Ketua Pemuda Katolik Agus Boli; Ajak Semua Pihak Menjaga NTT Dari Potensi Ancaman Teror Bom  Bunuh Diri

Ketua Pemuda Katolik Agus Boli; Ajak Semua Pihak Menjaga NTT Dari Potensi Ancaman Teror Bom Bunuh Diri

Mediasurya.com,Larantuka- Ketua Komda Pemuda Katolik propinsi Nusa Tenggara Timur Agustinus Payong Boli,SH.MH menyeruhkan kewaspadaan tinggi juga kecermatan serta kehati-hatian bagi masyarakat NTT dan umat kristiani yang merayakan perayaan Paskah dan hari mendatang Di Nusa Tenggara Timur, terhadap potensi ancaman teror bom bunuh diri pasca teror bom bunuh diri di gereja Katedral Makasar,Sulawesi Selatan dan di tangkapnya jaringan teroris lain di Jakarta, Nusa Tenggara Barat dan terakhir penyerangan di Mabes Polri tanggal 31 Maret 2021.

Baca juga ; Kodim 1624/Flotim, Pastikan Menjadi Garda Terdepan Memberi Rasa Nyaman Bagi Umat Nasrani Rayakan Pesta Paskah.

Menurut Agus Boli yang juga Wakil Bupati Flores Timur ini, potensi ancaman teror ini selalu ada mengingat jaringan teroris di Bima Nusa Tenggara Barat bisa dengan mudah masuk ke Wilayah Nusa Tenggara Timur lewat jalur laut semisal Labuan Bajo dan Pelabuhan-pelabuhan laut lainnya di Nusa Tenggara Timur.
Mereka para teroris ingin menyebarkan ancaman kekacauan dan pembunuhan secara masif di Indonesia dan target mereka di wilayah-wilayah markas kepolisian ada kemungkinan di wilayah-wilayah yang selama ini di anggap zona aman oleh kita.

Kita tidak boleh lengah dan merasa aman karena mayoritas karena teroris bom bunuh diri itu memang niatan mati dengan cara itu dan tidak mengenal wilayah mayoritas atau minoritas.Mereka juga bergerak secara masif dan terstruktur dan semangat solider persaudaran antar mereka sangat tinggi.

Saya meminta Kapolda Nusa Tenggara Timur,TNI dan BIN agar kosentrasi penuh di pelabuhan-pelabuhan laut mendeteksi peluang masuknya teroris dan juga menjaga ketat pusat-pusat peribadatan perayaan paskah 2021.

Kepada para pemimpin Agama apakah Katolik,Protestan,Islam,Hindu,Budha dan lain-lain bersama masyarakat agar pantau secara cermat sampai di tingkat keluarga apakah ada orang asing masuk mencurigakan dan bersikap intoleran terhadap agama,suku,ras lain maka jangan beri ruang yang bersangkutan untuk berdomisili di lingkungan kita lalu melapor ke Pihak kepolisian untuk di selidiki.

Pak Kapolda melalui divisi Cyber Crime juga saya minta agar pantau tulisan-tulisan yang intoleran dan cendrung radikal ke ormas-ormas terlarang dan biang teroris di media sosial dan segerah tangkap karena polisi mempunyai kewenangan menahan dan menyelidiki seseorang yang di curigai selama 1×24 jam,tidak cukup dengan himbauan saja.

Kita ingin Nusa Tenggara Timur aman dan damai biarkan masyarakat tenang bekerja untuk melawan kebodohan dan kemiskinan dalam semangat toleransi yang tinggi.
Pemuka-pemuka agama mari kita gunakan mimbar maupun luar mimbar untuk perkuat basis toleransi di Nusa Tenggara Timur.

Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur menjadi garda terdepan merawat kebinekaan Pancasila dalam cinta Toleransi di Nusa Tenggara Timur.Mari kita merebut kemakmuran kesejateraan supaya keluar dari zona kebodohan dan kemiskinan tanpa kegaduhan SARA.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *