Temukan Bangkai Babi, Warga Pesisir Minta Agar Hewan Mati Jangan Di Buang Ke Laut.

Temukan Bangkai Babi, Warga Pesisir Minta Agar Hewan Mati Jangan Di Buang Ke Laut.

Mediasurya.com,Lewoleba- Nelayan yang mendiami pesisir pantai Lewoleba menemukan bangkai ternak babi terapung saat melaut di teluk Lewoleba.

Baca juga ;Ternak Babi Di Lembata, Terdata 443 Yang Mati Karena ASF

Hamid Takim salah seorang nelayan yang saat memancing di bagian barat teluk Lewoleba (11/1/2021) menemukan seekor bangkai babi yang terapung di tengah laut.

“Babi besar sekali, saat saya mau buang pancing saya liat, mulanya kira bongkahan kayu namun, ternyata setelah saya cek itu babi mati yang di buang” ujar Takim.

Baca juga; PENDAFTARAN TAMTAMA GELOMBANG I TAHUN 2021 DI BUKA, ORANG MUDA LEMBATA YANG BERMINAT SILAKAN MENDAFTAR KE KORAMIL 1624/03 LEWOLEBA

Kemarin malam (12/1/2021) saya melaut saya temukan lagi ada bangkai babi tapi kali ini lebih kecil dan sepertinya sudah mulai hancur. Itu juga di bagian barat. Saya tidak berani karena secara hukum agama saya tidak bisa menyentuh” ungkap pria paru baya ini. Lanjut warga kubur cina kelurahan Lewoleba tengah ini bahwa, arus bawa bangkai ini dari dlbarat tetapi saya sendiri tidak bisa pastikan dari mana hewan mati yang dibuang orang tak bertanggungjawab ini berasal.

Kami harap pemerintah seceptnya menertibkan agar Janan lagi ada orang yang buang bangkai hewan ke laut.

Mariam maju dan kadijah Taher dua warga kubur cina yang berprofesi sebagai penjual ikan mengaku, sejak empt hari terakhir jualan mereka sepi pembeli hal ini menurut keduanya disebabkan adanya bangkai babi yang terapung di laut dan membuat masyarakat enggan membeli ikan.

Baca juga ; Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Lembata, Lakukan Pengendalian Hama Tanaman Jagung

Sementara itu ketua pemuda kubur cina, saiful Nene Kaphala yang juga merupakan, sekretaris Forum Komunikasi Nelayan Lembata kepada media ini (14/1/2021) mengatakan, Bangkai babi sangat mengganggu aktivitas penjualan ikan. Karena walaupun hasil tangkapan bagus tetapi jika kemudian di Jual tapi tidak ada yang makan.

Dikatakan Saiful bahwa dengan temuan bangkai babi di laut yang ditemukan pemancing juga nelayan dengan pukat memaksa sebagain nelayan bahkan tidak melaut.

Kami nelayan mengadu ke perikanan, minta koordinasi dari instansi terkait agar bisa atasi, bahkan cegah pembuangan bangkai babi. Ujar saiful.

Warga resah dwngn keadaan ini karena itu kami minta agar, camat dan kelurahan, Lewoleba tengah dan Utara untuk bisa mengambil langkah pencegahan pembuangan bangkai hewan ke laut. (Steny)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *