DIALOG BUDAYA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ADONARA FLOTIM

Mediasurya.com,Adonara – Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Senin,21 juni 2021) Menggelar berbagai Permainan bersama anak-anak agar kondisi anak Adonara jangan terus larut dalam situasi Bencana Banjir Bandang April lalu.

Baca juga ; Babinsa Koramil 1624-02/Adonara bersama Warga Bangun Gereja St. Statis Lewobele.

Suasana Duka Anak anak Adonara kali ini sungguh menggugah hati semua pihak, dan termasuk Petinggi di Jakarta pun turut meneteskan Air matanya .


Kepedulian para pihak terhadap Generasi Bangsa telah dicurahkan dengan penuh cinta dan kasih, dan kini Direktorat jenderal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Hadir di tengah tengah Anak anak Adonara yang terhimpun dari beberapa sekolah mulai dari tingkat PAUD,TK,SD serta Ml yang terpusat di Lapangan Kebun Raya Waiwerang.

Kegiatan Trauma Healing yang dimotori oleh Ditjen Kebudayaan dari Kementrian Pariwisata yang membidangi Kebudayaan serta Masyarakat Adat ini sungguh menarik perhatian para mentor dan bapak/ ibu Guru secara keseluruhan; hingga pada fase permainan layanganpun memancing minat anak anak mulai bersemangat, walaupun permainan layangan di tengah terik matahari memanas .

Kegiatan Trauma Healing berlangsung kurang lebih 3 jam, sama sekali tidak menjadikan anak hilang semangat bermain,bahkan terlihat anak anak sungguh menikmati permainan bersama para mentor .

Baca juga ; “Ama Kakku” Gelar Konser Amal di pasar Koli Karawutun Adonara

Kegiatan Trauma Healing anak dengan mengambil tema permainan tradisional yang telah membudaya ini bertujuan agar Anak anak Indonesia lebih mengenal Kebudayaannya seperti anak anak di Adonara ini; serta harapan kami bahwa kegiatan permainan ini dapat di teruskan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga . Demikian pesan yang disampaikan oleh bapak Syamsul Hadi dari Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi.

Hal senada juga disampaikan Pemandu kegiatan Permainan Anak-anak Dr.Zaini Alif . “Dari kegiatan ini Anak anak lebih mengenal budayanya,karena media permainan ini adalah semata mata dari permainan tradisih anak anak lndonesia yang telah membudaya, seperti permainan lempar kain,permainan terowongan ular, permainan Layangan, permainan Congklak dan masih banyak lagi hingga anak anak di Adonara ini lebih mencintai Budayanya sendiri”,tandasnya.

Kehadiran Dirjen dari Jakarta ini disambut dengan atraksi Tarian adat Lamaholot dengan nama ‘Tari Perang’ yang dilakonkan oleh anak anak Sekolah Dasar Negri dari Desa Waiburak, turut hadi kapolsek Adonara Timur lPDA Agus Heriawan, Koramil-02 Adonara, Camat Adonara Timur Damianus Lama Wuran,SH , serta Kadis Pariwisata Flores Timur Petrus Pemang Liku,S sos MT . Penulis ; Bernad naragere

Share

16 thoughts on “DIALOG BUDAYA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ADONARA FLOTIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *