Sekda Tapobali Bantah, Pemda Lembata Hadang Rombongan JPIC SVD Yang Bawa Bantuan Bagi Korban Banjir Ile Ape.

Sekda Tapobali Bantah, Pemda Lembata Hadang Rombongan JPIC SVD Yang Bawa Bantuan Bagi Korban Banjir Ile Ape.

Mediasurya.com, Ileape – Entah siapa yang memulai namun , sesuai video yang dikirim ke media ini, telah terjadi adu mulut antara rombongan relawan Kemanusiaan JPIC SVD yang mengantar logistik bantuan bagi korban banjir di kecamatan Ile ape dan Ile ape timur kabupaten Lembata (23/4/2021) yang menetap pondok-pondok kebun dan bukan di posko pengungsian dengan Pemda Lembata. Media inipun belum.bisa memastikan dimana persisnya adumulut itu terjadi tetapi seturut informasi yang direkam.media ini kejadian tak sedap itu terjadi di seputaran waisesa parakwalang lokasi yang hendak dibangun perumahan bagi korban banjir.

Baca juga ; Pemda Lembata Usul Permintaan Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Ke Bulog Larantuka.

Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali dihubungi media ini (23/4/2021) melalui pesan singkat whatsup (wa) membantah terjadi penghadangan terhadap rombongan relawan kemanusiaan jpic SVD?

Menurut Tapobali kejadian tersebut hanya salah paham dan bukan upaya penghadangan.
“Mungkin istilahnya terlalu provokatif. Tidak ada penghadangan di lapangan. Hanya ada kesalahpahaman di antara mereka. Sama-sama punya maksud baik, untuk kemanusiaan” tulis Tapobali.



Diminta komentarnya terkait kejadian tersebut, mantan kadis PU Lembata ini mengungkapkan, Kejadian tadi itu saya tidak tahu persis mengapa terjadi. Soalnya saya sedang menghampiri Tuan Vande, sekedar tegur sapa sekaligus mengajak beliau untuk, hadir dalam undangan kami esok di Posko Utama terkait giat kemanusiaan ini. Dan beliau merespon baik. Tiba-tiba ada keributan kecil di belakang saya, mungkin kesalahpahaman di antara mereka saja ungakp Tapobali melalu wa.

Sementara itu Fransiska Hironima salah satu kasubag pada bagian Humas Setda Lembata kepada media ini (23/4/2021) dihubungi melalui pesan singkat whatsup ditanyabterkait dugaan penghadangan terhadap rombongan relawan kemanusiaan jpic SVD mengungkapkan, “Oh iya… Informasinya perlu diluruskan.. Saat ini pengungsi di parakwalang 3 orang terpapar covid sesuai hasil rapid antigen sehingga, pemda ketatkan pengawasan keluar masuk. Nah pada saat mrk belok masuk ke sana ditahan mrk tdk mau berhenti. Jadi jalan terus.

Baca juga ; Pemda Lembata Bersyukur, Masyarakat Relakan Lahan Untuk Pembangunan Rumah Bagi Pengungsi Banjir Bandang

Pulangnya kan pa bupati, sekda dan smua jajaran masih di posko lapangan benahi posko di pintu masuk dekat cabang ke tanjung ( pindah dr waisesa) untuk diawasi ketat TNI Polri, dan pemda.. Sekembalinya dr sana kan mobilnya ditahan ditanya pembagiannya kemana saja spy dicatat.. Eh ada yang celetuk sy tdk tau namanya siapa dia jawab ke pa sekda begini kami ini turun langsung ke lapangan bukan macam pemerintah yang duduk nonton saja. Ini yang memicu keributan sehingga omi sopir eb 1 suara agak tinggi tapi tdk ada insiden berlebihan di sana.

Masih menurut Fransiska Hironima, Hanya debat mulut pun antara omi dan salah satu anak muda, anak kotabaru katanya
Jadi skrg yang keluar masuk semuremu tdk lagi. nanti akan diatur d sana kasihan yang terpapar kalo tambah banyak kan pemda juga yang disalahkan
Mrk semuremu antar tp tdk tahu kalo banyak yang di pondok2 yang tdk bs terjangkau jadi yang di pinggir jalan kendaraan bs terjangkau jadinya numpuk, Sdgkn di belakang 2 sana tdk dapat apa2 itu yang perlu dibenahi, tulis Fransiska mantan lurah Lewoleba selatan ini.

Petrus Ruing kepala bagian Humas Setda Lembata melalui sambungan telp seluler (23/4/2021) mengatakan bahwa tidak ada penghadangan terhadap romobingan Kemanusian jpic SVD kalau ada yang sampaikan terjadi penghadangan itu bahasanya mereka saja.

Ditanya kenapa di hadang Ruing mengatakan, tidak ada penghadangan tetapi mereka turun dengan emosi.

“mereka turun do tinggi macam mau berkelahi saja. Kita tidak halangi cuma ada dua hal yang digaris bawahi yakni ada pengungsi yang terpapar covid 19 dan kita mau agar semua bantuan tercatat secara baik dan dalam pendistribusian bisa baik. Kita tidak menghalangi setiap pihak yang mau berikan bantuan” ungkap Ruing.

Baca juga ; PMI Lembata Distribusi 318 RIbu Liter Air Bersih Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi.

Mantan camat Lebatukan ini mengatakan, kita semua mau agar diatur secara baik. Kalau dibilang ada yang dipondok belum dapat bantuan siapa sih mengaku kami sudah cukup, keadaan tentu kurang terus. Kami hanya mau mengatur agar pendistribusian logistik bisa berjalan baik sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik atau pendobelan di titik lain.

Utusan jpic SVD Pater Vande Rating Svd ditanya media ini apa alasan penghadangan mengaku, Tak jelas alasan penghadangan….
Diminta komentarnya terkait kejadian yang menimpa jpic svd, saat menghantar bantuan bagi pengungsi (23/4/2021) mengatakan, Yang terpenting, bagi saya itu sikap belarasa kita terhadap korban bukan mekanisme birokrasi yang kaku, rumit, yang menghalang niat baik lembaga donor, lsm, relawan yang punya hati tulus untuk membantu.

Pemda seharusnya berterima kasih pada lembaga donor, lsm, relawan yang membatu meringankan beban pemda bukan mempersulit atau menghalang2. Bantuan kemanusiaan itu panggilan nurani, panggilan untuk melayani dan mencintai. Jadi jangan menghalangi setiap niat baik untuk membantu korban.(mst)

Share

One thought on “Sekda Tapobali Bantah, Pemda Lembata Hadang Rombongan JPIC SVD Yang Bawa Bantuan Bagi Korban Banjir Ile Ape.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *