HELAN LANGO WUYO MENJAGA BUDAYA LAMAHOLOT

Mediasurya.com, Adonara – Mempertahankan dan melestarikan Budaya Lamaholot menunjukan Kebesaran serta kewibawaan Lamaholot di mata Dunia, untuk itu diharapkan seluruh warga keturunan Lamaholot semestinya jangan mengabaikan Budaya turun temurun dari leluhur kita ini . Ungkap Daton Doni kepada mediasurya.com di Rumah Adat Lango Wuyo .
Menjawab pertanyaan atas pemberitaan di media online terkait Nama Leluhur yang diuraikan oleh Doktor Keron Ama, Daton Doni menyayangkan bahwa Cerita yang dikisahkan Keron Ama ini sesungguhnya Tidak ada dalam deretan Nama Leluhur kami dan asalmuasal Wai Jara pun dikisahkan berdasarkan tafsirnya sendiri sendiri.

Baca juga : Bentuk Kemanunggalan TNI , Babinsa Koramil 1624-01/Larantuka Panen Perdana Tanaman Sorgum.

“Atas nama seluruh leluhur saya sedang meminta Keron Ama harus datang untuk melakukan klarifikasi terhadap ceritra yang dilansir di beberapa media online sebelumnya , agar kita sekalian jadi tau asal usul ceritanya itu “, tandas Daton Doni .

“Berdasarkan apa yang telah dilakukan para leluhur saya ini adalah fakta yang saya jalankan hari ini, dan inilah yang sesungguhnya terjadi selama ini hingga rumor yang beredar di medsos itu sungguh sangat menyayat hati “, terangnya.

Baca juga ; Peduli Bencana Adonara, Tungku Flotim Jayapura Serahkan Bantu Bagi Para Korban

Jika saudara saudaraku yang berada di daerah lamaholot ini mengklaim bahwa proses memberi makan Leluhur Gunung Boleng ini adalah Bukan kami di Desa Lamahelan Helan Lango Wuyo ini maka kami akan mempersilahkan; namun jika demikian kenapa hanya berkoar lewat medsos…?

“Saya lebih takut akan adanya kesalahan Adat dari pada kesalah dalam aturan Agama karena konsekuensi sebuah kesalahan Adat itu Nyata hingga saya lebih meyakini Adat namun soal kepercayaan terhadap Agama adalah benar ‘Ya’ tetapi soal Keyakinan maka saya lebih Yakini ‘Adat’,tegas Mamun Sare,SH di saat memberikan sedikit sumbangan kepada Keluarga Penjaga Gunung Boleng.

Baca juga ; Babinsa Bantu Lancarkan Pendistribusian Bantuan Sembako Di Desa Nobo Larantuka.

Dalam acara penyerahan Sumbangan Uang Tunai demi kelancaran ritual atas Kesalahan seluruh masyarakat Lamaholot yang tersebar di beberapa daerah di NTT ini agar dapat berjalan dengan lancar, dan lebih kepada menjaga Nama Baik Desa Helan Lango Wuyo .

Kembali Paulus Laga Ama menguraikan titik titik tempat ritual memberi makan shek Gunung Boleng ada 12 tempat yang melibatkan sembilan klen atau suku yang berada di Desa Helan Lango Wuyo . Mengurai asal usul keturunan penjaga Gunung Helan Lango Wuyo Paulus Laga Ama senantiasa menyampaikan kepada seluruh masyarakat Lamaholot yang ingin mengetahuinya maka diharapkan untuk datang sendiri di Rumah ini agar saya akan menceritakan kepadanya sacara detail .

Dalam Garis keturun Penjaga Gunung Lango Wuyo ini adalah Frederikus Plate Ketu’ yang diwariskan dan juga anak SD klas Vl inilah yang membagikan ke-9 suku yang lain untuk menjalankan Ritual di 12 titik tempat ritualnya .

Sementara di dalam perut Gunung adalah Pelate Ketu’ yang memberi makan shek Gunung itu sendiri . Terhadap fenomena alam yang terjadi di bumi Lamaholot ini sesungguhnya hanya dapat dihentikan oleh Baniadamnya ” Ola ile” tegas Daton Doni . Sekedar diketahui bahwa selain kampung Rian wale’ ini bertetangga dengan enam kampung lagi, yang saat kini keturunan mereka menyebar ke seluruh wilaya tanah Lamaholot ini.

Jumlah Desa yang sudah datang ke Desa Lamahelan tercatat 72 desa untuk menyampaikan kesalahan di puncak Gunung Boleng pada masa lalu, hingga di jadwalkan ritual adatnya sampai pada agustus 2022 tahun depan baru bisa selesai .

Penulis ; Bernadus Naragere

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *