Kadis Kesehatan Lembata, “Semua kita bisa Kena Korona Tapi, Jangan Lengah dan Tetap Waspada Terhadap DBD”

Mediasurya.com,Lewoleba_Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr Lusia G.A kepada media ini diruang kerjanya (18/3/2020) mengatakan, semua kita bisa tertular virus Korona karenanya harus jaga kebersihan dan makan makanan bergizi agar daya tahan tubuh kita bagus namun, jangan lengah terhadap demam berdarah.

Baca juga ; Corona, Pasutri Lembata dari London, “Tolong Jangan Hakimi Kami” . -. Mengerikan, HIV-AIDS di Lembata . -. Kasat Reskrim Polres Lembata “Proyek dalam Masa Pekerjaan atau Pemeliharaan Tidak Bisa di Priksa”. -. Antisipasi Korona, Polres Lembata Bersama Dinkes Lembata, Semprot Desinfektan Di Rumah Ibadat.

Ditanya terkait, orang kesehatan yang pertama memposting pasien korona di Lembata, dr Lusia mengatakan, bukan di Facebook (FB) namun whatsup (wa). Mungkin maksudnya baik tapi salah menyampaikan. Ya kadang kita juga begitu, apa yang kita sampaikan lain begitu sampai orang ke 10 mungkin lain hasilnya.
Terkait pasutri asal Lembata, yang baru dari London, dr Lusia menjelaskan, bahwa belum ada hasil laboratorium yang memastikan bahwa mereka terserang virus korona. Waktu tiba di Lewoleba, suami dari pasutri tersebut, keluhkan sakit di perut kanan bagian bawah, tapi mungkin perubahan cuaca sehingga ada batuk pilek ketika itu. Saat priksa ke RSUD hasil diagnosa dokter Dina, sesuai dengan kriteria yang dikeluarkan Kemenkes yang mana pasangan ini masuk kategori orang dalam pemantauan (odp).


Mungkin baru dari Inggris, lalu sedang batuk, pilek tapi mereka bukan dipulangkan seperti informasi yang beredar tapi, mereka ini berlibur setiap tahun. Menurut kadis kesehatan Lembata, orang dalam pemantauan itu, memiliki riwayat batuk,pilek,demam yang tidak disebabkan oleh penyakit lain. Maksudnya dalam keadaan sehat dan untuk pengawasan orang dalam pemantauan, tidak perlu rujuk tapi dipantau saja. Namun waktu itu, suami dari pasutri tersebut keluhkan sakit diperut kanan bawah,disertai batuk pilek yang kemudian berkembang dimasyarakat jadi lain. Ya begitulah kalau kita sampaikan a namun sampai orang ke 10 bisa jadi lain.
Kadis kesehatan mengatakan, pihak dinas kesehatan terus melakukan sosialisasi tentang apa itu virus korona, bagaimana mengenali gejalanya, penularannya dan cara pencegahan.
Terkait ASN yang salah, menyampaikan informasi tersebut kita kenakan sanski teguran keras sesuai aturan kepegawaian.
“Kami orang kesehatan di Lembata, berusaha maksimal dengan keterbatasan yang kami miliki. Saya mengingatkan semua kita bahwa, harus waspada dengna korona tapi bukan panik. Ucap dr Lusia.
Semua kita bisa kena ungkap dr Lusia. Lanjut kadis kesehatan ini bahwa, harus selalu pake masker, jaga pola hidup sehat, cuci tangan dan hindari kegiatan yang melibatkan masa. Korona ini virus berat jadi tidak bertahan di udara langsung jatuh. Sebagai informasi, dr Lusia mengatakan, Virus Korona bertahan ditangan 2 jam, jadi kalau cuci tangan dengan air mengalir dan sabun kita bisa terbebas. Virus bisa bertahan di baju selama 9 jam dan akan bertahan lebih lama pada benda mati seperti meja,kursi atau majalah dll yakni selama 12 jam.
Saran dr Lusia, agar cairan clorin dengan campuran 1 berbanding 9 maksudnya, satu clorin dan 9 gayung air dicampur lalu dengan sarung tangan lap semua benda di rumah minimal 1 kali sehari. Lalu sebisa mungkin tangan kita tidak menyentuh muka ketika berada diluar rumah sebelum cuci tangan karena, virus bisa masuk ke tubuh melalui tangan, hidung, dan mulut.

Baca juga ; BOP Labuan Bajo ; Pariwisata Lembata,Sudah Siap di Jual . -. BNN Minta Pemda Lembata Antisipasi Peredaran Narkoba. .-. PPK Se Kabupaten Lembata, Mundur Dari Jabatan. -.

Jika daya tahan tubuh bagus mudah-mudahan tidak tertular ungkap dr Lusia.
Pesan dr Lusia jika ada yang batuk pilek, harap pake masker terus lakukan pemeriksaan ke dokter namun, jika dalam 14 hari tidak ada perubahan sebaiknya, bisa isolasi diri di rumah. Situasi ini mau tidak mau, siap tidak siap kita dipaksa untuk terima dia (virus korona).
Kita ini daerah kepulauan, susah kita jaga seperti Lembata ini banyak pintu masuk. Karena itu kata dr Lusia, lebih baik kita mencegah dari pada mengobati. Dikatakan sang kadis, di Kabupaten Lembata belum ada pasien korona karenanya, jangan menduga-duga atau mengkira-kira.
Kalau semua masyarakat Lembata sadar akan pola hidup bersih dan sehat ya kita tidak serepot ini. Pesan dr Lusia kepada keluarga pasutri yang kini berobat ke Maumere, agar tetap tenang dan tidak terpancing situasi.
Dokter Lusia mengatakan, ada pasien yang terpapar virus korona tanpa gejala, tapi mungkin sempat kontak dengan penderita. Saya ajak semua kita jaga Lembata, jika ada keluarga dari luar daerah tolong, sampaikan orang kesehatan untuk dilakukan pengecekan.

Demam berdarah.

Disinggung soal DBD yang hingga kini belum dicabut KLB oleh Pemda Lembata, dr Lusia mengatakan, kita boleh sibuk dengan korona tapi jangan lengah dan tetap waspada terhadap DBD.
Kami dari dinas kesehatan, istilahnya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui maksudnya, setiap kali melakukan penyebaran informasi korona, DBD tidak kami lupakan. Karena DBD lebih mematikan, dimana DBD menyerang pada anak-anak. Kasus DBD di Lembata telah merenggut tiga jiwa dengan 250an kasus seluruh Lembata.
Dokter Lusia mengungkakan, kasus DBD terbanyak di Lewoleba yang kebersihan paling rendah, ini ditandai dengan belum satupun kelurahan yang miliki STBM. Memang merubah mindset orang tidak gampang, merubah perilaku orang tidak semudah membalik telapak tangan.

Baca juga; Pemda Lembata Himbau Masyarakat, Tidak Gelar atau Ikuti Kegiatan Yang Melibatkan Massa. -. Kunjungi SMUN I Buyasuri, Ibu Wakil Bupati Lembata, Bangga atas Kreatifitas Siswa dan Guru. -. Julia Sutrisno Laiskodat, Ajak Kader Nasdem, Sukseskan NTT Maju..

Lewoleba penduduk lebih banyak dan lebih susah diatur terang dokter Lusia. Kalau orang kampung lebih tertib. Lewoleba paling kotor. Saya pernah lewat di satu jalan dengan hotmic bangus tapi di pinggir jalan ada sampah berserakan. Makin dilarang makin dibuat.

Hal senada disampaikan Julia Sutrisno Laiskodat, Srikandi NTT, yang kini mengemban tugas sebagai wakil rakyat NTT di Senayan sebagai wakil rakyat.

Saat reses di Lewoleba (17/3/2020) Julia Laiskodat mengatakan, bahwa NTT beruntung karena, punya banyak hasil bumi rempah-rempah.
Tolong disebar luaskan ke masyarakat ya ungkap Julia Laiskodat, bahwa dengan air jahe dan kelor nutri yang dibutuhkan tubuh menangkal virus korona.
Gubernur juga berpesan agar ASN NTT, untuk sementara waktu jangan lakukan perjalanan keluar daerah. Kita harus siap dengan apapun tegas Julia Sutrisno. Anggota DPR RI ini mengingatkan, bahwa kita jangan terlena dengan korona saja tapi, harus juga antisipasi DBD. (mediasurya.com)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *