Keluarga MYSL, Pasien Covid 19 Yang Meninggal Sesali Sikap Manajemen RSUD Lewoleba.

Keluarga MYSL, Pasien Covid 19 Yang Meninggal Sesali Sikap Manajemen RSUD Lewoleba.

“covid 19 ini sakit yang tidak biasa dan sangat mempengaruhi psikologis kami maupun warga sekitar kami. Karena itu kami minta agar manajemen RSUD maupun satgas covid 19 jangan buat kami di hukum secara sosial. Itu akan sangat menyakitkan”

Mediasurya.com,Lewoleba- Keluarga pasien MYSL yang oleh pihak RSUD Lewoleba di vonis covid 19 menyesali sikap manajemen RSUD yang di nilai lamban dalam penanganan terhadap pasien maupun, penyampaian hal-hal antisipatif yang patut di lakukan pihak keluarga menghadapi situasi yang sulit ini.

Baca juga ; Sekda Lembata,; ” Terkait Besaran Honor Bupati, Ditetapkan Sesuai Perpres 33 Tahun 2020″

RL, saudara kandung almarhumah yang ditemui sejumlah awak media di RSUD Lewoleba menyampaikan kekesalannya atas penanganan terhadap keluarga kontak erat yang diduga sangat lambat.

“ mereka (pihak RSUD) bilang kita ikuti pengebumian sesuai protokol kesehatan karena, Hasilnya pemeriksaan sejak semalam (pemeriksaan Swab), tapi kenapa mereka tidak jemput kami anak cucu yang kontak langsung untuk dikarantina atau diperiksa. Ini kita dibiarkan saja sampai sekarang”.

“Sakit ini kan berpengaruh terhadap psikologis keluarga. Panggil keluarga untuk sampaikan prosedurnya seperti apa, tapi inikan tidak” ujarnya kesal.

Bac juga ; 33 Tahun, Jalan Panjang Kopdit Ankara Siap Jemput Kejayaan

Diminta tanggapan terhadap kejadian yang menimpa saudarinya, RL mengatakan “Kita keluarga menyesali saja, kemudian pihak manajemen rumah sakit hanya menyampaikan begitu saja. Tadi pagi juga hanya menyampaikan begitu”.

“Kami keluarga inikan berpikir jauh, jika kakak kami benar terkena Covid-19 maka keluarga bisa ambil langkah pengamanan diri agar tidak terjadi persoalan dikemudian hari. Kita kaget datang informasinya meninggal karena Covid”.

Baca juga ; Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Lembata, Lakukan Pengendalian Hama Tanaman Jagung

“Sebagai manusia tentu kami kecewa dengan Satgas. Harapan kami dalam penanganan oleh pemerintah agar kedepannya tolong diperhatikan dampak ikutan faktor kemanusiaan karena kita (keluarga) hidup ditengah masyarakat sehingga tidak divonis berlebihan” ujarnya.

MYSL (wanita, 51 Thn) ASN dinas dukcapil Lembata yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia, Minggu (10/01/2021) dan telah dikebumikan sesuai protokol penanganan jenazah Covid-19, bertempat di TPU bluwa-Lewoleba Barat.

Informasi yang dihimpun media ini dari pihak keluarga korban yang ditemui di RSUD Lewoleba (10/01) menyampaikan sekilas kronologis riwayat perawatan almarhumah sebelum akhirnya meninggal dunia dan divonis terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga ; Evaluasi Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Lembata, Dari Distrubusi Logistik, Penanganan Covid 19 Dan DBD

“Tanggal 5 s/d 8 Januari mama sempat dirawat di RS Bukit akibat sakit komplikasi yang dideritanya sejak lama, kemudian pulang kerumah”.

“Tanggal 9 masuk lagi ke RS. Damian sekitar Pukul 13.00 WITA, bahkan diminta oleh pihak rumah sakit untuk rujuk ke Maumere karena dokter yang tangani sampaikan kalau ginjal mama bermasalah. Karena ada gejala sesak nafas sehingga siangnya langsung di Swab di Damian, kemudian dirujuk ke sini (RSUD Lewoleba)” ujar anak perempuan korban.

Sementara itu pihak Satgas Covid-19 Lembata yang ditemui di lokasi pekuburan TPU Bluwa pasca pengebumian jenazah MYSL menjelaskan riwayat sakit serta harapkan seluruh warga Lembata tetap patuhi protokol kesehatan ditengah maraknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Satgas Covid-19 Lembata, Pasien MYSL dirujuk dari RS Damian ke RSUD Lewoleba pada 9 Januari sekitar Pukul 18.45 WITA dan meninggal dunia 10 Januari Pukul 11.00 WITA di RSUD Lewoleba.

Baca juga ; 6 Gejala Awal Covid-19 yang Harus Diwaspadai

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan TCM pada 9 Januari, dimana pasien punya komorbid (penyakit penyerta) Diabetes Melitus tipe 2 dan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome).

dr. Lucia S. G. Anggrijatno, selaku jubir satgas Covid-19 menjelaskan jika pasien mempunyai komorbid (penyakit penyerta) maka akan lebih berat, dimana pasien ini punya penyakit diabetes.

Perihal cepatnya hasil pemeriksaan sampel Swab almarhumah, dr. Lucia menjelaskan “RSUD Lewoleba punya alat TCM (Tes Cepat Molekuler) yang biasa digunakan untuk pemeriksaan pasien TB dan HIV, namun dengan mengganti Catridge maka bisa digunakan untuk pemeriksaan pasien Covid-19, namun yang diperiksa menggunakan TCM harus pasien yang ada gejala dimana hasilnya bisa segera diketahui. Sedangkan bagi Suspect tanpa gejala dilakukan Swab untuk pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) di Kupang”.

langkah lanjutan penanganan terhadap keluarga kontak erat, Lucia Sandra sampaikan “Kepada keluarga kontak erat sebagian sedang di tracing dan akan dilakukan Rapid Test antigen. Hasil Rapid testnya jika Reaktif maka akan diisolasi mandiri dan akan dilanjutkan dengan Swab PCR untuk dikirim ke Kupang” ujarnya menambahkan.

Share

One thought on “Keluarga MYSL, Pasien Covid 19 Yang Meninggal Sesali Sikap Manajemen RSUD Lewoleba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *