Surati Presiden RI, Ir. H Joko Widodo, Keluarga Korban Tindak Pidana Pembunuhan di Wuluwata-Adonara Ingin Keadilan Di Tegakan.

Surati Presiden RI, Ir. H Joko Widodo, Keluarga Korban Tindak Pidana Pembunuhan di Wuluwata-Adonara Ingin Keadilan Di Tegakan.

Mediasurya.com,Adonara- Keluarga korban mati,korban selamat perkara tindak pidana di Wuluwata,Adonara kabupaten Flores Timur Surati Presiden dan sejumlah tinggi negeri tentang rintihan hati yang menginginkan keadilan hukum ditegakkan seadil-adilnya di bumi Flores Timur.

Baca juga ; Masyarakat Dan Keluarga Kecewa, Terpidana Pembunuhan Wuluwata Beradarah Di Keluarkan Dari Rutan Larantuka

Surat yang dikirim kepada Presiden RI, Ir H Joko Widodo,Ketua MA,Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua Komisi Yudisial,,Ketua Komisi pengawas Kejaksaan, Ketua Kompolnas, Komnasham, Ketua perlindungan saksi dan korban, Kepala Kejaksaan Agung dan Kapolri menyebutkan, bahwa korban mati maupun selamat dan keluarga korban yang dipotong,dicincang dan di mutilasi menjadi dosa hukum oleh oknum-oknum penegak hukum di Flore Timur.

Dalam surat rintihan hati setebal 18 halaman yang copyan diterima media ini, disebutkan bahwa Berdasarkan Perintah KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA sebagaimana dimaksud
dalam PASAL 1 AYAT (2) UUD 1945, maka KAMI dari KELUARGA KOBAN MATI atas nama Alm. MOSES KOPONG KEDA Alias MOSES, Alm. DANIEL SERAN PARON Alias SERAN, Alm. JACOBUS MASANG SANGA Alias JACK, Alm. YOSEPH OLA TOKAN Alias YOSEP dan KORBAN SELAMAT atas nama MARKUS SUBAN KIAN Alias SUBAN, selaku RAKYAT INDONESIA sebagai PEMILIK KEDAULATAN di NEGARA REPUBLIK INDONESIA, maka DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DI WULUWATA dengan ini meminta KETUA PENGADILAN NEGERI LARANTUKA, untuk MEMBERIKAN JAMINAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KAMI
KELUARGA KORBAN DAN ORANG KEKASIH KAMI ATAS NAMA “MARKUS SUBAN KIAN” ALIAS “SUBAN”. MENGAKUI DAN MENYATAKAN BETUL BAHWA KAMI ADALAH KORBAN DAN PIHAK RAFAEL KOPONG TOKAN ADAKAH PELAKU PEMBUNUHAN BERENCANA SERTA MENGEMBALIKAN HAK HUKUM MARKUS SUBAN KIAN SEBAGAI KORBAN.

Ditulis dalam surat tersebut bahwa, selama BERPROSES PADA PENGADILAN NEGERI LARANTUKA DIDUGA OKNUM-OKNUM HAKIM PADA PENGADILAN NEGERI LARANTUKA,
PEJABAT KEJAKSAAN DAN JAKSA/PENUNTUT UMUM PADA KEJAKSAAN NEGERI FLORES TIMUR, PEJABAT KEPOLISIAN DAN PENYIDIK
KEPOLISIAN PADA KEPOLISIAN RESOR FLORES TIMUR MELAKUKAN KOMUNIKASI MELALUI OKNUM TERTENTU YANG BERADA DI KUPANG
KEPADA KELUARGA KAMI YANG BERADA DI KUPANG ATAS NAMA DONATUS ARA KIAN, MEMINTA AGAR KAMI MENGGANTIKAN ADVOKAT YANG SAAT INI YANG TELAH MENDAMPINGI KAMI DENGAN ADVOKAT ATAU PENGACARA LAIN YANG BERADA DI BUMI FLORES TIMUR.

Dalam surat tersebut dikatakan BAHWA SEBELUM PUTUSAN MAJELIS HAKIM PIDANA PADA PENGADILAN NEGERI TERTANGGAL 10 DESEMBER 2020 DIDUGA OKNUM HAKIM DAN JAKSA/PENUNTUT UMUM KEJARI FLORES TIMUR MELALUI OKNUM PENGACARA DI FLORES TIMUR MENAWARKAN KEPADA KAMI KELUARGA KORBAN UNTUK MENYIAPKAN SEJUMLAH DANA YANG NILAINYA RATUSAN JUTA RUPIAH, AGAR MARKUS SUBAN KIAN DIHUKUM RINGAN YANG DIPERKIRAKAN DENGAN TUJUH TAHUN PENJARA DARI TUNTUTAN PENUNTUT UMUM EMPAT BELAS TAHUN PENJARA, AKAN TETAPI KAMI TIDAK MAU DAN MENOLAK, KARENA KAMI TIDAK MAU BERTRANSAKSI DARAH DAN NYAWA DI WULUWATA SERTA TETAP MEMPERTAHAN PERBUATAN HUKUM KAMI YAITU KAMI DISERANG,dan KAMI TERPAKSA MEMBELA DIRI DEMI MEMPERTAHANKAN HARGA DIRI DAN KEHORMATAN DIRI SENDIRI, KELUARGA, KELUARGA BESAR, KERABAT SERTA NAMA BAIK Suku KAMI. DAKWAAN PENUNTUT UMUM TERHADAP PERBUATAN HUKUM MARKUS SUBAN KIAN “MEMBACOK KEPALA BAGIAN BELAKANG “YOSEP HELU WUAN” ADALAH PERISTIWA HUKUM YANG BARU DIADAKAN ATAU PERISTIWA HUKUM “SILUMAN” Karena, PERBUATAN HUKUM
TERSEBUT TIDAK DILAKUKAN OLEH
MARKUS SUBAN KIAN.

Bahwa PERBUATAN HUKUM MARKUS
SUBAN KIAN karena terpaksa menombak paha wilem Ola kwasa DAN TIDAK MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM MEMBACOK KEPALA BAGIAN BELAKANG SAUDARA YOSEP HELU WUAN. Dalam surat tersebut ditulis ada upaya merubah perkara peristiwa dan fakta hukum, dari pembunuhan berencana menjadi sengaja melakukan pembunuhan agar para pelaku pembunuhan dihukum dengan penjara 14 tahun kurungan dan satu tahun enam bulan bagi satu orang.

Dalam surat ditulis secara gamblang bahwa, selama perkara berproses dipengadilan negeri larantuka, diduga ada oknum hakim,jaksa, pejabat polres dan penyidik telah berkomunikasi melalui oknum tertentu dengn keluarga korban dikupang atas nama Donatus Ara Kian agar menggantikan adovakat yang selama ini mendampingi keluarga korban dengan pengacara yang ada di larantukan.
Kami BERSAMA KELUARGA KORBAN MATI DAN KORBAN SELAMAT siap AKAN
MENGAWAL PROSES HUKUM PADA TINGKAT ATAS YAITU PADA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DI JAKARTA.

Baca juga ; Kisruh Pemilihan BPD Balaweling Adonara, Mansur Geroda Datangi Pengacara

Petani Ile Boleng, Adonara Apresiasi Program Ketahanan Pangan TNI

MENGUSULKAN KEPADA PEJABAT TINGGI NEGARA REPUBLIK
INDONESIA DAN PEJABAT TINGGI PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA,
AGAR OKNUM-OKNUM PEJABAT PENEGAK HUKUM YANG BERTUGAS DI BUMI FLORES TIMUR yang DIDUGA TELAH MEMPERDAYA KAMI RAKYAT FLORES TIMUR DENGAN HUKUM, BAIK PADA PENGADILAN NEGERI LARANTUKA MAUPUN PADA KEJAKSAAN NEGERI LARANTUKA DAN KEPOLISIAN RESOR FLORES TIMUR, TERKHUSUS YANG MENANGANI PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DI WULUWATA, SEGERA DIPINDAH TUGASKAN DARI BUMI FLORES TIMUR, NAMUN APABILA OKNUM-ONUM TERSEBUT DIDUGA MELAKUKAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM BAIK DALAM PERKARA PIDANA PEMBUNUHAN DI WULUWATA
MAUPUN PERKARA-PERKARA LAINNYA SELAMA BERTUGAS, HARUS BERTANGGUNGJAWAB SECARA HUKUM, JIKA DI KEMUDIAN HARI ADA
TUNTUTAN DARI RAKYAT FLORES TIMUR SEBAGAI KORBAN;

Surat yang dibuat Lewoengat Desa Sandosi (12 Maret 2021) dan telah diserahkan ke pihak terkait di Larantuka (15 Maret 2021) ditandatangani oleh keluarga korban BENEDIKTA EMA OLA, MARIA DERAN DULI, THERESIA TUTO BORo,BIBIANA KEWA PARON , AGUSTINUS ARA KIAN, TIMOTIUS SERA, PARON KAMILUS ARA KIAN, BENYAMIN BEDA NAMHA, TOBIAS MADO, ALOYSIUS KWAELAGA, PETRUS PHILIPUS YULIANUS KWAELAGA, VINSENSIUS ARA KIAN,
TARSISIUS KEMA GASA, AGUSTINUS SERA PARON, MHIKAEL KEMA GASA,
STEFANUS KEMA GASA, STANISLAUS KOPONG TENA.

Penulis ; Bernadus Naragere

Share

One thought on “Surati Presiden RI, Ir. H Joko Widodo, Keluarga Korban Tindak Pidana Pembunuhan di Wuluwata-Adonara Ingin Keadilan Di Tegakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *