Terkait BST Witihama, Aparat Desa Yang Malas Sebaiknya Mundur.

Terkait BST Witihama, Aparat Desa Yang Malas Sebaiknya Mundur.

Mediasurya.com, Adonara – Pembagian BST(Bantuan Sosial Tunai) Hari ini Rabu,14 April 2021 untuk 16 Desa sekecamatan Witihama yang dilakukan secara terpusat tetap memperhatikan protokol kesehata dengn jaga jarak dari memakai masker, namun demikian data penerima masih saja ada yang tercecer.

Baca juga ; Benarkah Ada Misteri, Di Banjir Bandang Lamanele Adonara?

Pembagian yang berjalan tertib sesuai arahan Dinsos terkait validasi data pada tahapan berjenjang untuk memastikan by name dan by adress seauai NIK yang mana oleh Pemerintah Desa telah dilakukan proses validasi KK terhadap warganya masing masing, selama dua tahun terakhir ada warga yang diperbolehkan dengan cukup gunakan KTP asli dan KK fotocopyan.

Baca juga ; Danlanal Maumere Kunjungi Korban Banjir Bandang Adonara Yang Sedang Dirawat Di Susteran Emaus Larantuka

Langkah yang ditempuh aparat Desa bekerja untuk masyarakat patut mendapat apresiasi meski demikian memang masih masa bodoh alias apatis bekerja gampang dimana jika ditemukan ada warga yang tidak lengkap cukup di mencoret nama penerima tanpa merasa bersalah

Seperti yang dialami oleh Fransiska Tenoa yang krhilangkan KK asli sejak 2014 silam .Bakan ada dua warga lainnya yang turut dicoret namanya dari daftar penerima bst sehingga penerima yang data awal 45 warga dicoret oleh Pemdes Watoone sehingga tersisa sisa 42 warga .

Menurur Pendamping BST tingkat Kecamatan Witihama, Akbar Bapa Kai “Sebaiknya Aparat Desa dengan BPD yang Apatis dan Tidak mau bekerja melakukan validasi Surat surat Penting seperti urus kartu keluarga warganya,lebih baik mengundurkan dirinya karena sudah jelas dia bekerja bukan untuk masyarakatnya, tapi dia bekerja untuk dapurnya saja”,ketus Bapa Kai

Kepala desa watoone hingga berita ini diturunkan belum berhasil ditemui untuk diminta komentarnya terkait kejadian beberapa warga yang dicoret dari daftar penerima BTD.

Penulis : Bernadus Naragere

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *