak kelihatan karena dimana-mana selalu diAwali dengan Misa syukur. Kita punya inovasi yakni Zero ATM ( O) ATM artinya A : Aids T: TBC dan M : Malaria tegas Wabup Lembata hari ini kita semua senang ,sehat karena kita bebas Malaria artinya kita harus bekerja dan kerja berarti kita sehat dan produktifitas meningkat maka visi lembata yang produktif di tahun 2022 bisa terpenuhi. Masala kita yang belum terpecakan adalah zero HIV Aids. Wabup juga mengingatkan Kepala sekolah agar segerah membentuk Laskar Jumantik di sekolah ( Juru Pemantau Jentik ) diharapkan setiap RT mempunyai Jumantik untuk membantu memantau apakah ada jentik –jentik di tempat menampungan air/wadah penampungan mereka dilatih untuk menelitih dan melaporkan hasilnya untuk di kaji lebih lanjut inilah bentuk pendidikan karakter dan pada saatnya diperguruan tinggi mereka sudah terbiasa pesan Wabup dan juga kepada bidan desa dengan program GOOD Paginya, dan ternyata bidan desa Ibu Martha Natalia Abon secara khusus mendapat Apresiasi dari Wakil Bupati dan seluruh warga desa Napasabok karena secara rutin berkunjung disetiap rumah warga dan memeriksa kesehatan warga secara rutin untuk memastikan desa Napasabok Bebas dari Zona Merah menuju zona Hijau yakni Bebas Malaria proviciat buat ibu bidan Martha. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Komisi III bersama anggota dapil ile ape ,Kadis Kesehatan, Camat Ile Ape , Perwakilan dari OPD, Para kepala desa,ketua BPD,sekertaris Desa sekecamatan Ile Ape. Acara diakhiri dengan penandatangan Komitmen dari berbagai stekholder mengetahui Pemerintah Daerah Wakil Bupati Lembata dan Lembaga Legislatif Ketua DPRD Lembata.


ISI KOMITMEN GERAKAN MASYARAKAT DESA
DALAM MEWUJUDKAN LEMBATA BEBAS MALARIA .
1. Mengoptimalkan peran dan tanggung Penerintah Desa,Badan Permusyawaratan Desa dan seluruh masyarakat Desa Napasabok dalam Kegiatan Pemutusan Mata rantai penyebaran Penyakit malaria Yakni : Pemberantasan tempat perindukan nyamuk,memriksa diri ke fasilitas pelayanan kesehata,melaksanakan pengobatan sesuai dengan petunjuk tenaga Medis dan membudidayakan tanaman pengusir nyamuk,
2. Mengoptimalkan peran dan Tugas Kepada Desa,Badan Permusyawaratan Desa dan TIM penyusun Rencana Kerja Pembangunan Desa dalam menyusun dokumen Perencanaan Desa yang terintegrasi dengan upaya kesehatan yang bersumberdaya Manusia ( UKBM ) untuk mewujudkan eliminasi Malaria
3. Mengoptimal Peran Kecamatan,dalan mefasilitasi proses Perencanaan dan Penganggaran Desa.
4. Mengoptimalkan peran Dinas Kesehatan,Puskesmas,NGO dan Lembaga lainnya dalam mefasilitasi pendampingan,penaganan,pengobatan dan pencegahan malaria.
5. Mengoptimalkan Peran DPRD dalam pengalokasian anggaran dan mengawal/mengawasi pelaksanaan kegiatan mewujudkan eliminasi Malaria yang diusulkan Masyarakat melalui Musrngbang partisipatif maupun melalui perencanaan OPD.
6. Mendorong peran serta Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa dalam Penyusunan Regulasi di daerah dan desa terkait dengan eliminasi Malaria.
7. Mewujudkan Lemabata BEBAS MALARIA.(Dinas Kominfo Lembata).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *