Tolak Gaji Di Turunkan, Honorer Tenaga Medis RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, Mogok.

Mediasurya.com,Larantuka_Rencana pihak managament RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, menurunkan honor tenaga medis yang berkarya di rsud menjadi, Rp 1.150.000, yang semula di awal Januari 2020, para honorer telah menandatangani kontrak dengan gaji Rp 1.600.000 dan Rp 1.800.000 (sesuai strata pendidikan), berdampak pada mogoknya 70an tenaga honorer.
Tenaga kesehatan tak puas dengan langkah managemen karenanya, para honorer hari ini, Selasa (3/3) pukul 09.00 wita melakukan aksi protes, kepada pihak Managemen RSUD Larantuka.
Alhasil aksi protes ini berdampak pada pelayanan di seluruh ruangan hanya dilakukan oleh tenaga medis PNS, dan nyaris melumpuhkan pelayanan.

Baca juga ; Wakil Bupati Flotim, Ajak ASN Hindari Hoax, FItna dan Ujaran Kebencian
Pihak managemen RSUD Larantuka akhirnya menerima tiga honorer yang tergabung dari barisan bidan, perawat, tenaga radiologi, dan fisioterapi. Namun hal tersebut tidak di indahkan. Para medis berbondong-bondong memadati areal perkantoran, tempat berlangsungnya pertemuan antara pihak managemen dan perwakilan mereka.
Usai pertemuan tersebut, tenaga honorer yang mogok bergerak menuju ruangan diklat untuk mendengarkan pemaparan hasil pertemuan dari ketiga utusan mereka.
“Poin pentingnya adalah, kami bertiga menyampaikan pernyataan sikap kita bahwa, semua kita menolak penurunan gaji sebagaimana yang disampaikan pihak managemen. Kami ajukan protes, bagaimana mungkin gaji kita diturunkan ke Rp 1.150.000, sedangkan di awal Januari 2020 kemarin kita telah menandatangani kontrak dengan gaji Rp 1.600.000 dan Rp 1.800.000 (sesuai strata pendidikan). Namun pihak managemen beralasan perubahan gaji itu disesuaikan berdasarkan Perbup Nomor 25 Tahun 2019 yang oleh mereka dijelaskan telah terbit dan berlaku sejak Juni 2019 ! Nah, kami pun balik bertanya, lantas kontrak yang semua kita tandatangani pada Januari 2020 itu atas dasar Perbup tersebut atau atas dasar DPA RSUD ? Mereka menjawab kalau itu berdasarkan DPA Rumah Sakit. Lantas kenapa harus diturunkan ke Rp 1.150.000 ? Bahkan, karena penuruan tersebut adalah atas dasar Perbup sebagaimana yang disampaikan mereka, kami minta agar pihak managemen menemani kami bertemu Bupati. Namun permintaan itu di tolak dan managemen hanya berjanji akan meneruskan pernyataan sikap kita.” papar ketiga perwakilan barisan honorer tersebut. Para honorer tetap kompakan dan berkomitmen sesuai surat pernyataan sikap yang telah disampaikan ke pihak managemen RSUD.
Usai bertemu pihak managemen dan menyerahkan pernyataan sikap, para honorer langsung bergerak menuju Gedung DPRD Flotim, menyampaikan kekecewaan mereka sekaligus meminta  wakil rakyat Flotim membatalkan penurunan gaji mereka tersebut.sm

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *