Setelah Hilang 28 Jam, 5 Bocah Desa Waienga, Lembata Yang Hilang Akibat Letusan Gunung Ile Lewotolok Di Temukan.

Setelah Hilang 28 Jam, 5 Bocah Desa Waienga, Lembata Yang Hilang Akibat Letusan Gunung Ile Lewotolok Di Temukan.

Mediasurya.com,Lebatukan-Lima warga desa Waienga yang diduga panik dan lari menuju hutan yang berjarak puluhan kilometer dari desa, akhirnya ditemukan setelah 28 dan melalui seremonial adat.

Kepala desa Waienga Bernabas Belia kepada media ini (30/11/2020) di rumah bapak Philipus raja orang tua salh satu anak yang hilang mengatakan, kejadian ini sejak kemarin sekitar pukul 10.00 wita usai ibadat di gereja dan terjadi ledakan pertama gunung Ile Lewotolok meletus, dan anak-anak ini lari yang di duga karena panik.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/11/30/di-duga-panik-dengar-letusan-gunung-ile-lewotolok-4-bocah-dan-1-remaja-desa-waienga-belum-di-ketahui-keberadaannya/

memang pertama ada orang tua ikut lari karena memang kita takut air naik atau tsunami namun kemudian mereka kembali mungkin karena ambil bekal atau air tetapi ke lima anak lari terus cerita Belia.

Saya baru di informasikan Jam 5 sore untuk minta bantuan agar pihak desa juga masyarakat ikut mencari.

Kades Belia yang saat ditemui media ini didampingi beberapa tetua desa mengatakan, sejak kemarin kami lakukan pencarian hingga ke hutan dan bahkn ada yang sudah ke bobu namun demikian, pencarian kami belum membuahkan hasil.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/11/23/pol-pp-lembata-sosialisasi-bahaya-kebakaran-di-baleuring/

Kami tidak putus asa dan terus lakukan pencarian. Karena merasa ada yang kurang maka secara adat tradisi kami lakukan. Jadi hari ini kami lakukan dua kali seremoni.

Tadi pagi kami buat dua kali tetapi, mungkin belum pas sehingga kami lakukan lagi siang tadi dan syukur puji Tuhan pas jam 2 siang tadi, kepala desa Lamalela menghubungi Babin desa Waienga bahwa kelima anak itu telah ditemukan di hutan, kebun rakyat dan mereka sembunyi di bawah bale-bale bambu. Ujar kades. Lebih jauh Belia mengatakan, saat di temukan ada satu anak yang pingsan yakni Philipus kopong remaja belasan tahun yang juga merupakan penyandang cacat sementara empat bocah sekolah dasar sementara baik.
Saat berita ini di turunkan tim telah di turunkan untuk menjemput kelima anak tersebut. Diantara tim yakni, Basarnas, pospol Lebatukan, Babinsa anggota TNI, tim partai Demokrat, tim kesehatan.(MST/SL)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *