46 Kepala Keluarga Desa Neleblolon Merasa Terabaikan.

46 Kepala Keluarga Desa Neleblolon Merasa Terabaikan.

Mediasurya.com, Adonara – Banjir Bandang malam Paska (4/4/2011) beberapa waktu lalu telah menelan korban jiwa sekitar 76 orang dan korban Rumah penduduk dengan harta benda lainnya; sarana jalan umum putus total sehingga akses keluar masuk dalam mencari nafka jadi terhenti sama sekali .

Baca juga ; Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Bantu Pengungsi Korban Banjir Bandang di Kabupaten Lembata

Hal yang sama juga dialami Desa Neleblolon, dengan putusnya jalur jalan menuju Desa terputus total, hingga warga Neleblolon sangat kesulitan menjalani kehidupan semenjak tanggal 5 April 2021 hingga kini . Dua buah Rumah Warga Desa Neleblolon terhanyut Banjir Bandang yaitu rumah milik Simon Sili Demon warga dusun l RW 2,Rt.02 dan Stefanus Tupen Nama warga dusun l Rw.2, Rt.03 Desa Neleblolon, dengan menyisahkan 4 orang anak terpaksa harus nunut hidup dengan tetangga mereka yang merasa empati atas Penderitaan jiwa anak anak dibawa umur tersebut

Raimundus Sina Laga (12) , Robertus Beda AmaƱ(10), Rofina Lipat Kian(7), Rio Eda lolon (2) ke emapat anak ini hingga kiniasih ditampung dirumh keluarga.

Baca juga ; Danlanal Maumere Kunjungi Korban Banjir Bandang Adonara Yang Sedang Dirawat Di Susteran Emaus Larantuka

Anastasia Sedo Ola bahwa ” Mungkin Pemerintah Kecamatan lle Boleng merasa kami ini adalah Bukan Warga Masyarakatnya segingga kami tidak pernah dikunjungi bahkan tidak pernah dihiraukan sama sekali.

Korban jiwa Banjir Bandang Desa Nelelamadike 55 orang dan masih belum ditemukan Kornelis Suban Ola (42 tahun), Tim Basarnas dengan di bantu Anjing Pelacak pun belum berhasil menemukan mayat Suban Ola, hingga Anjing Pelacakpun terpaksa di antar pulang ke Jakarta. Penulis : Bernad Naragere

Share

One thought on “46 Kepala Keluarga Desa Neleblolon Merasa Terabaikan.

  1. Diduga Aparat Kec. Ile Boleng dan Pemerintah Kabupaten hanya fokus pada desa tertentu dimana semua bantuan terfokus ke situ, shg Desa2 yang terdampak Bencana Alam Seroja, yang mana Rumahnya terendam banjir, daerahnya longsor, Korban Trauma dll, bukan hal utama pelayanan terhadap Rakyat Flotim…. satu kata … MIRIS..:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *