Peternak Babi Boleh Tersenyum, Lembata Bebas ASF dan Hog Cholera

Peternak Babi Boleh Tersenyum, Lembata Bebas ASF dan Hog Cholera

MEDIASURYA.COM,LEWOLEBA_ Rapat teknis pengeluaran dan pemasukan ternak babi di kabupaten Lembata, menindaklanjuti instruksi gubernur no 3/2020 tentang keluar masuk ternak babi dan hasil olahan di tengah masa asf, oleh dinas peternakan dilakukan bersama para peternak dan tokoh masyarakat di Lewoleba (11/8/2020).

Dalam pemaparan materi, kepada dinas peternakan Lembata, Kanisius Tuaqengatakan, asf sudah ada sejak 1921 di Kenya, hingga tahun 2019 masuk Mongolia, Vietnam, myanmar, Timor Leste, Korea Selatan, Indonesia, Dan di Lembata masuk dari Timor Leste.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/08/08/kpud-lembata-terus-lakukan-pembenahan-daftar-pemilih/

Menurut Bung Kanis, bahwa prioritas perhatian dan pencegahan asf di Lembata, menjadi perhatian serius karena, sudah 14 kabupaten kota di NTT yang telah terjangkit virus ini. Ada 8 kabupaten yang hingga kini masih menjadi zona hijau hog Cholera dan asf belum termasuk kita di kabupaten Lembata ini, terang sang kadis.

Untuk propinsi NTT saat ini, total sudah 24.979 hewan terinfeksi asf namun karena, Lembata zona hijau maka, Kita tindak lanjut instruksi gubernur dengan, perlahan-lahan, membawa keluar hewan ternak agar ekonomi masyarakat bisa berkembang.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/08/06/17-000-formasi-cpns-berpotensi-kosong/


Tentu kita akan terus lakukan, Edukasi ke masyarakat baik melalui pemerintah kecamatan dan desa, melalui surat himbauan, juga ke agaman melalui gereja dan pemasanga Baliho, spanduk dan juga stiker untuk tidak membawa hewan ternak babi dan olah tanpa surat-surat terang kadis peternakan ini.


Hal teknis terkait, pengeluaran hewan ternak babi dari Lembata,dahulunya akan kita, lakukan uji sampel darah di Denpasar, lalu kemudian kita Surati kabupaten yang pernah kita kirimi hewan ternak babi dengan lampiran hasil uji lap, baru pedagang pengumpul melakukan penjualan keluar daerah.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/07/03/appbi-sebut-sanksi-pencabutan-izin-dalam-kebijakan-larangan-plastik-membebani-pengusaha/


Uji lab asf, uji lab hoogcolera, rekomendasi pengeluaran, sementara izin pengeluaran dari dinas satu atap dan Yang terakhir adalah rekomendasi dan geluaran dari karantina hewan pelabuhan ucap tuaq menjelaskan tentang mekanisme pengeluaran hewan ternak babi dari Lembata. Kita buka kran tapi, tidak serta Merta sekaligus namun, masih ada administrasi yang harus diurusi.


Pintu masuk tidak resmi yang kita jaga ketat adalah, pelabuhan weirian, Loang dan pelabuhan tradisional lainya.
Sementara pelabuhan yang resmi adalah, bandara Wunopito, pelabuhan laut Lewoleba, pelabuhan waijarang, pelabuhan balauring.


Kebijakan sektor peternakan sebagai lokomoti ekonomi karena dari Lima misi bupati salah satunya adalah meningkatan pendapatan dan dinas peternakan bekerja seturut misa Bupati dan wakil bupati Lembata.
Kanis di akhir pemaparan mengatakan bahwa, tahun 2019 Lembata keluarkan kambing 1960 ekor dan babi 1687 ekor. (mediasurya.com)

Share

15 thoughts on “Peternak Babi Boleh Tersenyum, Lembata Bebas ASF dan Hog Cholera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *