Mengerikan, HIV-AIDS di Lembata

Mediasurya.com,Lewoleba_ Lusia Sandra Gunadi Anggrijatno Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata mengatakannya, ada delapan orang di Lembata yang positif HIV dan AIDS selama Januari-Febuari 2020. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi dan pemeriksaan HIV dan AIDS di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata, Rabu (4/3/2020).
Lusia mengatakan, sejak tahun 2008 hingga 2019, penderita HIV dan AIDS di Lembata 416 orang. Sedangkan tahun 2020, ada delapan penderita baru HIV dan AIDS.
Berdasarkan data penderita HIV dan AIDS di Lembata tahun 2017-2019, penderita HIV dan AIDS berasal dari berbagai profesi, yakni ibu rumah tangga 64 orang, petani 31 orang, wiraswasta 17 orang, tidak bekerja 15 orang, pekerja pub 11 orang, mahasiswa 6 orang, ASN 6 orang, tenaga kontrak 6 orang, pelajar 3 orang, guru 3 orang, perawat 2 orang, tenaga honorer 2 orang, bidan, pensiunan, nelayan, sopir, wartawan, tukang kayu, pekerja serabutan, ojek, dan buruh masing-masing satu orang.


Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, menanyakan kepada kadis kesehatan mengapa penderita HIV dan AIDS didominasi oleh kaum perempuan atau ibu rumah tangga (IRT). Menanggapi pertanyaan tersebut, dr Lusia menjelaskan, jika dilihat dari jumlah penduduk, jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki laki.
Selain itu, lanjutnya, ibu rumah tangga rentan menjadi penderita HIV dan AIDS karena mereka tertular dari suami mereka. “Ada suami yang meninggal sebelum diperiksa HIV dan AIDS, ada juga yang tidak mau diperiksa. Namun, ada juga empat orang ibu rumah tangga yang positif HIV, sementara suaminya negatif,” kata Lusia.sm

Share

272 thoughts on “Mengerikan, HIV-AIDS di Lembata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *