Covid 19 ; Guru Dan Musuh Yang Harus Di Kalahkan.

                 Oleh Melki Muda Makin                 Kepala SMPN I Kecamatan Nubatuka – Kabupaten Lembata

Hari ini, 2 Mei 2020, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020. Perayaan hari pendidikan yang biasanya kita rayakan dengan semarak ragam kegiatan-kegiatan kreatif dari Sabang sampai Merauke, tidak lagi dirayakan untuk tahun ini. Demikian penegasan yang disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, dalam pedoman penyelenggaraan Hardiknas 2020 nomor 42518/MPK.A/TU/2020.

Di dalam pedoman penyelenggaraan Hardiknas 2020 tersebut, jelas ditegaskan antara lain, tidak boleh diadakan upacara apel bendera di tingkat satuan pendidikan maupun dinas, kecuali apel terpadu yang dilaksanakan di lingkup kementrian pendidikan, dengan tetap memperhatikan protokoler covid 19. Di samping itu, ditegaskan pula untuk tidak diperbolehkan mengadakan ragam kegiatan kreatif memperingati Hardiknas 2020 di seluruh Indonesia. Para insan pendidikan diharapkan dapat mengikuti jalannya peringatan Hardiknas tahub 2020 melalui chanel youtube maupun saluran TVRI yang akan disiarkan hari ini, pukuk 19.00 wita.

BELAJAR DARI COVID 19 merupakan tema yang diusung dalam peringatan Hardiknas 2020. Sebagai seorang guru, saya sangat memberikan apresiasi dan salut pada Bapak Mendikbud RI, Nadiem Anwar Makarim, atas pilihan tema perayaan Hardiknas tahun ini.

Bagi saya, tema ini memberikan dua penekanan. PERTAMA , secara positif, Covid 19 harus dilihat, dimaknai dan direfleksikan sebagai ‘seorang pendidik hebat’ yang sedang memberikan pengajaran kepada kita smua. Kita, suka tidak suka, harus belajar dari dan tentangnya.

Covid 19 mengajarkan kepada kita, tentang pentingnya menjaga personal hygiene. Kebersihan pribadi yang terjaga baik, akan mendatangkan kesehatan pribadi yang baik pula. Selanjutnya kesehatan pribadi akan membentuk kesehatan masyarakat, dan seterusnya akan terciptanya kesehatan bangsa dan negara yang ampuh. Bangsa yang sehat, adalah bangsa yang mampu bertahan dari sekian macam persoalan-persoalan kesehatan, baik yang datang dari dalam mau pun dari luar.

Selain personal hygiene, covid 19 juga mengajarkan kepads kita tentang disiplin diri yang kuat. Dari disiplin diri, akan berkembang ke disiplin masyarakat, dan seterusnya akan berpengaruh dan menentukan disiplin bangsa pula. Pembelajaran disiplin memang harus selalu dimulai dari diri sendiri. Hanya bangsa dengan disiplin diri yang tangguh saja yang akan mampu menghadapi semua ancaman dan persoalan yang datang dari dalam mau pun dari luar dengan sempurna.

Dari covid 19, kita akhirnya tahu dan mengerti, betapa berarti dan mahalnya sebuah nyawa. Dari pañdemik covid 19 yang masih belum berakhir, kita belajar bahwa cuma disiplinlah, satu-satunya obat penawar dan pencegahannya.

Covid 19 juga mengajarkan kita pentingnya kerjasama. Bangsa dengan sinergitas kerja semua elemen yang baik,akan lebih cepat keluar dan terbebaskan dari pandemik covid 19. Mulai dari pusat hingga ke desa-desa, termasuk para pelaku pendidikan, harus bekerja sama. Perhatikan semua arahan dan himbauan pemerintah secara lebih tegas lagi, maka kita pasti akan lebih cepat menuntaskan peperangan ini.

Covid 19 juga, secara langsung mengkritik budaya dan gaya hidup kita. Bahwa pada saat tertentu, kesendirian dan jarak, tidak bisa dilihat sebagai bentuk presentasi ego yang kurang baik, melainkan sebuah ‘budaya baru’ yang mulai sekarang harus dipelajari dan dibiasakan. Kita mesti pahami secara baik, bahwa hura-hùra bahkan kegembiraan dan kesenangan dalam kelompok, tidak selamanya menjamin kebahagiaan kita dari sisi kesehatan.

Dan lebih dari pada itu, covid 19 mengajarkan kepada kita tentang pentingnya komunikasi yang intens antara semua anggota keluarga. Barangkali selama ini, saking padatnya agenda dan rutinitas kerja serta belajar, kita lupa akan hakekat komunikasi yang sesungguhnya. Kita akhirnya punya banyak waktu untuk bersama, bercerita, belajar, curhat, membagikan kasih dan cinta secara utuh kepada segenap anggota keluarga.

Hal KEDUA, covid 19 tetap harus dilihat sebagai musuh bersama yang harus diperangi. Covid 19 tidak bisa dikalahkan secara person per person. Ia juga tidak bisah dimusnahkan dengan persenjataan alutsista negara secanggih apa pun. Ia hanya bisa diperangi dan dikalahkan dengan kerjasama seluruh bangsa ini, termasuk seluruh elemen pendidikan yang tersebar di seluruh tanah air.

Himbauan dan penegasan pemerintah seperti selalu stay at home, work from home, learning from home, social distancing, phisical distancing, using mask every time, washing hands and body, serta menjaga system imun tubuh secara baik, adalah senjata ķita.

Namun sepertinya kita begitu sulit mengalahkan apalagi memusnahkannya. Sebab seluruh senjata pemusnah covid 19 seperti tersebut di atas, sangat sulit sekali kita lakukan dan jalani. Oleh kerena itu, edukasi demi edukasi, sosialisasi demi sosialisasi terus dan harus selalu digelorakan di seantero negeri ini.

Jangan pernah menyerah. Kita belum terlambat. Api dian pendidikan kita masih tetap bernyala. Jangan pernah padamkan dengan alasan apa pun. Sebab, bangsa ini butuh kita. Bangsa ini butuh dosen, guru, mahasiswa, peserta didik yang tangguh. Bangsa ini pula percaya, bahwa lepas dari prahara covid 19, semua generasi yang telah belajar dari kejatuhan ini, akan bangkit mengejar mentari.

Selamat merayakan HARI PENDIDKAN NASIONAL 2020 dengan hati yang selalu damai. Mari belajar dari covid 19. (M3)

Share

19 thoughts on “Covid 19 ; Guru Dan Musuh Yang Harus Di Kalahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *