Pastikan Warga Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Sehat, Kemenkes RI Turunkan RHP ke Lembata

Pastikan Warga Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Sehat, Kemenkes RI Turunkan RHP ke Lembata

Mediasurya.com,Lewoleba- Kemenkes RI medatangkan tim Ahli RHA (Rapid Health Assesment) ke Kabupaten Lembata guna, memastikan masyarakat yang terdampak erupsi gunung Ile Lewotolok tetap sehat dan aman dalam pengungsian.

Tim yang tiba di lokasi pengungsian, langsung meninjau Posko Utama, Posko desa Tapolango dan Posko Selandoro serta bebarapa posko di sekitar kota Lewoleba.
RHP mulai bekerja sejak 2 hingga 4 /12/2020 menemukan Hasil kajian diantaranya adalah ;
~ pengukuran kadar debu ambien (PM 10) indoor dan outdoor memenuhi bakumutu, semua hasil baik aman bagi masyarakat. Namun suhu panas dalam tenda sampai lebih 31’c dg kelembaban >67% perlu diwaspadai supaya pengungsi tidak dehidrasi. Ketersediaan air bersih cukup dan memenuhi syarat.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/12/04/mekeng-dan-bni-berbagi-kasih-dengan-pengungsi-erupsi-ile-lewotolok-lembata/


~. Pemeriksaan kualitas makanan siap saji di dapur umum dengan food security kit,secara kimia menemukan adanya kadar nitrat yg sedikit melebihi batas syarat pada sayur namun tidak semua sayur melebihi dan taraf aman dikonsumsi.

Parameter mikrobiologi menunjukkan hasil yg memenuhi syarat (e.Coli 0) tidak ada kontaminasi,namun hygiene sanitasi penyaji dan dapur perlu ditingkatkan serta penambahan suplemen vitamin sehingga dapat melayani dg baik dan sehat.

~Hasil analisis potensial penyakit yg perlu diwaspadai malaria karena lembata merupakan daerah endemis di NTT, serta DBD mengingat awal tahun 2020 terjadi KLB dan adanya awal penghujan.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/12/04/partai-demokrat-lembata-bantu-pengungsi-erupsi-gunung-ile-lewotolok/

Penyakit lain yang biasa ada diare, ISPA menjadi prioritas terkait hygine sanitasi pengungsian yang masih minim dan MCK – sabun yg kurang,dan yang tentunya di waspadai di saat pandemi seperti ini yaitu Covid19, dari penyelidikan epidemiologi ditemukan 1 suspec covid19 menunggu hasil Swab, dan sudah ditidaklanjuti untuk screening kontak oleh Dinkes setempat.

Masyarkat diwajibkan perlu tetap meningkatkan protokol kesehatan Peduduk rentan dan komorbid perlu jadi prioritas petugas kesehatan dlm observasi kesehatan.

Tim juga membawa logistik Rapid Test (RDT) Covid-19, masker bedah, baju hazmat (APD Aprone) guna menguatkan kinerja Dinkes Lembata.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/12/03/tni-ad-bantu-penanganan-kesehatan-warga-pengungsi-erupsi-ile-lewotolok-juga-bangun-dapur-umum-dan-mck/

Ketua Tim Dr.Yudied Agung M. SKM.,M.Kes. BBTKLPP Surabaya (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya) UPT Kemenkes RI di Surabaya wilayah kerja 4 Provinsi Jatim Bali, NTB dan NTT.
Penulis : Roy /editor ; Steny

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *