Lembata Darurat HIV-AIDS, Wakil Rakyat Angkat Bicara

Mediasurya.com, Lembata_ Data orang dengan hiv Aids (odha) yang dirilis dinas kesehatan Lembata, memang mencengangkan betapa tidak sejak 2008 hingga 2019, penderita HIV dan AIDS di Lembata mencapai 416 orang. Sedangkan tahun 2020, ada delapan penderita baru HIV dan AIDS artinya ada 424 penderita yang telah dinyatakan positif.              Ketua komisi III DPRD Lembata, Antonius Molan Leumara, dalam rapat komisi bersama, dinas kesehatan, RSUD, pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan KB, kesrah Setda Lembata dan sosial Pmd (5/3/2020) mengatakan, dengan kondisi ini kita harus bisa memberikan pencerahan dan pendidikan tentang pola hidup sehat, dan perilaku sex di masyarakat. Namun saat ini yang menjadi tantangan dan kendala kita adalah belum ada koordinasi lintas sektor yang baik.       

Baca juga ; Mengerikan, HIV-AIDS di Lembata.  Curah Hujan Kurang, Petani Lembata Terancam Gagal Panen.

Leumara mengatakan, Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) harusnya menjadi leading utama penanggulangan HIV-AIDS di Lembata. Penderita yang terindentifikasi saat ini mencapai angka 424 merupakan angka fantastik karenanya komisi III DPRD Lembata, mengharapkan adanya koordinasi lintas sektor dalam, penanggulangan baik penyebaran maupun penyadaran masyarakat tentang pola hidup sehat. Data penderita yakni ibu rumah tangga 64 orang, petani 31 orang, wiraswasta 17 orang, tidak bekerja 15 orang, pekerja pub 11 orang, mahasiswa 6 orang, ASN 6 orang, tenaga kontrak 6 orang, pelajar 3 orang, guru 3 orang, perawat 2 orang, tenaga honorer 2 orang, bidan, pensiunan, nelayan, sopir, tukang kayu, pekerja serabutan, ojek, dan buruh masing-masing satu orang, akan hal ini komisi III, DPRD Lembata merekomendasikan agar, pihak-pihak terkait harus melakukan rapat koordinsi lintas sektor, memberi penguatan kepada KPAD, baik dari sisi peran maupun penganggaran, juga harus optimalkan data base sebagai acuan dalam penanggulangan dan penangan HIV-AIDS di Lembata. Selain itu ketua Fraksi Partai Demokrat ini, minta ada operasi pekat terkait meningkatnya penderita HIV-AIDS di Lembata.

Baca juga ; Komitmen Kalapas Kelas III Lembata, Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi, Birokrasi Bersih dan Melayani.

Leumara menyarankan selain sosialisasi penyadaran juga perlu dilakukan penertiban terhadap jam malam anak sehinga tidak lagi ada anak usia sekolah berkeliaran di jam larut malam.               Hal senada di sampaikan anggota komisi III Petrus Bala Wukak, kita harap ada keterlibatan Polres dan Pol PP dalam operasi gabungan. Wukak mengatakan, Tidak hanya operasi pekat namun, kita mengharapkan Polisi dan pol PP melakukan operasi gabungan, penertipan di kos-kos an, penginapan dan hotel. Ini soal bagaimana kita membangun sinergi dan Kerjasama semua elemen dalam pencegahan karena, ini soal prilaku.(mediasurya.com)

Share

4 thoughts on “Lembata Darurat HIV-AIDS, Wakil Rakyat Angkat Bicara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *