Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lembata Tunda Festival Paralayang

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lembata Tunda Festival Paralayang

Mediasurya.com,Lewoleba- Dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Lembata menunda penyelenggaraan festival paralayang yang sedianya dilaksanakan bersama, Lembata new normal festival dari tanggal 4 hingga 6 Desember 2020.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/11/24/puluhan-atlet-bakal-ramaikan-fertival-paralayang-lembata/

Hal ini tertuang dalam surat yang ditandatangani sekretaris daerah, Paskalis Ola Tapobali,A.P. M.T tertanggal 30 Nopember 2020.

Dalam surat nomor ; TUK.556/ 2554/ Disbudpar/ XI/ 2020 yang di tandatangani sekretaris daerah kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali,A.P. M.T bahwa berdasarkan surat dari badan geologi vulkanologi dan mitigasi bencana yang menyatakan bahwa, telah terjadi aktivitas erupsi gunung Ile Lewotolok dan kini berada di level III siaga dan juga, meningkatnya pasien covid 19 maka, rencana kegiatan Lembata new normal festival yang sedianya diselenggarakan tanggal 4-6 Desember 2020 di tunda.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/12/04/pastikan-warga-pengungsi-erupsi-gunung-ile-lewotolok-sehat-kemenkes-ri-turunkan-rhp-ke-lembata/

Surat yang ditujuan kepada kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif RI cq deputi bidang pemasaran I kementrian pariwisata bahwa penundaan sampai batas waktu yang belum di tentukan.


Kepala dinas pariwisata dan kebudayaan Lembata Apolonaria Mayan kepada media ini mengatakan, kita sedang dihadapkan pada situasi bencana dan warga kita yang terdampak erupsi membutuh perhatian ekstra dari semua kita karenanya kegiatan paralayang kita tunda.


Mayan mengatakan pada prinsipnya kita sudah siap untuk selenggarakan lomba paralayang ini namun, kondisi alam tidak mengijinkan sehingga kita tunda hingga situasi benar-benar mendukung kegiatan kita.mst

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *