6 Gejala Awal Covid-19 yang Harus Diwaspadai

6 Gejala Awal Covid-19 yang Harus Diwaspadai

Mediasurya.com, – Di awal pandemi, kita tahu bahwa beberapa gejala umum Covid-19 di antaranya adalah demam, batuk kering dan kelelahan.

Namun, seiring berjalannya waktu, gejala infeksi Covid-19 pun bertambah sehingga banyak orang keliru dalam membedakannya dengan gejala penyakit lain.

Baca juga; https://www.mediasurya.com/2020/12/09/pemda-lembata-dan-skema-penangan-pengungsi-dalam-masa-pandemi-covid-19/

Sebagian orang juga mencari tahu gejala awal apa saja yang umumnya muncul ketika seseorang terinfeksi Covid-19.

Menurut kandidat doktor USC Dornsife dan penulis utama studi tentang urutan gejala Covid-19, Joseph Larsen, mengetahui urutan gejala sangat penting untuk para dokter mengidentifikasi penyakit tersebut dengan cepat dan memberikan keputusan pengobatan yang tepat.

Setidaknya, ada enam gejala awal Covid-19 yang harus diwaspadai, yakni:

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/11/20/tenaga-kesehatan-rsud-lewoleba-terkonfirmasi-covid-19/

1. Demam
Anda perlu waspada jika mendapati suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celcius. Sebab, demam adalah gejala awal Covid-19 yang paling umum terjadi di masyarakat.

Menurut pakar penyakit menular dan direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), Dr Anthony Fauci, infeksi Covid-19 umumnya disertai demam, batuk, kelelahan, kehilangan napsu makan, sesak napas, hingga mialgia atau nyeri otot.

2. Batuk dan nyeri otot
Batuk, umumnya jenis batuk kering, dan nyeri otot juga menjadi gejala awal yang umum terjadi pada pasien Covid-19.

Menurut penelitian, dua gejala tersebut sering kali muncul setelah demam.

Beberapa orang juga mengalami sakit punggung yang menyiksa, seperti dialami oleh pembawa acara bincang-bincang, Ellen DeGeneres.
Dia bahkan tidak tahu bahwa itu adalah gejala.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/09/23/covid-19-berpotensi-gangu-pelaksanaan-pilkada/

3. Mual atau muntah
Menurut sebuah penelitian, ini juga menjadi salah satu gejala yang umum terjadi pada pasien Covid-19, baik dewasa maupun anak-anak, ketika terinfeksi Covid-19.

Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang merasakan mual dan muntah, di antaranya karena infeksi virus, respons peradangan sistemik, efek samping obat, hingga tekanan psikologis.

4. Diare
Menurut laporan Johns Hopkins, Covid-19 dapat menghadirkan berbagai gejala. Namun, salah satu gejala yang berpotensi berbahaya bagi kebanyakan orang tapi tidak terlalu banyak dibicarakan adalah diare.

“Diperkirakan 20 persen pasien Covid-19 cenderung mengalami diare setelah tertular,” ungkap laporan tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat, orang dengan sistem kekebalan lemah, seperti mereka yang terinfeksi atau pulih dari Covid-19, memiliki risiko terbesar terkena diare dan gangguan saluran pencernaan lainnya, termasuk mual dan muntah.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/08/09/recovery-ekonomi-tim-kerja-presiden-ri-temui-masyarakat-akar-rumput-di-flotim/

5. Kehilangan kemampuan indera penciuman atau perasa
Menurut Fauci, saat ini semakin banyak pasien Covid-19 yang melaporkan mengalami kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa.

Laporan tersebut cukup konsisten dan bahkan pada beberapa pasien muncul terlebih dahulu dibandingkan gejala pernapasan.

Bahkan, bagi beberapa pasien, gejala ini tak kunjung pergi meski mereka dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.

Terbaru, dilaporkan sejumlah pasien mengalami parosmia. Gejala ini membuat seseorang berhalusinasi mencium bau menyengat seperti bau ikan yang amis, belerang, dan bau manis yang tidak enak.

6. Semua gejala atau tanpa gejala sama sekali
Satu hal yang membuat Fauci terkesima tentang virus ini adalah spektrum penyakitnya yang sangat luas.

Beberapa orang meeninggal karena Covid-19, beberapa orang lainnya menderita sindrom pasca-Covid yang membuat mereka masih merasakan gejala jauh setelah mereka sembuh, seperti kelelahan, migrain dan masalah kognitif.

Namun, beberapa orang malah tidak merasakan apapun sama sekali.

“Sekitar 20-45 persen orang benar-benar asimtomatik (tanpa gejala) dan beberapa lainnya dapat menjadi pra-gejala. Sebagian lainnya juga hanya mengalami gejala ringan,” tuturnya.

Pada akhirnya, jika Anda mengalami demam, batuk atau beberapa gejala lainnya, ada kemungkinan Anda sudah terinfeksi Covid-19.

Hubungi penyedia layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

Kebanyakan pasien Covid-19 menderita penyakit ringan dan dapat pulih di rumah dengan beristirahat.
Pemeriksaan sesegera mungkin setelah mengalami gejala akan membantu Anda mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus membantu menekan penyebaran infeksi Covid-19.(sumber;kompas)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *