Lantik Penjabat Kades Di Mingar, Bupati Sunur Contohkan Bali Dan Labuan Bajo Soal Pengembangan Pariwisata

Mediasurya.com, Mingar- Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur melantik, 13 pejabat kepala desa untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa sekecamatan Nagawutun Selasa,( 8 Juni 2021). Pelantikan yang dilaksanakan di Pantai wisata Watan Raja Mingar menjadi simbol pemerintah terus mendorong sektor pariwisata dengan harapan Mingar menjadi simpul pusat pariwisata di Nagawutun dan Lembata.

Baca juga ; Lantik Penjabat Kades Se-Ileape, Bupati Sunur Sampaikan, Hal Penting Yang Diperhatikan Dari Relokasi Adalah Pertumbuhan Ekonomi, Sosial dan Budaya.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dalam sambutan usai pelantikan mengatakan, Camat sudah menyampaikan soal geliat pariwisata. Membangun pariwisata tidak bisa dalam satu hari. Tetapi potensi yang ada fokus dibangun untuk jangka panjang baru dapat dilihat hasilnya.

Ia mencontohkan Labuan Bajo dan Bali. Kedua destinasi wisata andalan ini tidak dibangun dalam sehari, tetapi pengembangannya sudah sejak puluhan tahun.

Membangun pariwisata membutuhkan kesabaran agar setiap kegiatan pariwisata memberikan benefit bagi masyarakat.

Baca juga ; Optimalkan Layanan Masyarakat, Polres Lembata Aktifkan Call Centre 110

“Hadakewa dikasih desa tematik ikan teri, dan turunannya ke kuliner dan kembangkan wisata kuliner. Kini desanya sudah bisa jadi contoh nasional. Bupatinya belum ke India, Kadesnya sudah diajak ke India. Oleh Pak Jokowi,” kata Bupati Sunur.

Semua daerah disiapkan menjadi titik simpul. Mulai dari Mingar, Lolong, Tawau Wutun sampai Tapobali yang jadi simpul harus menarik dan orang akan mencari keunikan yang dimiliki itu. Setiap simpul harus didorong dengan karakternya harus dibedakan. Membangun Mingar harus berbeda dengan Lolong sampai Tapobali.

Baca juga ; Kapolres Lembata, ; “Hukum Pidana Merupakan Upaya Terakhir Dalam Penegakan Hukum”

Sedangkan desa yang tidak memiliki simpul pariwisata dapat mendukung sehingga mendapatkan rembesannya. Mingar misalnya yang tidak memiliki buah-buahan dapat dipasok oleh desa-desa di wilayah pedalaman yang kaya buah-buahan. Kepala desa dapat membantu koordinasi lintas desa untuk saling mendukung, agar desa yang tak memiliki simpul pariwisata pun mendapatkan rembesan dari kegiatan pariwisata.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *