KEBUDAYAAN LAMAHOLOT ADONARA DIJADIKAN IKON PARIWISATA NASIONAL

Mediasurya.com, Adonara – Budaya gotong royong di lamaholot sudah menjadi sebuah tatanan kehidupan orang lamaholot, karena memang masyarakat lamaholot sejak awal mula selalu bersama sama dalam setiap kegiatan rutin harian mereka . Pada era modernisasi saat kini , generasinya justru cenderung bermalas malasan hingga Pemerinta jadi beban demi masyarakatnya, seperti yang kini sedang terjadi di Flores Timur, demikian gerutu Kamilus Tupen Jumat diàdapan tim BOP Labuan Bajo dalam kunjungan singkat tim BOP (5/6/2021) di Dalam kunjungan singkat di Honihama Tuwa Goetobi (5/6/21)

Baca juga ; AMETPRAT, RITUAL PENGAKUAN DAN PERMOHONAN WARGA NELEBLOLONG ADONARA, KEPADA GUNUNG ILEBOLENG DI DESA HELANLANGOWUYO

Kunjungan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo ini, Dalam misi memperkenalkan Budaya Lamaholot di mata Dunia Pariwisata, serta melihat langsung target sarana keaslian material Budaya hingga ke Persiapan Desa Pariwisata dengan apa yang ada menjadi faktor pemenuhan kebutuhan para wisatawan manca negara dengan berbagai keragaman ceritranya .

Desa Helanlangowuyo adalah salah satu Desa lirikan Direktur Pariwisata wilaya NTT sebagai faktor pendukung Obyek Wisata Bahari Mekko dalam APl Indonesia tahun 2020 silam. Melihat langsung dan menyaksikan sendiri keunikan Desa Helanlangowuyo ini dalam Bursa Destinasi Pariwisata Budaya Lamaholot . Kinerja BOP yang bersinergi langsung dengan satuan kerja kepresidenan Indonesia ini terus melakukan live in bersama masyaralat desa Helanlangowuyo malam ini, menunjukan Dunia Pariwisata Nasional sedang serius ingin menata kembali beberapa deatinasi handal di Nusantara termasuk Kabupaten Flores Timur.

Di Honihama Tuwagoe Tobi BOPLB berTatap muka dengan kelompok Titih Jagung, dan menyaksikan Proses untuk menghasilkan Jagung titih dari dekat dan terus menikmati gurihnya seketika itu juga .

Dalam interaksih komunikasih antar warga masyarakat yang disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Bayo Lewun Kamilus Tupen Jumat mengatakan bahwa ” Semestinya Kebudayaan didahulukan baru pariwisatanya namun, ini malah Pariwisata duluh atau bersenang senang duluh baru ber-budaya, padahal kita sudah melakukan yang pertama itu budaya Gotong royong atau Gemohing tadi untuk menghasilkan banyak hingga kita bisa berwisata “, tupen jumat berseloroh .

Kebudayaan menenun dan titih jagung bagi orang lamaholot memang itulah Budaya kami orang lamaholot dan proses ini mengajarkan kita dalam hidup bergotong royong dalam menjalankan budaya kami ini, urai kamilus menterjemahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Kamilus Tupen berilustrasi dihadapan Rombongan BOP dan mengulang kisahnya saat ditanya wartawan bahwa dengan keberhasilan yang dicapai ini kira kira apa harapan bapak kamilus terhadap pemerintah, dan Kamilus terus balik bertanya pada wartawan bahwa, kenapa mesti saya harapkan pemerintah jika yang saya lakukan ini adalah Budaya kita sejatinya sebagai orang lamaholot yaitu kita harus bergotong royong mengerjakan ladang kebun kita, dan jika kita berharap pemerintah faktanya kita dimanjakan dan akan menjadi malas bekerja kebun dan menanam apa yang kita miliki, ini akan menjadi rancu ketika masyarakat dihadapkan dengan berbagai tuntutan budaya kita dengan berharap bantuan pemerintah …? Semestinya Pemerintah mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat dari Budayanya dan sebagai Pariwisatanya.

Penulis ; Bernadus neragere

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *