Dandim 1624/Flotim Bersama Forkopimda Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Rusun Keuskupan Larantuka.

Dandim 1624/Flotim Bersama Forkopimda Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Rusun Keuskupan Larantuka.

Mediasurya.com, Larantuka – Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menghadiri kegiatan peletakan batu pertama untuk pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka, Di Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flotim, Pada Kamis (29/04/2021)

Baca juga ; Babinsa Bantu Lancarkan Pendistribusian Bantuan Sembako Di Desa Nobo Larantuka.

Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P mengatakan bahwa pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka yang di Pulau Larantuka ini sebenarnya sudah direncanakan sejak dulu. Akan tetapi hanya sebatas rencana dan belum ada reaslisasi sampai sekarang.”Akhirnya, saya langsung datang menghadiri acara peletakan batu pertama Rusun Keuskupan Larantuka Ini.

Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung Pr, Mengatakan Kami sangat berterimakasih atas pemerintah dengan adanya pembangunan rumah susun yang sangat berarti untuk pelayanan kami di dua kabupaten kami juga berterimakasih kepada Balai Pelaksanaan Penyediaan Perusahaan Wilayah Nusa Tenggara II dan kami gunakan sebaik baiknya dan kami akan gunakan pemukiman para Imam dan kami akan gunakan sebagai sarana umat dan masyarakat,”” Ungkapnya.



Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon ST; Menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR yang telah dan senantiasa hadir memberikan perhatian dan mengambil bagian dalam pembangunan di wilayah Kabupaten Flores Timur. Terima kasih dan apresiasi yang sama patut pula kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang turut serta dalam membantu terwujudnya pelaksanaan pembangunan Rusun ini.

Pelaksanaan pembangunan Rusun ini sebenarnya berangkat dari niat sebuah komunitas yang beranggotakan para imam projo Keuskupan Larantuka. Mereka menamakan komunitasnya dengan sebutan UNIO, yakni sebuah paguyuban yang dimaksudkan untuk menjalin persaudaraan dan bertumbuh-kembang bersama melalui aneka program penguatan kapasitas. Sejak lama UNIO imam projo Keuskupan Larantuka mengharapkan dan merencanakan pembangunan Rumah Bersama untuk tujuan akomodasi transit bagi para romo dari Paroki/Pulau, rumah istirahat bagi romo sepuh/jompo, rumah pertemuan dan pembelajaran bersama. Niat ini kemudian dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Pemerintah Daerah lantas merespon dengan sangat baik apa yang menjadi kebutuhan para imam projo se-Keuskupan Larantuka. Pada prinsipnya, manakala pembangunan Rumah Susun ini benar-benar terlaksana, itu berarti telah mendorong kemitraan yang baik antara Pemerintah dan pihak Gereja setempat.

Baca juga ; Wiramandala Jembatan Kedua Yang Dibangun TNI AD Di Adonara

Lanjutn Bupati, dalam membangun kepribadian umat Kristiani yang adalah juga merupakan bagian yang tak terpisah dari warga masyarakat Flores Timur. Hadirin yang saya hormati, Melalui kehadiran para tokoh penting pada hari ini, yakni antara lain Yang Mulia Bapak Uskup Larantuka, Dirjen dari Kementerian PUPR RI, serta kita semua pada kesempatan ini mengisyaratkan bahwa kunci utama pembangunan masyarakat di antaranya terkait erat dengan apa yang dinamakan dengan keutamaan sinergitas kemitraan para pihak. Melalui soliditas kerja sama yang baik, semua tentu berjalan sesuai harapan bersama menuju pembangunan masyarakat yang adil dan sejahtera, Untuk hal baik yang terjadi pada hari ini, sekali lagi saya menyampaikan terima kasih. Semoga dengan dilaksanakan peletakan batu pertama pada hari ini, ke depannya sarana-prasarana
Rumah Susun ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pelayanan umat dan masyarakat di wilayah Kabupaten Flores Timur. Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. dan semoga Tuhan dan para leluhur Lewotana senantiasa menjaga dan memberkati semua karya pelayanan kita bagi segenap masyarakat Flores Timur yang juga adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonsia.”” Ungkap Bupati Flotim.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *