Wakil Bupati Lembata ; Terkait Korona, Jangan Lagi Ada Kumpulan Masa, Jika Ada Yang Melawan Regulasi Harus di Tindak.

Mediasurya.com,Lewoleba_ Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday dalam pertemuan bersama kepala OPD di halaman aula Setda Lembata (23/3/2020) menegaskan agar, dalam penanganan korona jangan tunggu perintah, jika ada yang melawan regulasi harus diambil tindakan. Dan biasanya yang melawan itu pejabat yang masih muda yang merasa diri hebat,merasa diri sombong. Ingat kalau sudah kena covid19 Korona maka itu terakhir kita ketemu. Meninggal pun kita tidak bisa hadir.Langoday mengatakan, begitu bahayanya korona maka, kita patut waspada. kita perlu hati-hati, dan perketat pintu masuk ke Lembata. Virus ini sangat berbahaya karena kita dearah satu pulau, kalau satu terjangkit maka semua bisa kena.
Kita tidak lookdown Pulau ini tapi, mari kita lookdawn hp kita, lookdown pikiran kita, lookdown perkataan kita. Iman boleh kuat tapi ragawi kita tetap lemah.
Saya himbau para camat agar, sampaikan ke orang tua para mahasiswa untuk lookdown di rumah jangan karena, tiket murah semua mau pulang sementra, daerah dari luar Lembata banyak yang terindikasi korona.
Wakil Bupati mengatakan, bahwa sekolah diliburkna sebagai salah satu cara, memutus mata rantai korona. Sembyang tetap di rumah masing-masing. Kalau pesta sebaiknya ditunda dulu, kalau ada yang meningal ingat jaga jarak.

Baca juga ; Kadis Kesehatan Lembata, “Semua kita bisa Kena Korona Tapi, Jangan Lengah dan Tetap Waspada Terhadap DBD”. -. Pemda Lembata Himbau Masyarakat, Tidak Gelar atau Ikuti Kegiatan Yang Melibatkan Massa. -.Keuskupan Larantuka Dan Pewaris Kerajaan Sepakat, Batalkan Prosesi Jumad Agung Tahun 2020.. -. Mengerikan, HIV-AIDS di Lembata.


Teman-teman di opd juga saya harap bisa siapkan minimal, sabun, air untuk cuci tangan, termasuk dengan tisu. Jangan dengan kain karena itu bisa mengantar virus ke ornag lain.
lagoday secara tegas mengatakan, saat ini kita, berada pada posisi darurat bencana, maka mari masing-masing kita bertindak untuk sampaikan apa itu korona kepada masyarakat. Juga kepada pol PP jika ada yang langgar regulasi harus ditindak . Jangan biarkan hal-hal yang meresahkan masyarakat.
Wakil Bupati meminta kepada pihak kesehatan, Kalau bisa siapkan masker untuk buruh di pelabuhan karena kalau mereka tidak bongkar maka kita semua juga bisa susah.
Sementara itu beberapa pejabat daerah ynag dimintai penjelasannya secara gblang menyampaikan situasi lapangan saat ini di kabupaten Lembata.

Camaat nubatuka misalnya, menggambarkan bahwa pihaknya, setelah melakukan pemetaan bersama teman-teman dari PRB Lembata, menyampaikan dari sisi laut Lembata sangat terbuka hal ini diperparah, pola hidup bersih dan sehat, dan kami sudah mendata ada 25 orang dari luar daerah yang teridentifikasi korona dan hasilnya 4 orang masuk odp.

In Wangge menjelaskan, Pihak kecamatan Nubatukan, juga koordinasi dengan puskesmas, dan mengumpulkan pihak-pihak terkait seperti ketua kelompok,RT, RW tanpa harus meengunpulkan masyarakat untuk menyampaikan tentang apa itu virus korona dan bagaimana mencegah dan penanggulangannya.
Aselmus Ola Bahy, Sekretaris Dinkes Lembata, meminta agar alur laporan itu di rubah.

Bahy mengatakan, Kalau bisa dari desa, kecamatan, puskesmas dan ke dinas sebelum ke sekretariat untuk di sampaikan apakah masih odp, atau positif. Kita minta bantuan teman-teman pol PP untuk bantu mengawasi termasuk sekolah-sekolah yang sudah libur tapi, masih ada guru yang manfaatkan situasi ini.
Camat wulandoni Frans Dangku, dalam laporan lisan dihadapan wakil Bupati,sekda dan kepala opd megharapkan agar informasi resmi korona disampaikan pemerintah,karena jika kita lengah bisa sangat berbahaya.
Dangku mengatakan, saat dirinya melakukan inspeksi ke puskesmas mereka (perawat,bidan,dokter) sangat tidak siap karena ketiadaan peralatan. Bahkan maskerpun tidak ada. Saya harap kalau bisa jangna lagi atau kurangi pertemuan seperti ini karena, masyarakat pasti ikut.
Apoloniud Mayan Kadis pariwisata Lembata, menggambarkan bahwa situasi saat ini oleh sebagian besar masyarakat dianggap biasa-biasa saja.

Apol mengatakan, tidak semua masyarakat paham soal ini jadi, kalau bisa Pemda lebih tegas. Satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah, Implikasi korona adalah ekonomi jadi bagimana Pemda lakukan operasi pasar.
Wakil Bupati, kalau bisa Kominfo lakukan pengumuman terus menerus.karena kita tidak hanya berhadapan dengan korona tapi juga seks bebas,narkob,HIV Aids. Mudah-mudah penyakit ini TDK ada di ASN. (mediasurya.com)

Share

14 thoughts on “Wakil Bupati Lembata ; Terkait Korona, Jangan Lagi Ada Kumpulan Masa, Jika Ada Yang Melawan Regulasi Harus di Tindak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *