Wabup Agus Boli; Paskah dan Korona Virus

Wabup Agus Boli; Paskah dan Korona Virus

Sebuah Refleksi.

“Sesungguhnya perayaan paskah, dengan cara menghening di rumah kita masing di Tengah Virus Corona, menegaskan nilai Eccleasia Enim Est domus Nostrae, artinya Rumah Kita adalah Gereja sejati dan kita adalah kepala gereja dalam rumah.
Hasil refleksi saya secara pribadi, keterhubungan sosiologis-religiusitas antara himbauan Pemerintah terkait Corona dengan Pesan Ilahi Tuhah sebagai berikut;
1. Himbauan Social Distancing, hemat saya, Tuhan tengah ingatkan kita bahwa, janganlah berkumpul yang hanya sekedar untuk, menjatuhkan orang dan merancang kejahatan-kejahatan kepada orang lain. Hendaknya kita berkumpul untuk kebaikan semata bagi sesama.
2. Himbauan Fisycal Distanting, Tuhan tengah ingatkan kita bahwa, kadang kita harus menjaga jarak dengan orang lain untuk hal-hal tertentu, supaya kita tidak tertular atau menularkan virus, kemunafikan, kepalsuan dan kesombongan pada orang lain, demikianpun sebaliknya.
3. Himbauan Selalu cuci tangan. Sesungguhnya Tuhan sedang ingatkan kita bahwa, tangan dan diri kita penuh dosa karena itu, segerah bertobat dan berubah di masa paskah ini.
4. Himbauan jangan buang ludah atau sampah lain sembarangan. Disana Tuhan ingatkan kita bahwa, menjaga kebersihan lingkungan itu penting, untuk keseimbangan kehidupan dan sebagai bentuk syukur pada Tuhan Pencipta Ilahi.

5. Himbauan selalau pakai Masker, disini Tuhan sedang ingatkan kita bahwa, mulut kita kadang di tutup, dan di gunakan hanya untuk wartakan kebaikan, kedamaian, sukacita dan harapan. Mulut harus di tutup supaya jagan sebar ujaran kebencian, hoaks dan provokasi jahat.
6. Himbauan untuk Tidak ke tempat Hiburan, mal, toko dan kafe dll, disini Tuhan tengah ingatkan kita agar jauhi sikap hedonisme, dan ingat orang miskin, susah tidak ada di tempat hiburan karena, mereka tidak bisa kesitu.
7. Himbauan Stay at home, Tuhan ingatkan kita bahwa, kadang perlu refleksi makna kehidupan di rumah, yang sepih supaya bisa kenali diri kita seutuhnya who am i ?. Lalu kita kadang protes Pemerintah karena, kelamaan stay et home dan mengatakan, “kami kekurangan makanan”. Saudaraku, tidak tahu kah kamu bahwa, masih banyak sesama kita yang bukan saja kekurangan makanan tapi,  “ketiadaan makanan” berhari-hari bahkan berminggu-minggu? Harusnya dengan semangat Paskah, mari kita tolong mereka di sana.
Virus Corona bangkitkan semangat solidoritas tanpa sekat Agama, Suku, golongan dan bangsa untuk lawan Corona. Karena itu pada saatnya nanti, kita keluar rumah sambil menjaga lingkungan, solider dengan sesama sambil memuji Tuhan, atas kesadaran Iman bahwa Tuhanlah penyelesai semua, problem kita. Karena sesungguhnya “tiada sehelai daun pun jatuh ke Bumi tanpa se-izin Allah, Tuhan lah kekutan akhir kita dan jangan lupa Taati Himbauan Pemerintah.
Selamat Paskah dan Semoga cahaya kebangkitan Kristus menghalau Virus Corona di muka bumi.

Share

One thought on “Wabup Agus Boli; Paskah dan Korona Virus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *