Kukuhkan Panitia Ajudifikasi, BPN Lembata Menuju Sertifikasi Digital

Kukuhkan Panitia Ajudifikasi, BPN Lembata Menuju Sertifikasi Digital

Mediasirya com,Lewoleba- Panitia Ajudikasi dan Satuan Tugas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2021 telah dikukuhkan, hal ini bertanda Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lembata, memulai road map menuju sertifikasi digital.

Baca juga ; Kader Demokrat Lembata Setia Pada AHY, Meski Partai Diterpa Isu Kudeta

Peta jalan menuju sertifikasi digital dimulai dengan pelantikan dan Panitia Ajudikasi dan Satuan Tugas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) mulai melakukan validasi data pertanahan pada 8 wilayah prioritas, yakni Kelurahan Lewoleba Selatan, Kelurahan Lewoleba Barat, Kelurahan Selandoro, Kelurahan Lewoleba, Desa Pada, Desa Mampir, Desa Leba ata dan Desa Lebewala.

“Syarat dan ketentuan sertifikasi elektronik, semua bidang tanah harus di validasi dulu, maka Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini dijalankan untuk memvalidasi seluruh bidang tanah. Kita menuju ke sistim sertifikasi digital,” ujar Kepala BPN Kabupaten Lembata, Eduward M. Y. Tuka di Lewoleba, Sabtu (6/2/2021).

Baca juga ; Pemda Lembata Siapkan Anggaran Pemulihan Ekonomi Bagi Pelajar Terdampak Covid 19.

Disebutkan, PTSL terdiri antara lain, Satgas Fisik, satgas Yuridis dan Satgas Administrasi. Pembentukan tim ini sudah sesuai Permen ATR nomor 6 tahun 2018 tentang pendaftaran tanah sistematis.Eduward M. Y. Tuka menyebutkan, terdapat 47 ribu lebih tanah bersertifikat di Lembata dengan kualitas data KW 6. Namun data pertanahan tersebut masih harus ditingkatkan kulitasnya menjadi KW1.Dari total tanah bersertifikat tersebut, sejak bulan November 2020 lalu, pihaknya baru memvalidasi 34 ribu lahan dari kondisi sebelumnya hanya belasan ribu lahan.

“Validasi berarti baru di entri. Sedangkan sebanyak 9 ribu bidang tanah telah berupa Persil atau blok yang terplot baik. Ini data yang siap elektronik. Jadi Siapapun yang punya bidang tanah yang terbitan di bawah tahun 1998, datanglah ke pertanahan untuk kita validasi. Tapi dengan PTSL ini semuanya terpenuhi,” ujar Eduward M. Y. Tuka.

Pihaknya melibatkan Lurah dan Kepala Desa sebagai tim ajudikasi. Tim Ajudikasi di targetkan dapat menghasilkan produk berupa sertifikat tanah pada bulan Maret.”Paling tidak momen ini (PTSL) penataan tanah lengkap, semua tanah wajib didaftarkan.

Satu pulau Lembata harus saya petakan tapi kita mulai dari kota,” ujar Eduward yang baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lembata.Menggunakan konsep 3 M, mendekat, merapat dan manyatu, BPN Lembata mematok target, sampai tahun 2023,karena secara nasional di targetkan tahun 2025 sebab itu, khusus Kota Lewoleba lengkap dan tertib administrasi pertanahan harus di mulai.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *