Pemda Lembata, Tak Lagi Lakukan Karantina terhadap Pelaku Perjalan.

Pemda Lembata, Tak Lagi Lakukan Karantina terhadap Pelaku Perjalan.

Mediasurya.com, Lewoleba_ Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur ancam akan kembali menutup jalur transportasi yang baru saja di buka jika para pelaku perjalanan yang datang ke Lembata, masih ada yang reaktif ketika dilakuka rapid tes di Lewoleba.

Hal ini disampaikan Bupati Sunur saat melakukan kunjungan kerja ke kecamatan Atadei (17/6/2020).

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/06/15/arisan-bahan-bangunan-cara-warga-desa-roho-saling-melengkapi/

https://www.mediasurya.com/2020/06/15/bupati-lembata-surat-gubernur-ini-tidak-tegas/

https://www.mediasurya.com/2020/06/10/melorot-akibat-covid-19-pemda-lembata-siapkan-skema-naikan-pad/

Menanggapi pertanyaan awak media terkait hasil rapid test terhadap 77 penumpang, KMP Ile Boleng yang berlayar dari Kupang dan tiba di lewoleba (17/6/2020) dimana 8 penumpang diantaranya reaktif setelah diperiksa 30 orang di rsud, 47 di Dinkes.

Bupati mengatakan, 8 orang penumpang yang reaksitf, berasal dari Kedang dan lewoleba. Aksibilatas di buka namun ada batasan, boleh dari Kupang tidak ada rapid tes namun di Lembata tetap ada rapid, ujar Bupati.


Sunur meminta semua komponen masyarakat agar tetap menjaga Lembata sebagai wilayah zona hijau ini tetap hijau. Sementara yang reaktif rapid test nanti akan di jemput lurah dan camat. Kita tidak lakukan karantina lagi. Kalau desa itu kepala desa yang datang agar masyarakat tahu bahwa ada yang reaktif.

Ini soal kesadaran kita. Saya minta agar kita tidak hanya ingat pada diri sendiri. Kita tidak sayang pada keluarga dan masyarakat Lembata. lebih jauh Sunur mengatakan, Kita sedang uji coba kebijakan ini, berdampak atau tidak. Namun harus diingat sebagai kepala daerah dan sesuai syarat perundang-undang bupati wajib menjaga masyakat.


Bahwa ada edaran gubernur, tetap kita ikuti namun, tetap ada batasan. Covid ini memakan biaya besar tapi masih dalam penanganan belum soal pengobatan. Bupati juga menyampaikan bahwa, Rapid di gratiskan dan sumber uang kita ambil dari pajak.

Ditanya terkait mahasiswa atau masyarakat Lembata yang selama ini bertahan diluar karena kebijakan pembatasan covid 19, dan saat ini hendak kembali, Sunur mengatakan, hanya untuk yang ber KTP Lembata atau domisili di Lembata, digratiskan dan itu kita sedang persiapkan draftnya.


Sunur menekankan bahwa, rapid gratis hanya untuk mahasiswa lembata yang ada dalam NTT kalau dari luar ntt tetap pakai protokol kesehatan.


Bupati Lembata mengancam akan kembali menutup penyebrangan apabila yang datang masih ada reaktif hasil rapid test.

“Kalau kita buka namun, yang datang reaktif terus maka, saya tutup kembali karena Ini, masih dalam tahap evaluasi untuk kita sampaikan ke gubernur” ujar Sunur.

Ditanya terkait stok rapid, bupati yang kala itu didampingi camat atadei, Charles Lambertus mengatakan, persediaan Rapid kita saat ini semakin turun namun, kita juga sedang pesan lagi 1000 buah .

Bupati berharap para Pengusaha bisa bantu beli alat rapid, ya kalau boleh uang pulsa dialihkan untuk bantu pemerintah beli rapid. Total angaran untuk rekovosing 55 miliar ungkap Bupati.


Ditanya awak media, apabila tidak ada karantina namun kemudian ada penolakan di lingkungan kelurahan atau desa?

Bupati mengatakan, Pemerintah memang tidak karantina lagi dan karena itu kembali ke desa atau kelurahan, jik kemudian ditolak masyarakat, itu urusan mereka ungkap Bupati. Lebih jauh dikatakan Sunur, kalau terjadi penolakan ya, terserah mereka kan mereka sendiri yang mau datang.

Sunur mengatakan, pemerintah kan meminta untuk bersabar selama masa pandemi ini, kita sendiri yang tidak bisa tahan diri jadi dalam situasi ini, Kita distribusi kerepotan Ini ke semua wilayah yang masyarakatnya tidak patuh terhadap protokol kesehatan, agar semua tahu kerepotan di kabupaten hadapi covid 19.

Diakhir pembicaraan, bupati menjelaskan terkait kecamatan Atadei saat ini, untuk infrastruktur sudah selesai di tender tinggal dengan PPK dalam pelaksanaan. Kalau soal kebijakan nanti kita urus. Sementara terkait New normal Sunur mengatakan, ini bertujuan membuka kembali akses ekonomi. memulihkan kembali aktitafts ekonomi di masa pandemi korono tetapi tetap dalam batasan-batasan dan protokol kesehatan.sm

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *