SMANSA Larantuka Rayakan HGN Dan HUT PGRI Di Tengah Pandemi Covid 19

SMANSA Larantuka Rayakan HGN Dan HUT PGRI Di Tengah Pandemi Covid 19

Mediasurya.com,Larantuka- Meski pandemi covid 19 belum juga redah namun, Warga Sekolah Menengah Atas Negeri I Larantuka (SMANTA) tetap memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik di hari guru Nasional (HGN) dan hari ulang tahun persatuan guru Republik Indonesia (PGRI).


Lantunan suara melankolis terdengar sendu, diiringi instrumen menghantar pembacaan puisi inspiratif buat guru di hari guru, membuat barisan para guru yang berseragam PGRI, diam membisu.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/11/20/ketua-dprd-lembata-ajak-masyarakat-taati-protokol-kesehatan/

Puisi itu dibacakan dengan sangat ekspresif oleh seorang siswi dari kelas XII bahasa. Sepenggal rindu dari peserta didik untuk para guru di tengah pandemi covid 19 yang sempat juga menjadi kendala dalam proses pembelajaran di setisp sekolah di bumi pertiwi ini. Ibarat seorang anak kecil yang senantiasa merindukan kehadiran ibundanya, kapan dan dimana pun, para murid juga akhirnya meluapkan harapan dan kerinduannya yang sangat mendalam untuk berjumpa dan bertatap muka langsung dengan para gurunya.

Rindu ini telah terpendam lama dan kita selalu dibiarkan sang waktu untuk larut dalam ancaman wabah yang mendunia ini. Seperti biasa warga Smansa Larantuka yang setiap tahun merayakan HGN dan HUT PGRI dengan semarak dan penuh sukacita, tahun ini, kehikmatan perayaan ini dirayakan sesederhana mungkin. Ada jalan santai semua warga Smansa kecuali para peserta didik. Para guru dan tenaga kependidikan melakukan jalan santai sepanjang jalan yang ditentukan dan kembali ke rumah smansa Larantuka.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/10/28/bernostalgia-ke-sman-468-larantuka-bupati-sunur-saya-pernah-jadi-pelatih-drama-dimasa-sma/

Usai jalan santai dilanjutkan dengan minum ringan dan sukaria dalam joged bersama. Puncak dari peringatan HUT PGRI ini yaitu apel bersama dalam ruangan sembari mendengar pembacaan sambutan Menteri Pendidikan Nasional di HGN dan HUT PGRI ke 75, oleh bapak kepala SMA Negeri 1 Larantuka, Drs. Yakobus Milan Betan. Di bawah tema umum HGN 2020 dan HUT PGRI ke 75, BANGKITKAN SEMANGAT, WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR.

Bapak Milan Betan, memberikan peneguhan dan motivasi kepada para guru yang hadir untuk tetap teguh dan penuh semangat menjadi guru yang dedikatif, setia menjalani tugas dan profesinya mendidik anak bangsa di tengah pandemi covid 19. Guru penggerak mesti harus kreatif dan inovatif menghadapi era milenial ini. Guru mesti berani mengubah diri dalam menghadapi era 4,0 yang penuh dengan aneka tantangan.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/04/23/ikut-panen-raya-padi-wabup-flotim-agus-boli-petani-tidak-di-larang-kerja-kebun/

Guru harus selalu mengintrospeksi diri dan tugasnya sebagai tenaga pendidik yang profesional yang tidak saja sebagai pengajar dan pentranswer ilmu semata tetapi mesti dibarengi dengan mendidik dan menanamkan nilai atau values dalam diri peserta didik agar pendidikan kharakternya menjadi fondasi yang kokoh di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan. Usai apel bendera, dilanjutkan dengan makan bersama dalam nuansa kekeluargaan sebagai satu keluarga besar. Kebersamaan ini dilanjutkan dengan joged ria bersama di skolah dengan tetap menjaga protokol kesehatan di masa darurat covid 19.

Intinya, hari Guru tentunya membawa aneka pesan dan kesan buat para guru smansa Larantuka. Satu hal penting yang harus diingat dan tetap dikenang oleh setiap guru yaitu bahwa menjadi seorang guru tentunya membutuhkan sebuah tanggung jawab moril yang luar biasa besarnya, seperti yang telah diamanatkan oleh Kihajar Dewantoro, yaitu guru mesti pegang prinsip dan semboyan ini, INGARSO SUNG TULODO, ING MADYA MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI.

Bersedia dan mampukah guru-guru smansa Larantuka untuk mengimplementasikan semboyan ini dalam rutinitas harian di mana pun berada? Guru-guru smansa larantuka dengan pasti dan tentunya dengan penuh keyakinan bisa mengejahwantakannya dalam tugas dan karyanya di tengah para peserta didik yang dipercayakan kepadanya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *