Front Mata Mera Pertanyakan Transparansi Pemda Lembata Dalam Pengelolaan Bantuan Bencana

Front Mata Mera Pertanyakan Transparansi Pemda Lembata Dalam Pengelolaan Bantuan Bencana

Mediasurya.com,Lewoleba- Front Mata Mera meminta Pemda Lembata harus menyadari bahwa rakyat Lembata sedang menjalankan fungsinya sebagai masyarakat sadar hukum. Kesadaran akan hukum sebagai Azas dalam kehidupan berangsa dan bernegara juga dibuktikan dengan bagaimana antusiasme Masyarakat Lembata melaporkan diri dan bersedia pemberian bantuannya di data oleh Posko Induk Pemda Lembata.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/12/06/bmi-kritisi-sikap-pemda-lembata-dalam-penanganan-pengungsi-erupsi-ile-lewotolok/

Supriyadi Lamadike ketua Front mata mera (Front mahasiswa lembata makassar merakyat) kepada media ini (7/12/2020) mengatakan, Pemda sebagai penyelenggara pemerintahan daerah harus benar-benar membuka secara transparan tentang anggaran yang sedang di kelola oleh Pemda dalam rangka penanggulangan bencana agar diketahui oleh masyarakat dan pihak terkait.

Supriyadi mengatakan, Hal ini penting, sebab dalam aturan perundang-undangan salah satu Azas dalam penyelenggaraan pemerintah daerah adalah Azas transparansi dan akuntabilitas. Yang dimaksud dengan “prinsip transparansi” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan yang dimaksud dengan “prinsip akuntabilitas” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/12/04/di-duga-tak-tertib-jadwal-pengusaha-dan-pekerja-kapal-penumpang-flotim-lembata-pertanyakan-trayek-kapal-cepat-ina-maria/

Merujuk pada Pasal 1 angka 10 UU 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Tanggap darurat itu sendiri adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pelindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

Berkaitan dengan perintah tersebut, kami mengimbau agar pemda Lembata segera melaksanakan azas transparan dan akuntabilias. Karena ditengah situasi kebencaan yang sedang dihadapi, kami sebagai masyarakat hanya mengetahui soal anggaran 1 M yang diberikan oleh BNPB kepada Pemda Lembata.

Bac juga ; https://www.mediasurya.com/2020/12/06/kader-demokrat-lembata-bagi-kayu-bakar-ke-rumah-warga-yang-tampung-pengungsi/

Namun sejauh ini, informasi soal bagaiamana dan untuk alokasi 1 M tersebut serta apakah ada bantuan yang lain melalui rekening Pemda belum sepenuhnya diketahui dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat terdampak.

Kami, Front Mahasiswa Lembata Makassar Merakyat atau FRONT MATA MERA akan bersama dengan masyarakat dalam rangka membantu pemerintah menjalankan azas transparansi dan akuntabilitas sebagai perintah dari UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana.
Jika Pemda Lembata mendukung asas transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintahan, maka Front Mata Mera mendorong Pemda Lembata terbuka menyampaiakan kepada Publik, berapa banyak donasi dari para dermawan untuk Ile Lewotolok, dan hal itu wajib disampaikan ke publik setiap harinya, agar publik juga ikut mengetahui dan mengawal berapa jumlah sumbangan dan dari mana saja sumbernya, hal ini sangat penting, untuk menghindari potensi penyalahgunaan uang sumbangan dari para dermawan di seluruh penjuru dunia yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak Erupsi Ile Lewotolok.(fmm/MST).

Share

26 thoughts on “Front Mata Mera Pertanyakan Transparansi Pemda Lembata Dalam Pengelolaan Bantuan Bencana

  1. Do you have a spam issue on this blog; I also am a blogger, and I was wondering your situation; many of us have developed some nice practices and we are looking to trade strategies with other folks, be sure to shoot me an e-mail if interested. Edwina Clement Lantz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *