Banjir Lembata, 42 Warga Yang Hilang Masih Dalam Upaya Pencarian

Banjir Lembata, 42 Warga Yang Hilang Masih Dalam Upaya Pencarian

Mediasurya.com, LEMBATA – Upaya pencaharian terhadap masyarakat yang hilang akibat banjir bandang di kecamatan Ile ape, Ile ape timur dan Omesuri kabupaten Lembata masih terus dilakukan oleh aparat keamanan dan tim evakuasi sejak 4 April 2021 hingga kemarin 5 April dan akan berlanjut hari ini 6 April 2021 telah berhasil menemukan 3 jenazah yang tertimbun longsor namun masih terdapat puluhan warga hilang yang belum ditemukan.

Baca juga ; Bupati Dan Forkompinda Lembata Tinjau Lokasi Bencana Banjir Bandang Ile Ape

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur bersama ketua DPRD Lembata, Petrus Gero dan Kapolres Lembata Yoce Marthen didampingi sejumlah pejabat daerah yang turun langsung ke lokasi bencana desa waimatan kecamatan Ile ape kepada awak media menegaskan prioritas saat ini adalah upaya evakuasi dan pencaharian para korban.

Sunur menjelaskan, Korban meninggal yang sudah ditemukan akibat bencana baik di Ile Ape dan Ile Ape Timur adalah 13 orang ditambah 1 orang di Omesuri sehingga total menjadi 14 orang. Sementara yang masih hilang dalam upaya pencaharian di lokasi yang tertimbun, di Desa Waimatan ini sendiri ada 22 orang, di Desa Amakaka ada 18 orang, sementara di Desa Leudanung-Kec. Omesuri ada 2 orang sehingga masih ada 42 jenazah yang belum ditemukan dan masih dalam upaya pencaharian. Untuk Desa Tanjung Batu dan Desa Waowala, saat ini belum ada informasi penambahan korban.

Data yang terhimpun dari dinas Kominfo Lembata, Dinas Kominfo Lembata, jumlah korban meninggal yang telah ditemukan di wilayah Ile Lewotolok sebanyak 13 orang dengan sebaran 6 asal Desa Amakaka, 2 asal Desa Tanjung Batu, 2 asal Desa Lamawolo dan 3 orang asal Desa Waimatan.

Desa Waimatan yang terdampak longsoran cukup parah, dimana sebanyak 22 orang dari 25 warga dusun tersebut masih tertimbun reruntuhan tanah dan bebatuan berukuran besar. Longsor yang terjadi Minggu dini hari (04/04) juga memutus total akses jalan dari dusun Waimatan menuju dusun Kelar, bagian dari Desa Waimatan yang juga terdampak material batu akibat luapan banjir yang terjadi.

Baca juga ; Banjir Bandang Masyarakat Adonara Dan Lembata, Jadi Korban.

Menurut Bupati Lembata, Untuk Desa Waimatan di prioritas mengevakuasi korban yang hidup, yang sakit dan pencarian korban yang hilang. Lokasi ini sudah tidak bisa lagi dihuni, masyarakat harus direlokasi, ujar Sunur.

Pantauan media ini,aktivitas sebagian warga yang masih bertahan dibantu tim evakuasi dari unsur TNI-Polri, PMI, PRB dan unsur terkait lainnya lakukan pembersihan rumah secara manual dan pencarian anggota keluarga yang diduga tewas dibawah puing-puing rumah serta timbunan material lumpur dan batu gunung.

Sementara itu informasi dari kecamatan Omesuri pencarian 2 warga Desa Leudanung yang masih dinyatakan hilang belum membuahkan hasil, namun demikian tim evakuasi bersama warga masyarakat masih terus bekerja memindahkan bongkahan batu berukuran besar dan lumpur.

Share

2 thoughts on “Banjir Lembata, 42 Warga Yang Hilang Masih Dalam Upaya Pencarian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *