Covid – 19, Kluster Pengungsi Terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotokok Bertambah

Covid – 19, Kluster Pengungsi Terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotokok Bertambah

Mediasurya com,Lewoleba- Penegasan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata untuk, tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam penanganan Bencana erupsi Ile Lewotolok, mesti menjadi perhatian semua pihak baik, yang berada di posko-posko pengungsi yang disiapkan pemerintah maupun yang menetap di rumah warga, hal ini bukan tanpa alasan pasalnya hari ini (10/12/2020) bertabah lagi warga kluster pengungsi reaktif rapid test.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/11/06/sempat-dikucilkan-akibat-covid-19-farida-lipat-lahirkan-bayi-perempuan-dengan-selamat/

Seorang warga dari kluster pengungsi tersebut adalah perempuan, berusia 64 tahun, diketahui memiliki riwayat batuk pilek. Dan yang terdata sudah Delapan Warga Lembata Kluster Pengungsi Reaktif Rapid Test.

Tim Keselamatan Komando Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/12/2020), bergerak cepat melakukan treching contact, serta mengisolasi warga tersebut ke Puskesmas Lewoleba di Desa Pada.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/12/09/pemda-lembata-dan-skema-penangan-pengungsi-dalam-masa-pandemi-covid-19/


Direktur RSUD Lewoleba Yosep Bernard Punang, memimpin rapid test swab bagi pengungsi, Kamis (10/12/2020), kepada awak media mengatakan, pihaknya menemukan tambahan 1 lagi warga dari kluster pengungsi reaktif rapid test.


Dikatakan, hingga saat ini tim Keselamatan telah menemukan 8 warga dari kluster pengungsi reaktif rapid test. Sedangkan tim gugus tugas covid-19 telah mengirim 14 sampel SWAB untuk diperiksa di Laboratorium WZ Yohanes Kupang. Ke-14 sampel swab tersebut merupakan hasil traching contact dari orang berkontak erat dengan 7 warga yang sebelumnya dinyatakan reaktif rapid test.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/12/07/dinkes-lembata-lakukan-swab-di-20-posko-pengungsi/


Hingga hari ketiga, tim Keselamatan menemukan 8 warga dari kluster pengungsi, reaktif rapid test.


Tim keselamatan Komando Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata akan terus melakukan rapid test bagi seluruh pengungsi yang tersebar di posko utama maupun posko keluarga.


“kami berterima kasih kepada BPBD yang telah membantu memberikan peralatan rapid test sebanyak 5000 buah. Kami akan terus bergerak. Selain rapid test covid-19. Hari ini kami rapit test malaria juga,” ujar dr. Yosep Bernard Punang. (AT/MST)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *