Corona, Pasutri Lembata dari London, “Tolong Jangan Hakimi Kami”

Mediasurya.com,Lewoleba_Pasangan suami, istri asal Lembata yang bekerja sebagai TKI di London dan, baru berlibur ke kampung namun karena, perubahan cuaca dan mengalami batuk,flu telah di vonis sejumlah pihak terserang virus korona akhirnya di rujuk ke RSUD TC Hilers Maumere, ternyata sang suami mengalami sakit usus buntu.
Keluarga pasutri berinisial KT dan NT, memang mengalami pukulan berat dan tekanan luar biasa ketika, pihak-pihak tidak bertangungjawab mempostifkan KT dan NT sebagai, orang yang terserang virus korona.
Adik KT, berinisial YT kepada media ini di rumahnya (16/3/2020) mengatakan, “Ama, (panggilan untuk orang laki-laki Lamaholot) kami punya anak-anak terpaksa kami liburkan dari sekolah karena, kami tidak mau bila di sekolah saat bermain bersama teman-temannya, lalu bila ada yang kena flu anak kami yang dianggap sebagai penyebab.

Baca juga ; Mengerikan, HIV-AIDS di Lembata. -. ANAK PENDERITA STUNTING DI LEMBATA, CAPAI 2201 JIWA. -. PEMDA DAN DPRD LEMBATA BERKOMITMEN MENDUKUNG PENUH GERAKAN DESA BEBAS MALARIA DI KABUPATEN LEMBATA.
Ini kami sampaikan karena, orang di sekitar sini semacam takut berdekatan dengan kami, ada yang tutup pintu sejak mendengar isu ini, yang intinya gara-gara postingan di Facebook bahwa kakak saya dan istrinya terserang korona tanpa ada kepastian itu, kami dihakimi tanpa ada ampun.
Kami sadar bahwa semua orang tidak mau terserang penyakit ini namun, kami harap jangan karena informasi yang tidak akurat lalu kami di hakimi.
KT dan NT yang kini berada di Maumere, kepada media ini melalui sambungan seluler (16/3/2020), maaf karena di ganggu media ini mengatakan, tidak apa Ade, toh beberapa hari ini kami sudah tergangu luar dalam.
NT mengatakan, memang belum ada hasil pemeriksaan soal virus korona namun, saat ini suami saya KT sudah melakukan operasi usus buntu dengan berhasil.
Ditanya media ini, awalnya seperti apa sehingga mereka bisa di sangkakan sebagai penderita korona?
NT mengatakan, kami sudah di Indonesia sejak tanggal 28 Februari 2020 lalu. Saat tiba di Lewoleba beberapa hari lalu bapak (suami saya) menderita usus buntu sehingga, kami ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Mungkin karena dengar kami dari London, dan mungkin juga sedang flu sehingga, dokter merasa was-was.
Seandainya kalau kami membawa korona dari London, mungkin kami sudah pakpakan dalam perjalanan kami tapi, kami memahami kecurigaan mereka, cuma satu yang membuat kami kecewa itu adalah, harusnya pihak rumah sakit harus lebih bisa menjaga privasi kami, ungkap NT. Kami tidak akan sembunyikan jika kami sakit. Situasi ini memang kami mau klarifikasi tapi bagaimana?
NT mengatakan, kami mengerti Pemerintah melakukan antisipasi dan kami tidak bohong bahwa, kami memang ada batuk, flu dan pihak rumah sakit juga tahu kami dari luar. Tapi juga tidak mau jadi heboh…tadi saya sampaikan keluarga untuk ambil sikap diam.

Baca juga ; ANAK PENDERITA STUNTING DI LEMBATA, CAPAI 2201 JIWA. -. Curah Hujan Kurang, Petani Lembata Terancam Gagal Panen.. -. Lembata Darurat HIV-AIDS, Wakil Rakyat Angkat Bicara.
Kami berterimakasih kepada Pemda, atas semua akomodasi. Pihak rumah sakit sampaikan bahwa, kami dikirim ke Maumere bukan karena korona namun, usus buntu karena apendiksnya dan alat di RSUD Lewoleba kurang lengkap jadi harus ke Maumere sebab di sana peralatan lebih memadai.
Jika kami terkena korona, kami bersedia di isolasi dan dipisahkan dari yang lain. Selain itu orang yang buat isu ini, etika perawat, dokter tolong jaga kami. Diluar itu kita tidak bisa pungkiri bahwa ini sesuatu yang harus dijaga dan RSUD harus menjadi kekuatan untuk kesembuhan kita.
KT sang suami mengatakan, kami berterimakasih kepada Pemda yang cepat mengambil tindakan.
KT mengatakan, rumah sakit belum memiliki alat canggih untuk mendeteksi korona tapi kami minta juga jangan mempostifkan orang sesuka hati.
Kami minta maaf untuk seluruh masyarakat Lembata karena keresahan ini. Kami juga tidak ingin ada yang terkena virus ini.
Diakhir perbincangan dengan media ini, KT mengatakan saya minta agar semua keluarga kami bisa memahami situasi ini. (media Surya.com)Steny.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *