Patung Diva Berbentuk Vagina Raksasa, Diletakkan Di Lereng Bukit Museum Terbuka.

Patung Diva Berbentuk Vagina Raksasa, Diletakkan Di Lereng Bukit Museum Terbuka.

Patung Vagina Raksasa di Brasil Tuai Kontroversi

Mediasurya.com-Jakarta, CNN Indonesia — Patung raksasa berbentuk vagina pada museum terbuka di negara bagian Pernambuco, Brasil, menuai kontroversi. Patung itu menjadi perdebatan antara kaum kiri dan konservatif, termasuk kaum sayap kanan yang dekat dengan Presiden Jair Bolsonaro.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/03/05/mengerikan-hiv-aids-di-lembata/

Sebagaimana dilansir Reuters, patung yang diberi nama Diva itu dibuat dari beton dan resin dengan panjang 33 meter. Patung itu dibuat oleh seniman Juliana Notari yang diletakkan di lereng bukit museum terbuka.

Pada pekan lalu, Notari menjelaskan bahwa patung itu menggambarkan vagina dan luka yang mempertanyakan hubungan antara alam dan budaya dalam masyarakat falosentris dan antroposentris.

Seiring berjalannya waktu, patung itu menjadi kontroversi yang diperdebatkan sejumlah pihak dengan pandangan yang berbeda. “Sejumlah masalah ini menjadi semakin mendesak hari ini,” tulis Notari pada Facebook pribadinya.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/06/22/yuni-damayanti-pandemi-juga-bawah-hal-postif/

Perdebatan tersebut terjadi pada kolom komentar unggahan Notari mengenai Diva dalam Facebook pribadinya. Kurang lebih sebanyak 25 ribu orang mengomentari unggahan tersebut, baik yang mendukung atau mengkritik.

“Dengan segala hormat, saya tidak menyukainya. Bayangkan saya berjalan dengan anak perempuan saya yang masih kecil di taman ini dan mereka bertanya… Ayah, apa ini? Apa yang akan saya jawab?,” tulis seorang netizen.

Komentar itu dijawab oleh netizen lain yang secara tidak langsung mendukung notari. “Dengan segala hormat, Anda dapat mengajari putri Anda untuk tidak malu dengan alam kelamin mereka sendiri,” jawab seorang netizen.

Pun mentor politik Bolsonari, Olavo de Carvalho, mengecam karya Notari lewat akun twitter. Ia seperti mengusulkan patung penis raksasa sebagai cara untuk menandingi Dica.
Kicauan itu cukup menarik banyak perhatian. Kurang lebih kicauan itu telah dikicaukan ulang sebanyak 700 kali, mayoritas berisikan kritik terhadap kaum kiri.

Bolsonaro sendiri sudah lama mengkritik seni yang dianggap beraliran kiri. Kemudian pada 2019 ia gagal mencoba membekukan pendanaan untuk film bertema LGBT+.
(adp/bac)sumber; CNN.Indonesia

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *