Hasil Swab 14 Pelaku Perjalanan di Lembata Negatif, di Pulangkan.

Hasil Swab 14 Pelaku Perjalanan di Lembata Negatif, di Pulangkan.

Mediasurya.com,Lewolelab_ Empat orang pelaku perjalanan klaster Gowa yang, selama ini berada di ruang isolasi RSUD Lewoleba dan rumah karantina Puskesmas Lewoleba di Desa Pada akhirnya, dipulangkan setelah hasil swab kedua menyatakan ke empat orang dan 10 pelaku perjalanan lainnya yang selama ini, diisolasi pun ikut di pulangkan.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/05/23/dinas-sosial-data-penerima-bst-di-lembata-kami-himpun-dari-rt-rw-melalui-kelurahan/

https://www.mediasurya.com/2020/05/22/31-warga-lembata-di-jemput-dari-larantuka-7-orang-karantina-mandiri/

https://www.mediasurya.com/2020/05/22/lurah-lewoleba-barat-terkait-penerima-bst-saya-kecolongan/

https://www.mediasurya.com/2020/05/22/bst-kelurahan-lewoleba-tengah-lembata-menuai-protes/

Paskalis Tapobali Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata, didampingi Koordinator Seksi Karantina dan Isolasi Apolonaris Mayan melepas pemulangan para pelaku perjalanan yang selama ini diisolasi (23/5/2020).

“Meski hasil Swab menyatakan negatif, bukan berarti bebas Covid-19. Jadi disiplinkan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat karena, kapan saja bisa terpapar Covid-19” ungkap Tapobali dihadapan para pelaku perjalanan yang akan dipulangkan.

Paskalis Tapobali yang juga merupakan sekda Lembata berharap untuk semua kita tetap mentaati protokol kesehatan dan imbauan dari pemerintah.



“Menghindari aktivitas mengumpulkan massa, cuci tangan gunakan air mengalir, gunakan masker dan harapkan agar menjadi corong pemerintah membantu sebarluaskan dan edukasi masyarakat dimulai dari keluarga, lingkungan, dan desa tempat tinggal. Kalau kembali lalu terdapat gejala sakit dapat hubungi fasilitas layanan terdekat,” kata Paskalis Tapobali.
Bagi warga Lembata yang masih berada di luar, baik mahasiswa, pekerja migran, sesuai imbauan Pemda agar jangan pulang dulu. Dalam hal tertentu dapat diizinkan untuk kepentingan pemerintahan, kedukaan dan rujukan orang sakit. Tapi perlakuannya ketat terhadap protokol kesehatan.

Mohamd Darwis, pelaku perjalanan yang dipulangkan menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf jika selama di karantina ada salah dan khilaf.

Ia juga menyambut baik permintaan untuk membantu pemerintah menjadi corong pemerintah dalam mengedukasi masyarakat untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di desa masing-masing.sm

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *