WAKIL BUPATI LEMBATA TINJAU, LOKASI KEBAKARAN YANG HANGUSKAN, 26 RUMAH ADAT DI ILE APE.

WAKIL BUPATI LEMBATA TINJAU, LOKASI KEBAKARAN YANG HANGUSKAN, 26 RUMAH ADAT DI ILE APE.

MEDIASURYA.COM,ILEAPE_ Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola Langoday bersama pimpinan OPD terkait, meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah adat di desa Bunga Muda Kecamatan Ile Ape.


Dari 35 rumah adat yang dijaga dan dirawat oleh, 35 kepala suku secara turun temurun, 26 rumah adat diantaranya beserta, seluruh isinya habis dilahap si jago Merah dan hingga kini, belum diketahui dari mana sumber api tersebut.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/08/23/propinsi-beri-3-catatan-untuk-lkpj-apbd-lembata-tahun-2019/

Upaya warga desa untuk, memadamkan api, berhasil menyelamatkan 9 rumah adat, yang tersisa. Hingga kini api masih terus menjalar menuju, wilayah kecamatan Ile Ape Timur dan belum bisa dipadamkan sampai saat ini, jelas Kades Bunga Muda Bernadus Perlete.


Wabup Lembata Thomas Ola, tiba di lokasi kebakaran (3/9/2020) didampingi Camat Ile Ape, Simon Langoday, Kadis Kominfo Markus Labi, dan kepala Kesbangpol Anselmus ola Bahy.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/09/01/ribuan-pelayat-menghantar-mr-deval-raper-muda-lembata-ke-peristirahatan-terakhir/

Dr.Thomas Ola dihadapan warga, dan para tokoh masyarakat menyampaikan, keprihatinan atas peristiwa kebakaran yang menghanguskan 26 rumah adat dari 26 suku di wilayah tersebut.

Wakil Bupati menjelaskan bahwa, rumah adat dalam budaya kita, merupakan kekuatan dan penopang, meski sudah hangus terbakar, saya berharap agar, 26 anak suku, yang mendapat musibah ini, jangan larut dalam kesedihan. Ada hikma besar dibalik peristiwa kebakaran ini, karena itu, saya minta masing masing suku berkumpul untuk mulai berbenah, membagi peran dan tugas masing –masing dalam suku tersebut terang Langoday.

Apakah selama ini kita sudah, menjalankan amanat sesuai pesan leluhur kita dengan benar, baik dan pantas atau belum? Ucap wakil Bupati. Lanjut putra Ile ape ini, kita jangan terlalu larut dalam musibah, kenapa? Karena semakin lama kita biarkan, kita semakin jauh dengan kekuatan kita dan Lewotanah, tegas Thomas ola.

Kekuatan paling utama bukan dari pemerintah, tetapi dari 35 suku yang ada di desa Bunga muda ini. Bukan kekuatan dari luar atau bantuan dari luar, itu hanya sifatnya membantu, karena peran terbesar datang dari setiap suku yang ada di sini. Para ketua suku harus bisa lebih aktif membangkitkan semangat semua warga di kampung ini pinta Thomas Ola.

Wakil bupati juga menghimbau agar, para camat dan kepala desa untuk, membantu melakukan konsolidasi membangkitkan semangat masyarakat juga, inventaris terhadap barang sakral milik suku, sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup sosial setiap suku dari sisi budaya, maupun untuk literasi studi benda purbakala.

Thomas Ola mengatakan, agar selalu berkoordinasi dengan instasi terkait untuk, rencana penataan kembali lokasi rumah adat yang terbakar

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kaban BPBD Kanis Making, Kadis sosial, Sipri Meruk dan Sekertaris Pol PP Paskalis Leuweheq. (Kominfo/mediasurya.com).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *