Pencurian Barang Pengunjung, Rusak Citra Wisata Mingar

Pencurian Barang Pengunjung, Rusak Citra Wisata Mingar

MEDIASURYA.COM, MINGAR_ Citra objek wisata Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, benar-benar dirusak perilaku tidak terpuji dan memalukan dari segelintir orang.

Padahal, pemerintah Kabupaten Lembata bekerja keras mengangkat objek wisata tersebut hingga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah Selatan Lembata.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/07/29/seminggu-hotmix-di-hampar-ruas-jalan-mingar-lolong-rusak-cpj-tidak-benar-kalau-ada-isu-soal-kualitas-pekerjaan/

Membanjirnya pengunjung beberapa bulan belakangan, mulai memberi manfaat ekonomis bagi warga setempat.

Sayangnya, dampak positip pengembangan wisata di pantai Desa Pasir Putih itu mulai dirusak peristiwa pencurian barang milik pengunjung, Sabtu (8/8/2020) siang.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/02/20/wisata-budaya-menjaga-tradisi-guti-nale-desa-mingar/

Wartawan Media Indonesia, Alexander P. Taum yang hadir meliput kegiatan Pengambilan sumpah/Janji Jabatan, Pimpinan Tinggi Pratama, administrasi dan fungsional, lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata, di objek wisata Mingar, Sabtu (8/8/2020), terpaksa kembali ke kota Lewoleba tanpa mengenakan helm.

Pasalnya, helm miliknya raib dari sepeda motor yang diparkir di halaman rumah warga di sekitar lokasi kegiatan.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/07/24/tanggap-darurat-lintas-sektor-bantu-janda-dan-anak-terlantar-di-pelabuhan-laut-lewoleba/

“Selesai kegiatan peliputan saya hendak kembali ke Lewoleba. Tetapi saya terkejut karena helm saya raib dari sepeda motor. Helm itu saya letakan di kaca spion. Saat memarkir sepeda motor, kami diatur beberapa pemuda. Karena itu, saya rasa aman saja. Ternyata saya salah. Helm saya raib begitu saja. Upaya menanyakan kepada warga pun tidak membuahkan hasil. Saya terpaksa Kembali ke Lewoleba tanpa helm. Mana jalan penuh dengan debu,” ujar Alexander Taum.

Menurut Ketua Forum Jurnalis Lembata itu, bukan soal nilai barang yang raib, namun kejadian hilangnya barang miliknya yang jauh-jauh datang untuk menikmati objek wisata Mingar, meninggalkan kesan sangat buruk bahkan dapat memunculkan kesan tidak nyaman berwisata ke Mingar.

“bagaimana orang bisa betah berlama-lama di lokasi wisata, kalau sedang merasa terancam. Kejadian pencurian barang milik pengunjung ini merusak upaya mendorong manfaat ekonomis dari objek wisata di Mingar. Saya minta Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten memperhatikan aspek kenyamanan wisatawan baik domestic maupun mancanegara yang akan berkunjung di objek Wisata di Lembata ini. (media release).

Share

One thought on “Pencurian Barang Pengunjung, Rusak Citra Wisata Mingar

  1. Syukur kepada Tuhan atas usaha dan kerja keras untuk mendapatkan AIR akhirnya terwujud.. Dan ucapan Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, sehingga masyarakat desa Atakowa bisa merasakan apa yang menjadi bukti, salah satu bentuk perhatian pemerintah yang sudah puluhan tahun didambakan(AIR –yang menjadi sumber kehidupan).. Terima kasih juga untuk bapak Presiden RI JOKO WIDODO,,, yang senantiasa mendengungkan “Kerja-Kerja-Kerja dan Kerja, demi kesejahteraan masyarakat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *