Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pelaksanaan Opersi ketupat 2021, Kapolres Lembata ; “Kita Berupaya Meminimalisir, Penyebaran Covid 19”.

Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pelaksanaan Opersi ketupat 2021, Kapolres Lembata ; “Kita Berupaya Meminimalisir, Penyebaran Covid 19”.

Mediasurya.com, Lembata – Jelang hari raya Idul Fitri 1442H Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten, SH, S.I.K.,M.I.K di dampingi Wakapolres Lembata Kompol Johanis Christian Tanaw mengelar rapat koordinasi lintas sektor persiapan pelaksanaan operasi ketupat Ranakah 2021, diaula Bhayangkari Polres Lembata NTT, Rabu (05/05/21).

Baca juga ; Dandim Flotim Dan Kapolres Lembata Saling Bersinergi Dalam Pengamanan Paskah Di Wilayah Lembata.

Turut hadir dalam kegiatan ini para Kapolsek dan Kapospol, Para Kasat, para Perwira Polres Lembata, Ketua PHBI Kabupaten Lembata, Kepala Depag Kabupaten Lembata, Ketua Pemuda Lintas Agama Kabupaten Lembata, Perwakilan Sat POL-PP Kabupaten Lembata, Romo Deken, Perwakilan Jasa Raharja Kabupaten Lembata, dan Perwakilan PT. PLN Cabang Lembata.

Dalam sambutannya AKBP Yoce Marten, SH, S.I.K.,M.I.K Menyampaikan, Perayaan Idul Fitri tahun 2021 ini, masih dihadapkan dengan penyebaran wabah covid-19 di Indonesia mempunyai dampak yang luas kepada masyarakat. Hasil rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) pada hari jumat, tanggal 26 maret 2021 telah mengeluarkan kebijakan Peniadaan Mudik Lebaran 1442 H, peniadaan mudik akan diberlakukan selama 12 hari mulai tanggal 6 s.d 17 mei 2021. Cuti bersama Idul Fitri tetap diberlakukan pada tanggal 12 mei 2021 dan masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menaikan angka penularan covid 19.



“Hasil survei dari kementrian perhubungan kepada masyarakat terkait adanya kebijakan peniadaan pemudik, ditemukan bahwa bila tidak ada peniadaan pemudik, maka 81 juta orang akan melakukan perjalanan pulang kampung. terkait peniadaan mudik lebaran tahun 2021 , potensi pergerakan orang untuk berpergian ke luar kota untuk mudik / liburan masih ada sebesar 27,6 juta orang / sekitar 11 % masyarakat yang akan melakukan mudik / libur keluar wilayah.”

“Peningkatan aktivitas masyarakat untuk merayakan Idul Fitri mempunyai implikasi banyak aspek seperti meningkatnya mobilitas pergerakan perpindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lainnya yang dapat menyebabkan masalah bagi situasi lalu lintas dan penularan wabah covid-19. kondisi seperti ini tidak dapat dihindari karena berbagai permasalahan yang menyertainya, seperti :

1. Kondisi jalan yang menyempit (Bottle Neck),
2. Tanjakan, Turunan dan Tikungan yang tajam,
3. Pengguna jalan yang kurang disiplin,
4. Kepadatan kendaraan menuju lokasi wisata / rekreasi,
5. Kepadatan / Antrian kendaraan di Terminal Bus, Pelabuhan dan Penyeberangan (ASDP),
6. Tidak menjaga jarak aman (Physical Distancing),
7. Melanggar pembatasan sosial (Social Distancing).”

“Untuk mengatasi permasalahan yang mungkin akan terjadi selama perayaan Idul Fitri 1442 H/ Tahun 2021 tersebut memang perlu peran serta seluruh pihak dan harus ada respon cepat guna mengatasi permasalahan yang ada sehingga tidak berkembang menjadi potensi kerawanan kejahatan.”



“Bentuk kesipannya pengamanan perayaan Idul Fitri 1442 H Polres Lembata telah merencanakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat antara lain
1. Menempatkan personil pengamanan di Masjid pada saat sholat tarawih dan sholat idul fitri.
2. Mendirikan pos pengamanan Lebaran-2021 / Pos penyekatan antara lain :
a). Pos Pelayanan di Terminal Timur.
b). dan Pos Terpadu di Pelabuhan Laut.
3. Selain itu kita juga akan perkuat pengawasan pergerakan orang dengan mendirikan 6 Posko pantau khususnya di tempat wisata / rekreasi dalam rangka menjamin protokol kesehatan, yang nantinya akan ditempati oleh anggota polri, sat TNI dan pemda. adapun rencana posko sebagai berikut: Posko Mingar, Posko Hadakewa, Posko Buyasuri, Posko Omesuri, Posko Jety dan Posko Wulandoni.”

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *