Masyarakat Desa Leubatang Berharap Pemerintah Mengganti Nama Ibu Kota Kecamatan Suriwula

Masyarakat Desa Leubatang Berharap Pemerintah Mengganti Nama Ibu Kota Kecamatan Suriwula

MEDIASURYA.COM,OMESURI_ Masyarakat desa Leubatang kecamatan Omesuri, memberi dukungan atas rencana pemerintah kabupaten memekarkan kecamatan Omesuri, menjadi dua kecamatan namun demikian, masyarakat berharap agar nama ibu kota kecamatan Suriwula yang tengah melakukan persiapan ini, mengganti nama ibu kota kecamatan.

Warga desa Leubatang, meminta pemerintah untuk mengganti nama ibu kota kecamatan yang saat ini di sebut wowong menjadi Leubatang.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/07/09/masyarakat-lembata-minta-evaluasi-kawasan-hutan/

Kepala desa Leubatang, Slamet Hadmin kepada media ini membenarkan adanya desakan warga untuk meminta pergantian nama ibu kota kecamatan Suriwula menjadi Leubatang.

Slamet mengkisahkan, hal ini bermula ketika pemekaran kecamatan suriwula yang, dalam perencanaan ibu kota kecamatan desa wowong tetapi dalam perjalanan, lokasi yang disiapkan bermasalah, karenanya Bupati memanggil kami semua kepala desa omesuri.


Kata Bupati ketika itu, cerita Slamet bahwa, Tempat dibawah selain tidak cukup juga bermasalah, jadi bupati minta bantuan kami kepala desa untuk cari dan tentukan, Lokasi kosong yang di jadikan ibu kota kecamatan Suriwula, dan bukan lahan produktif. Tempat yang memenuhi persyaratan ibu kota.

Baca juga : https://www.mediasurya.com/2020/08/23/propinsi-beri-3-catatan-untuk-lkpj-apbd-lembata-tahun-2019/

Dalam perjalanan ada tempat yang kami siapkan untuk bangun puskesmas. Sebagai aparat desa, kami minta izin pemilik lahan dan disepakati bangun puskesmas. Warga mulai respon ketika, nama puskesmas balauring di wowong padahal lokasi puskesmas, di lahan desa leubatan.


Saat Bupati melakukan kunjungan, beliau (bupati) sampikan bahwa, kantor camat juga akan di bangun di sini, nah disini letak persoalannya. Masyarakat setuju puskesmas dan kantor camat, dibangun di lokasi milik Leubatang namun, masyarakat minta agar nama ibu kota kecamatan Suriwula diganti menjadi Leubatang.
Masyarakat Leubatang ikhlas namun, masyarakat juga bisa menolak pembangunan jika, kemudian nama ibu kota kecamatan Suriwula tidak di ganti.


Kepala desa Slamet Hadmin mengatakan, sebagai pemerintah desa, masukan warga ini kami buat dalam bentuk surat, dengan harap bupati bisa memberikan jawaban pasti kepada tokoh masyarakat dan tokoh adat seluruh masyarakat leubatan terkait nama ibu kota suriwula.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/08/29/budidaya-pala-trobosan-yosep-blida-penjabat-kepala-desa-doripewut/

Sementara itu Camat Omesuri El Mandiri kepada media ini mengatakan, sesuai hasil pertemuan tokoh masyarakat leubatang bersama kepala bagian pemerintah dan Asisten I, bahwa usulan perubahan nama ibu kota kecamatan Suriwula, dapat di mungkinkan namun, setelah pembentukan kecamatan itu berjalan.


El Mandiri menjelaskan, bahwa apa yang di usulkan menjadi pertimbangan pemerintah namun, setelah kecamatan Suriwula berjalan, baru di sepakati lagi. (mediasurya.com)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *