Bupati Lembata Minta, Kontraktor Segera Selesaikan Pembagunan Puskesmas Weirian

Bupati Lembata Minta, Kontraktor Segera Selesaikan Pembagunan Puskesmas Weirian

Mediasurya.com,Lewoleba_Kunjungan Bupati Lembata ke desa Bean kecamatan Buyasuri (8/6/2020) untuk meninjau pembagunan puskesmas Weirian yang hingga kini belum rampung di kerjakan.
Fisik bangunan sudah didirikan namun, masih banyak item kegiatan yang patut di perbaiki dan selesaikan. Nilai kontrak pembangunan Puskesmas Weirian di desa Bean sebesar, Rp 5,9 miliar oleh Bupati Lembata diperintahkan untuk sesegera mungkin untuk di rampungkan karena kontrak kerja sudah melewati masa.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/06/04/dua-kali-rapid-tesdan-satu-kali-swab-negatif-syarat-masuk-lembata/

https://www.mediasurya.com/2020/06/06/empat-ban-beserta-velk-hilang-dari-gudang-sekwan-dprd-lembata/

https://www.mediasurya.com/2020/06/04/lembata-salah-salah-satu-dari-102-kabupaten-kota-di-indonesia-yang-siap-terapkan-tatanan-hidup-baru/

Bambang Ismaya kuasa Direktur CV Lembah Cermai diminta komentarnya di lokasi pembangunan menyebutkan, kami hadapi beberapa kendala sejak awal pembangunan.

Salah satu yang dirasakan sulit adalah pemindahan lokasi hingga tiga kali. Ismaya mengatakan, awal datang saya bawa dengan 54 tukang dari Jawa namun kemudian, mereka lari pulang karena tidak ada listrik, jaringan internet juga air bersih yang kurang. Lalu di perparah material non lokal sulit diangkut ke lokasi pembangunan.


Kontraktor juga keluhkan soal material non lokal, menurut sang kontraktor meski sudah ikat kontrak dengan penyedia material lokal namun, kadang tidak sesuai harapan.

Ismaya mengatakan, dirinya sudah membuat surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan pekerjaan dan menargetkan pembangunan Puskesmas Wairiang tuntas akhir Bulan Juni ini.


Ketua Badan Permusyawaratan Desa Bean, Sahidin, menyampaikan pendapat berbeda perihal kaburnya para tenaga kerja dari Jawa. Dia membantah pernyataan Bambang yang menyebut para pekerja kabur karena masalah tak ada sinyal telepon, air dan listrik.

“Kalau masalah air, buktinya kami di sini juga baik-baik saja, tidak ada gatal-gatal. Sinyal telepon juga bisa,” imbuh Sahidin yang mengaku turut memantau proyek puskesmas tersebut.



Menurut Sahidin, ada alasan prinsip yang tidak dipenuhi pihak kontraktor seperti pembayaran upah kerja yang tidak sesuai kesepakatan dan kebutuhan makan-minum para pekerja.

Disebutkannya, saat bekerja kebutuhan makan para pekerja tidak diperhatikan baik hingga akhirnya mereka harus menumpang makan di rumah warga.

“Akhirnya mereka jual murah barang-barang mereka dan pulang ke Jawa. Sebelum pandemi corona mereka sudah pulang. Ya, katanya memang masalah gaji,” ungkap Sahidin.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur memantau langsung proyek pengerjaan Puskesmas Wairiang di Desa Bean. Dia mendesak pihak kontraktor segera menuntaskan proyek tersebut.

Bupati Sunur mengakui ada banyak keterlambatan dari proyek tersebut. Dia juga mengizinkan apabila ada pekerja yang sudah berada di Kupang dan hendak datang ke Lembata untuk menyelesaikan pembangunan konstruksi Puskesmas Wairiang.

Kepada wartawan usai peninjauan lokasi puskesmas, Bupati Sunur menuturkan bahwa proses PHK kontraktor jika tak tuntas menyelesaikan proyek menjadi urusan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Akan tetapi, dia menjelaskan kalau kontraktor di-PHK maka proses selanjutnya tidak bisa memakai anggaran dari negara lagi tetapi dari alokasi DAU.

Bupati Sunur meminta kontraktor segera menyelesaikan pembangunan Puskesmas Wairiang.

Share

12 thoughts on “Bupati Lembata Minta, Kontraktor Segera Selesaikan Pembagunan Puskesmas Weirian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *