Terkait Korona, Bupati Lembata Sayangkan, Peserta Tabligh Akbar di Goa Sulawesi Selatan, Asal Lembata Tidak Jujur.

Mediasurya.com,Lewoleba_Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur sayangkan sikap empat peserta Tabligh Akbar ijtima di Goa Sulawesi Selatan asal Lembata tidak jujur, menyampaikan telah melakukan perjalan, hal ini disampaikan Bupati dalam jumpa pers (1/5/2020).

Baca juga ; Kepala Puskesmas Lewoleba, Muhad Fajar, “Kami Bersyukur, Ketua DPRD Lembata Berih Perhatian di Tengah Pandemik Korona”.   -. Satu PDP Korona Virus Covid -19,Masih Di Rawat RSUD Lewoleba.   -. Paripurna Via Vicom, DPRD Lembata Beri Catatan Terhadap LKPJ Bupati 2019.

Harusnya sekembalinya para peserta Tabligh Akbar ini, menyampaikan ke kita agar diambil langkah. Ini sudah disini beberapa lama, dan telah melakukan kontak dengan orang lain baru kita tahu, dan setelah pihak kesehatan melakukan tes awal kepada ke empat peserta ini, satu diantaranya postif hasil rapid test dengan gejala. Ini yang sangat kita sayangkan tegas sunur.

“Kita lakukan ini bukan hanya untuk diri si pelaku perjalanan namun juga, untuk keluarganya, RT atau lingkungan dan masyarakat Lembata pada umumnya”.

Kami akan lakukan penyisiran terhadap aktifitas ke empat orang ini, mesjid dimana mereka beribadah, dengan siapa-siapa mereka melakukan kontak.

Saya minta agar masyarakat segera melapor kepada gugus tugas atau ke pemerintah bila melihat ada orang baru atau pelaku perjalanan yang baru tiba di lingkungannya. Semua kita tentu tidak berharap tiba-tiba baru ada kejadian. Terang Bupati Sunur.

Sunur mengatakan, Pemerintah Lembata hingga saat ini, masih tetap pada edaran dengan pembatasan orang untuk berkumpul dan belum ada kebijakan apapun, untuk mencabut edaran tentang protokoler menghadapi Korona. Kita juga semakin diperkuat dengan fatwa MUI.

Bupati mengatakan dengan dasar ini, dirinya akan mengundang para ulama untuk rapat kembali, apakah kita akan buka satu Minggu ke depan atau kita tunda lagi 14 hari lagi hingga satu bulan ke depan?

Bupati mengatakan, terhadap p8 sebutan untuk salah satu peserta ijtima tabligh Akbar di goa yang positif hasil rapid test ini, kita akan lakukan swab untuk mengetahui secara pasti. Memang beliau akui melakukan karantina mandiri namun, sayangnya dia tidak jujur.
Diakhir pertemuan Bupati berpesan agar, masyarakat diminta jangan panik namun, juga jangan berjalan sendiri-sendiri, kita tahan diri satu dua bulan ke depan untuk disiplin tetap di rumah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *