Ricuh Di Sidang DPRD Lembata, Frans Gewura ; “Ribut Hari Pertama dan Hari Kedua itu Beda, Terkesan Ada Setingan”

Ricuh Di Sidang DPRD Lembata, Frans Gewura ; “Ribut Hari Pertama dan Hari Kedua itu Beda, Terkesan Ada Setingan”

Mediasurya.com, Lewoleba – Rapat gabungan komisi DPRD 20 April 2021 dan rapat badan musyawarah (banmus) DPRD Lembata 21 April 2021 mempertontonkan kepada publik aksi memalukan pasalnya sidang terhormat di hari selasa 20 April 2021 harus diakhiri dengan skors tanpa batas waktu dan di hari kedua (21/4/2021) dalam rapat banmus pun terjadi keributan yang mestinya tidak perlu terjadi.

Baca juga ; Sekda Tapobali Bantah, Pemda Lembata Hadang Rombongan JPIC SVD Yang Bawa Bantuan Bagi Korban Banjir Ile Ape.

Frans Gewura Ketua DPC PDIP yang merupakan salah satu pimpinan DPRD Lembata kepada media ini (24/4/2021) menyampaikan kekecewaannya atas peristiwa memalukan yang sepantasnya tidak perlu terjadi.

Gewura mengatakan, saya nonton video yang dibagikan itu terkesan kejadian pada satu waktu padahal, kenyataan kericuhan terjadi di dua hari yang berbeda. Pertama hari Selasa 20 April pada sidang gabungan komisi. Saat itu yang dipersoalkan adalah tentang kehadiran pemerintah tetapi akhirnya dengan nada tinggi dan emosi.

Baca juga ; Pemda Lembata Bersyukur, Masyarakat Relakan Lahan Untuk Pembangunan Rumah Bagi Pengungsi Banjir Bandang

“ini persoalan kecil yang dibuat seolah-olah luar biasa. Harusnya bisa komunikasikan secara baik dengan tenang tanpa ada emosi. Ungkap gewura. Lanjut wakil ketua DPRD Lembata ini bahwa, benar kehadiran pemerintah pada rapat-rapat bersama DPRD yang sudah diagendakan sangat kurang, tetapi kan ada ruang diundang-undang yang bisa dimanfaatkan anggota seperti hak angket,interpelasi dan itu melekat. Kemudian jika ruang ini tidak diindahkan oleh pimpinan atas persetujuan anggota yang lain itu baru salah tetap yang terjadi aalah ruang ini tidak digunakan dengn maksimal lalu menggunakan emosional yang mempertontonkan sesuatu yang tidak elok juga tidak atis.

Kejadian kedua hari berikutnya tanggal 21 April 2021, dimana sedang rapat banmus saudara Gabriel pole raring nyelonong masuk dan minta bicara padahal sebetulnya dia (pole raring) bukan anggota banmus. Bahwa Gabriel Raring beralasan pada undangan rapat gabungan komisi tetapi yang perlu di catat adalah di hari sebelumnya pimpinan telah mengskorsing rapat tanpa batas waktu. Logikanya bisa besok,lusa atau kapan tentu akan ada pemberitahuan.

Rapat banmus ini dilakukan yang pertama untuk mengisi kevakuman kegiaan karena sebelumnya rapat di skorsing tanpa batas waktu dan yang berikut banmus ini langkah bijak pimpinan untuk mendudukkan kembali jadwal sidang termasuk mengagendakan LKPJ Bupati serta menegaskan apakah rapat bersama pemerintah tetap dengan rapat gabungan komisi atau dibahas di tingkat komisi.

Sidang hari kedua dimana Gabriel raring masuk lalu saling usir dengan pimpinan sidang itu dari sisi etika kurang bagus. Dan rapat banmus ini sudah disepakati dalam rapat dengn ketua fraksi. Gabriel bukan anggota banmus. Dan teman-teman lain tidak hadir Hanya dia sendiri ini jadi kesan saya sepertinya ada setingan.

Gewura mengatakan, dinamika yang terjadi di DPRD sangat disayangkan. Harusnya dengan kapasitas dan etika bisa disampaiann secara elegan. Saya kira jika dalam menyampaikan usul saran perlu perlihatkan etika namun ini kejadian sudah terjadi kini tinggal bagaimana Badan Kehormatan DPRD menyikapi ini tegas ketua DPC pDIP Lembata ini.

Baca juga ; Warga Desa Nelelamadike, Kabupaten Flotim Aspersiasi Dapur Lapangan Kodim 1624/Flotim.

sementara itu, Hilarius Lukas Kirun salah satu anggota Banmus kepada media ini mengatakan, saya tidak sedang bela siapa-siapa tetapi kejadian pada sidang banmus (21/4/2021) itu kurang etis dan sangat tidak menghargai kami anggota banmus yang sedang rapat dan itulah yang buat saya kecewa.

“ini bukan rapat gabungan komisi tapi banmus jadi tolong hargai kami anggota banmus” ketus Ini Wulakada.

Kejadian pada saat rapat banmus itu sangat tidak beretika dan sebagai anggota banmus saya merasa tidak dihargai dan itulah yang buat saya kecewa.

Bahwa kemudian ada asumsi ini dan itu tetapi tidak saya pikirkan cuma harapan saya agar dalam menyampaikan usul saran harus pertimbangkan etika dan penghargaan terhadap anggota yang lain tegas Imo wulakada.(mst)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *