Bupati Sunur ; “Icon Lembata sudah ada, Tinggal di Poles”

Bupati Sunur ; “Icon Lembata sudah ada, Tinggal di Poles”

Mediasurya.com,Lewoleba_Sesaat setelah mengunjungi mantan bupati Lembata, Andres Dulu Manuk (27/5/2020), kepada awak media Bupati Lembata, Eliaser yentji Sunur mengungkapkan, tentang permintaan pak Andreas Duli Manuk, untuk meninggalkan kesan yang baik, saya kira ada banyak, tergantung penilaian orang. Tetapi kalau dari kasat mata ada peningkatan pembangunan di daerah, ada beberap sector yang kita sudah mendorong, kita meletakan dasar supaya aktivitas dan kegiatan itu ada kontinuitas, dan bisa booming di suatu saat tertentu.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/05/23/dinas-sosial-data-penerima-bst-di-lembata-kami-himpun-dari-rt-rw-melalui-kelurahan/

https://www.mediasurya.com/2020/05/15/petrus-gero-serahkan-bantuan-apd-melchias-mekeng-untuk-tiga-rumah-sakit-di-lewoleba/

https://www.mediasurya.com/2020/05/20/paulus-dan-titus-terimakasih-ama-frit-langotukan-karena-tidak-lupa-kami-masyarakat/

Kalau tidak bisa sekarang, tetapi dasarnya sudah kuat, dan rolenya sudah jalan, saya kira dia akan booming ke depan. Nah ini nanti kita lihat. Mungkin pariwisata akan kita buat. Tapi tapak tangan yang kita sudah buat sudah terpatri. Kita buat supaya Lembata ini ada icon uniknya. Satu daerah kalau tidak ada ikon, tidak bisa. Makanya kita buat brand Lembata jadi pemicu untuk orang masuk ke Lembata. Ikonik itu sebenarnya sudah ada tinggal kita poles, tapi karena masa covid ini sehingga kita tidak lanjutkan,” ujar Bupati Sunur.


Kepada Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur yang datang menjenguknya, Mantan Bupati Lembata periode 2001-2006 dan 2006-2011 itu mengatakan, dirinya terserang Pilek dua hari belakangan.

“biasanya saya sehat-sehat saja, tetapi sudah dua hari ini saya batuk dan pilek. Tetapi saya sudah tidak bisa turun dari lantai dua rumah, karena kaki sudah tidak kuat lagi,” ujar Mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk.

Tidak tampak kemegahan dan kemewahan, padahal Andreas Duli Manuk adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten Flotim dan Mantan Bupati Kabupaten Lembata dua periode.

Mantan Bupati Ande Manuk itu hanya duduk di kursi sofanya ditemani sang isteri. Meski sedang sakit-sakitan dan bicaranya mulai terbata-bata, aura kepemimpinan terpancar Ketika ia mengenakan baju kebesaran Partai Golkar.

“iya semangat masih ada. Tidak ada orang yang datang lihat saya jadi saya di ruangan atas saja,” ujar Mantan Bupati Ande Manuk.

“saya terimakasih kepada Bupati dan Ibu serta ketua DPRD Lembata, Petrus Gero yang sudah rela datang menjengkuk kami.”

Di hadapan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, mantan Bupati Ande Manuk berpesan, sisa waktu dua tahun dipergunakan semaksimal mungkin untuk meninggalkan tanda mata untuk rakyat Lembata.

“Sisa waktu dua tahun ini buat tanda mata untuk dikenang rakyat Lembata. Dua Periode memimpin itu tidak gampang. Tapi kalau niatnya membangun daerah ini pasti Tuhan menolong kita.
Bupati Sunur mengatakan, tentu tidak semua akan dibangun namun, dirinya sudah meletakan dasar dan pedoman, supaya role pembangunan berjalan sesuai dengan skema yang sudah dirancang.mediasurya.com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *